3 Cara Meningkatkan Penjualan Online saat Social Distancing

Sejak pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) masuk ke Indonesia, pemerintah telah memberlakukan aturan social distancing. Kebijakan social distancing sedikit banyak mengubah kebiasaan masyarakat dalam beraktivitas. Sebagai pengusaha yang bisnisnya bergantung pada keramaian, tentu merasa kesulitan untuk mencapai target penjualan seperti biasanya. Apa arti social distancing? Bagaimana cara UKM mempertahankan bisnis saat social distancing?

Arti Kata Social Distancing

Social distancing adalah salah satu upaya untuk mengurangi penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Caranya adalah dengan menjaga jarak antara satu orang dengan yang lain. Menghindari kerumunan orang atau pertemuan besar juga merupakan bagian dari social distance. Jika Anda sedang berada di sekitar kerumunan, jaga jarak aman dengan orang lain sekitar 2 meter atau 6 kaki. 

Di Indonesia, salah satu penerapan social distance adalah sistem work from home bagi pekerja dan school from home untuk pelajar. Ada beberapa contoh penerapan social distancing yang kini diganti dengan istilah physical distancing oleh pemerintah:

  • Seluruh aktivitas dikerjakan dari rumah;
  • Tidak mengunjungi tempat-tempat umum, seperti tempat wisata, rumah ibadah, dan rumah sakit kecuali dalam keadaan darurat;
  • Menunda pertemuan atau acara yang dihadiri banyak orang, seperti seminar, workshop dan rapat atau melakukannya secara online lewat video call;
  • Menghindari tempat berkumpulnya massa, seperti pasar, supermarket, atau pusat perbelanjaan. 

Selama melakukan social distance atau pembatasan jarak fisik, bukan berarti tidak melakukan kontak sosial sama sekali. Masyarakat masih bisa terhubung dengan orang lain, rekan kerja, dan pelanggan bisnis dengan bantuan teknologi. Saat social distancing atau physical distancing, teknologi dan internet memegang peran penting. Hampir semua aktivitas yang dilakukan jarak jauh dapat berjalan efektif dengan bantuan teknologi. Salah satunya adalah kegiatan bisnis UKM. 

Pelaku Bisnis UKM Mulai Beralih ke Penjualan Online

Sejak aturan social distancing diterapkan, banyak UKM terancam mengalami kerugian. Dampak dari kebijakan social distance sangat berpengaruh pada aktivitas bisnis karena berkurangnya interaksi fisik antar orang. Untuk itu, para pelaku UKM mulai mengubah strategi penjualan. Salah satunya adalah beralih pada penjualan online. Bagaimana cara meningkatkan penjualan online di tengah pandemi Covid-19?

1. Memanfaatkan Seluruh Channel Media Sosial

3 Cara Meningkatkan Penjualan Online saat Social Distancing

Di tengah kondisi social distance, masyarakat diimbau untuk tidak bertatap muka dan tidak keluar rumah. Tercatat pada sebuah situs penyedia jasa internet di Indonesia, selama wabah Corona ini terdapat lonjakan traffic sebesar 30% dibanding sebelumnya. Salah satu penyumbang lonjakan traffic ini adalah penggunaan media sosial dan aplikasi pesan instan. 

Melihat kondisi ini sebagai peluang, Anda dapat menggunakan media sosial sebagai salah satu channel promosi produk selama social distancing. Beberapa UKM di Indonesia sudah menerapkan upaya saling bantu usaha di media sosial dengan menceritakan produk atau usaha pelaku bisnis lainnya. 

Media sosial Instagram, Facebook, Youtube dan Twitter masih banyak sekali penggunanya. Anda dapat memilih media sosial yang paling sesuai dengan jenis bisnis yang Anda. Jangan lupa, optimalkan seluruh channel dengan caption atau penjelasan yang lengkap.

2. Menjaga Hubungan dengan Pelanggan

3 Cara Meningkatkan Penjualan Online saat Social Distancing

Bagi bisnis atau brand yang telah membina hubungan baik dengan pelanggan, ternyata batasan pergerakan fisik atau social distance bukan menjadi tantangan yang berat. Dalam masa pandemi Covid-19, media komunikasi digital merupakan pilihan yang efektif dan efisien. Beri tahu pelanggan jika ada update tentang stok produk Anda, keterlambatan pengiriman, atau kenaikan harga. Sesekali, berikan diskon atau promosi untuk produk-produk yang sangat dibutuhkan saat ini seperti produk kesehatan, makanan dan minuman. 

3. Perhatikan Stok Barang

3 Cara Meningkatkan Penjualan Online saat Social Distancing

Ketika Anda gencar untuk melakukan promosi dan strategi untuk meningkatkan penjualan, jangan lupa untuk selalu memperhatikan kondisi stok barang secara berkala. Bagi Anda yang sedang menerapkan social distancing, mungkin saja akan kesulitan untuk kontrol stok barang di toko atau gudang. Solusinya adalah dengan menggunakan software akuntansi Jurnal.

Jurnal memiliki fitur inventory yang dapat digunakan untuk memonitor persediaan barang. Dari fitur tersebut dapat diperoleh referensi produk mana yang paling diminati dan produk mana yang akan segera habis stoknya.

Baca juga : Tips agar Bisnis UKM Mampu Bertahan di Masa Pandemi Corona

Bisa dilihat bahwa teknologi memegang peran penting untuk keberlangsungan bisnis di tengah kondisi saat ini. Sebagai salah satu pendukung kemajuan teknologi, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan social distancing melalui program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus selama 60 hari dan diskon 35% (Min subscribe 12 bulan). Salam sehat dan produktif selalu!

CTA

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo