Perilaku perusahaan di lingkup pasar kompetitif menjadi subjek fundamental dalam perekonomian negara. Berdasarkan bentuk kompetisinya, struktur pasar diklasifikasikan ke dalam dua kategori besar yaitu Pasar Persaingan Sempurna dan Tidak Sempurna.

Bentuk Pasar Persaingan Sempurna bisa dibilang jarang ditemukan di dunia perekonomian secara nyata berdasarkan banyak asumsi dari peneliti maupun pengamat ekonomi. Sedangkan bentuk Pasar Persaingan Tidak Sempurna bisa dikaitkan dengan pendekatan yang lebih praktis dan nyata.

Apakah Bentuk atau Struktur Pasar Memengaruhi Pangsa Pasar?

Jenis struktur pasar menentukan pangsa pasar suatu perusahaan. Jika ada satu jenis perusahaan saja dalam suatu pasar, perusahaan tersebut akan menguasai seluruh pangsa pasar dan permintaan pelanggan hanya tertuju pada perusahaan itu saja. Tetapi jika kita meningkatkan jumlah perusahaan menjadi dua, pangsa pasar juga akan terbagi dua. Demikian pula jika ada sekitar seratus perusahaan kecil di pasar, pasar dibagi oleh ke seratus perusahaan tersebut secara proporsional.

Oleh karena itu, struktur pasar jelas memengaruhi pangsa pasar. Maka dalam artikel ini akan menggambarkan perbedaan antara Pasar Persaingan Sempurna dan Pasar Persaingan Tidak Sempurna.

Karakteristik Utama dari Pasar Persaingan Sempurna

Pasar Persaingan Sempurna adalah struktur ekonomi di mana tingkat persaingan antara perusahaan berada pada titik sempurna. Berikut ringkasan karakteristik dari Pasar Persaingan Sempurna:

  1. Banyak pembeli dan penjual.
  2. Produk yang ditawarkan terkesan homogen.
  3. Setiap perusahaan mudah untuk masuk dan keluar pasar.
  4. Kedua pihak dalam transaksi memiliki pengetahuan lengkap tentang produk, kuantitas, harga, dan kondisi pasar.
  5. Tidak ada biaya transportasi dan periklanan.
  6. Bebas dari campur tangan Pemerintah.
  7. Harga untuk suatu produk seragam di pasar diputuskan oleh permintaan dan penawaran pelaku pasar. Tidak ada perusahaan yang dapat mempengaruhi harga, itulah sebabnya mengapa perusahaan-perusahaan dalam Pasar Persaingan Sempurna menjadi Price Taker.
  8. Setiap perusahaan mendapatkan laba secara normal sehingga tidak ada keuntungan dan kerugian yang berlebihan.

Contoh Manifestasi dari Pasar Persaingan Sempurna

Contoh bentuk daripada Pasar Persaingan Sempurna adalah Anda pergi ke pasar sayur untuk membeli tomat. Terdapat banyak penjual dan pembeli tomat. Anda pergi ke suatu penjual tomat dan menanyakan harga 1 kg tomat. Kemudian penjual menjawab Rp30.000,-. Berikutnya Anda pergi ke tempat lain dan menanyakan beberapa penjual lagi. Harga yang ditawarkan akan sama untuk kuantitas yang diminta. Ini adalah contoh bentuk dari Pasar Persaingan Sempurna.

Di bawah kompetisi jenis ini, perusahaan dapat dengan mudah mempengaruhi harga suatu produk di pasar dan meraup untung atau merugi secara berlebih.

Di dunia nyata, sulit untuk menemukan bentuk konkret dari Pasar Persaingan Sempurna dalam model industri apapun. Tetapi ada begitu banyak model industri seperti telekomunikasi, mobil, sabun, kosmetik, deterjen, minuman dingin, dan lainnya di mana Anda dapat menemukan bentuk persaingan yang tidak sempurna yaitu kondisi yang tidak selalu memuaskan satu atau kedua belah pihak.

Jenis-Jenis Pasar di dalam Pasar Persaingan Sempurna

Ada berbagai jenis pasar di dalam struktur Pasar Persaingan Tidak Sempurna, dijelaskan di bawah ini:

  1. Monopoli: Penjual tunggal mendominasi seluruh pasar.
  2. Duopoly: Dua penjual berbagi di seluruh pangsa pasar.
  3. Oligopoli: Terdapat beberapa penjual yang umumnya lebih dari dua dan kurang dari sepuluh eksis dan bertindak dalam kolusi atau persaingan.
  4. Monopsoni: Banyak penjual dan satu pembeli.
  5. Oligopsony: Banyak penjual dan beberapa pembeli.
  6. Persaingan Monopolistik: Banyak penjual menawarkan produk-produk yang berbeda dan mempunyai karakteristik tersendiri.

Perbedaan-Perbedaan Signifikan Antara Pasar Persaingan Sempurna dan Tidak Sempurna

Berikut beberapa perbedaan signifikan agar Anda tidak keliru dalam memutuskan jenis pasar apa yang termasuk Pasar Persaingan Sempurna dan Tidak Sempurna:

  1. Pasar Persaingan Sempurna terkesan hipotetis yang asumsinya sebagian besar tidak berlaku konkrit di dunia nyata. Sebaliknya, Pasar Persaingan Tidak Sempurna adalah situasi yang sangat sering ditemukan di dunia nyata saat ini.
  2. Dalam Pasar Persaingan Sempurna selalu terdapat banyak pelaku pasar. Sedangkan dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna cenderung lebih dinamis sehingga terdapat sedikit sampai ke banyak pelaku pasar tergantung pada jenis struktur pasarnya.
  3. Dalam Pasar Persaingan Sempurna, penjual menghasilkan atau memasok produk yang sama (homogen). Sementara dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna, produk yang ditawarkan oleh penjual dapat bersifat homogen atau bisa juga berbeda-beda.
  4. Dalam Pasar Persaingan Sempurna, tidak ada hambatan untuk masuk dan keluar dari pasar. Berbeda dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna yang terkesan ketat dan penuh hambatan untuk masuk keluar pasar.
  5. Dalam Pasar Persaingan Sempurna, diasumsikan bahwa perusahaan tidak mempengaruhi harga suatu produk. Oleh karena itu mereka biasa disebut Price Taker. Tetapi dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna, perusahaan sangat dimungkinkan memengaruhi harga produk (Price Maker).

Situasi pada Pasar Persaingan Sempurna cenderung imajiner, tetapi Pasar Persaingan Tidak Sempurna terkesan faktual dan termanifestasi secara konkret.

Mungkin tidak sesederhana yang Anda pertimbangkan jika menyoal perbedaan antara Pasar Persaingan Sempurna dengan Pasar Persaingan Tidak Sempurna. Misal, ada banyak perusahaan yang menghasilkan produk serupa. Kita ambil satu contoh jenis produk yaitu deterjen. Pada awalnya, Anda mungkin berpikir bahwa ini termasuk bentuk dari Pasar Persaingan Sempurna. Tetapi jika Anda meninjau lebih dalam, asumsi Anda mungkin salah. Anda akan menemukan bahwa semua produk tersebut mempunyai kesamaan jenis, tetapi masing-masing penjual menawarkan harga yang berbeda-beda.

Setelah memahami bentuk atau struktur dari Pasar Persaingan Sempurna maupun yang Tidak sempurna, hal ini akan berguna baik bagi pihak akademisi maupun pihak manajemen. Bagi pihak manajemen suatu perusahaan, pengetahuan akan struktur itu salah satunya akan digunakan sebagai pemetaan kompetitor. Pihak manajemen juga butuh alat pembantu untuk meningkatkan performa perusahaan, yakni laporan keuangan. Untuk masalah pencatatan dan pelaporan keuangan, Jurnal bisa menjadi instrumen yang diandalkan. Jurnal adalah software akuntansi online yang menyediakan fitur-fitur terkait akuntansi secara real-time dan cloud-based. Dengan Jurnal, pihak manajemen bisa melihat berbagai alat yang dibutuhkan untuk analisa bisnis seperti rasio profitabilitas, solvabilitas, turnover inventory, dan masih banyak lagi. Untuk melihat informasi lebih lengkap mengenai Jurnal, silahkan klik di sini.