Cara Melacak dan Menghitung Biaya Overhead

Dalam menjalankan bisnis, terdapat biaya dan pengeluaran yang tidak terkait langsung dengan pembuatan produk atau layanan, tetapi harus tetap dibayar secara berkelanjutan. Hal ini disebut biaya overhead. Biaya overhead sangat penting bagi perusahaan, tidak hanya untuk penganggaran yang benar dan melacak keuangan, tetapi juga untuk menentukan biaya barang atau jasa yang tepat sehingga dapat menghasilkan keuntungan. Beberapa biaya overhead merupakan biaya yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan lain seperti penggunaan jasa atau bahkan pajak dari bisnis yang Anda kerjakan.

Berikut ini beberapa biaya overhead umum meliputi: sewa dan utilitas, perbaikan dan pemeliharaan, pertanggungan, peralatan kantor, akuntansi, pajak, Sumber Daya Manusia (hanya gaji untuk karyawan administrasi yang menangani tugas-tugas seperti perekrutan, orientasi, dll. Tidak berlaku untuk staf non-SDM.)

[adrotate banner=5″]

Biaya overhead dalam bisnis

Biaya overhead ini harus dibayar terlepas dari pendapatan perusahaan dengan volume kecil atau besar. Dengan adanya biaya overhead dalam bisnis, beberapa perusahaan merasa terbantu. Untuk memudahkan penghitungan dalam biaya overhead, maka Anda dapat  membagi biaya overhead menjadi dua sub-kategori yang berbeda yakni manufaktur dan administrasi. Jika bisnis yang Anda kelola memiliki fasilitas manufaktur terpisah dengan permesinan, membagi pengeluaran ini dapat membantu dalam perhitungan hasil bisnis Anda. Keuntungan memisahkannya yaitu memungkinkan perusahaan Anda mengalokasikan biaya produksi untuk barang dalam proses atau produk jadi.

Dengan memisahkan jenis biaya overhead manufaktur dari jenis biaya overhead lainnya, maka memungkinkan bagi bisnis Anda untuk melakukan pemeriksaan yang lebih teliti terhadap profitabilitasnya. Dalam banyak hal, biaya overhead administrasi tidak dapat disesuaikan tanpa perubahan signifikan pada infrastruktur bisnis (misalnya perubahan yang terjadi pada jumlah tenaga kerja karena adanya pengurangan tenaga kerja di perusahaan Anda). Namun, overhead manufaktur mungkin dapat disesuaikan jika pemahaman yang lebih menyeluruh tentang biaya diukur terhadap tenaga kerja langsung dan biaya material.

Melacak biaya overhead

Mendefinisikan dan mengelompokkan biaya overhead dengan benar adalah kunci untuk pelacakan biaya yang akurat. Dua hal berikut ini sebaiknya dipahami sehingga bisa melacak biaya overhead perusahaan dengan lebih mudah.

  • Biaya overhead tidak berhubungan dengan pendapatan perusahaan

Sewa, gaji, dan depresiasi adalah contoh biaya overhead yang tetap sama dari bulan ke bulan. Biaya tetap yang mungkin mencerminkan perubahan bulanan marjinal adalah utilitas. Jika perusahaan Anda memiliki pengeluaran musiman maka dapat dengan mudah mempengaruhi biaya ini. Pengeluaran biaya secara musiman harus dibuat serinci mungkin sehingga perhitungannya bisa terlihat jelas. Contoh pengeluaran musiman misalnya penggunaan tambahan AC ketika musim kemarau. 

  • Kaitan antara biaya overhead dan biaya barang atau jasa

Cara lain untuk mengkategorikan biaya overhead dengan benar adalah dengan menanyakan apakah biaya overhead terkait langsung dengan biaya yang menghasilkan barang atau jasa. Biaya apa pun yang tidak dapat dikategorikan dapat diklasifikasikan sebagai biaya overhead.  Selain itu, biaya lain yang bukan termasuk biaya produksi juga bisa diklasifikasikan sebagai biaya overhead.

Menghitung biaya overhead

Setelah semua biaya diklasifikasikan dengan benar, Anda dapat mengetahui persentase overhead bisnis Anda dari penjualan. Hal ini dilakukan dengan menjumlahkan semua biaya overhead, yang biasanya membaginya berdasarkan bulan, dan kemudian membagi total itu dengan semua penjualan bulanan. Misalnya, perusahaan Anda memiliki Rp120.000.000,- dalam biaya overhead bulanan dan menghasilkan Rp800.000.000,- dalam penjualan bulanan. Dalam hal ini, persentase overhead-nya adalah Rp120.000.000,- dibagi Rp800.000.000,- yang memberi Anda 0,15. Lipat gandakan dengan 100, dan persentase overhead Anda adalah 15 persen dari penjualan Anda. Perhitungan ini dapat menggambarkan berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk biaya overhead. Misalnya, dalam kasus di atas, untuk setiap rupiah yang dihasilkan perusahaan, 15 persen dikhususkan untuk overhead.

Hal ini juga bermanfaat untuk menghitung persentase overhead dalam kaitannya dengan biaya tenaga kerja. Biaya overhead bulanan dibagi dengan biaya tenaga kerja bulanan dan dikalikan dengan 100. Dalam semua kasus terkait biaya overhead, semakin rendah persentasenya, semakin efektif suatu bisnis dalam memanfaatkan sumber dayanya. Nilai bisnis diukur oleh berbagai faktor, termasuk perhitungan seperti profitabilitas dan persentase overhead. Sejauh ini cara paling akurat adalah dengan melacak biaya dan pendapatan sehingga pemilik bisnis dapat mengukur efisiensi bisnis perusahaan. Biaya overhead langsung terkait dengan pembelian dan pembiayaan peralatan. 

Jika dirasa kesulitan, Anda bisa memanfaatkan software akuntansi online seperti Jurnal. Dengan software ini, Anda tidak perlu menghitung biaya overhead secara manual, di mana, software akuntansi seperti Jurnal bisa membantu Anda menghitung overhead secara otomatis dengan lebih mudah dan cepat. Selain itu, dengan Jurnal, Anda bisa mendapatkan angka overhead lebih akurat. Buktikan sekarang juga dengan uji trial Jurnal di sini.

[adrotate banner=”19″]


PUBLISHED03 Feb 2020
Ucig
Ucig

SHARE THIS ARTICLE: