Dalam menghadapi berbagai permasalahan ekonomi, manusia dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Manusia dituntut untuk memenuhi segala tuntutan dengan semaksimal mungkin. Pemikiran rasional menjadi hal yang seharusnya dimiliki setiap manusia supaya mampu menentukan berbagai pilihan untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga manusia dapat memaksimalkan segala hal yang potensial di sekitarnya. Sumber daya alam atau sumber lain yang dimilikinya dapat dioptimalkan pemanfaatannya sebagai alternatif atas permasalahan ekonomi yang dihadapi. Hal itulah yang kemudian melandasi munculnya opportunity cost (biaya peluang).

Kelangkaan sumber daya alam maupun ekonomi mungkin saja menjadi salah satu permasalahan bagi perusahaan Anda. Keadaan itu mengharuskan perusahaan Anda untuk mengambil tindakan alternatif. Tindakan alternatif dipilih dari kemungkinan-kemungkinan yang ada di sekitar. Dalam mengatasi setiap permasalahan, siapapun hanya bisa melakukan satu tindakan dalam satu waktu. Dalam hal ekonomi, ketika perusahaan sudah memilih satu tindakan alternatif, maka ia akan kehilangan manfaat dari alternatif lainnya. Dengan kata lain, perusahaan akan mengalami pengorbanan atas pilihan lainnya karena sudah memilih suatu tindakan. Hal itulah yang disebut sebagai biaya peluang. Berikut penjelasan lebih detailnya.

Biaya peluang sebagai nilai pengorbanan

Untuk memahami biaya peluang sebagai nilai pengorbanan, akan dibuatkan ilustrasi seperti berikut ini. Sebuah perusahaan industri anyaman serat alam biasanya membuat produk furniture, perlengkapan rumah tangga, dan dekorasi. Bahan baku yang digunakan adalah eceng gondok. Pada suatu hari, petani eceng gondok mengalami kegagalan karena serangan hama. Tanaman eceng gondok pun tidak bisa dipanen.

Oleh karena itu, perusahaan mengalami permasalahan karena bahan  baku utama dalam industrinya tidak tersedia. Untuk tetap menjalankan industrinya, perusahaan itu memiliki beberapa opsi bahan baku, di antaranya adalah daun gebang dan gedebok pisang. Keduanya dapat dibuat menjadi anyaman yang serupa dengan eceng gondok. Perusahaan akan menghadapi dua pilihan tindakan alternatif. Pilihan yang dipilih berdasarkan pada manfaat terbanyak yang mungkin didapat. Ketika perusahaan memilih menggunakan daun gebang, maka gedebok pisang menjadi biaya peluang.

Berdasarkan ilustrasi peristiwa tersebut, biaya peluang berarti nilai pengorbanan karena memilih sebuah tindakan yang dianggap terbaik dari beberapa pilihan yang mungkin. Ketika perusahaan memiliki beberapa alternatif pilihan untuk mengatasi permasalahannya, tetapi ia hanya bisa memilih satu tindakan, sehingga peluang lain yang tidak dipilih akan menjadi biaya peluang.

Hal itu dapat digambarkan bahwa ada biaya yang dikeluarkan atau resiko yang mungkin ada dalam pemanfaatan sumber daya untuk tujuan tertentu, dengan menaksir manfaat yang dilepas karena tidak menggunakan opsi tersebut. Biaya peluang tidak selalu dapat diukur ketika keputusan dibuat. Hal tersebut dikarenakan pengambilan keputusan dalam memilih suatu tindakan didasarkan pada perkiraan atau perhitungan kasar dari hasil yang mungkin didapat. Oleh karena itu, pemikiran yang rasional menjadi bekal utama untuk mengambil sikap dalam mengatasi permasalah ekonomi. Pengetahuan yang minim dan pemikiran yang tidak matang akan beresiko pada biaya yang hanya akan terbuang begitu saja.

Biaya peluang sebagai alternative cost dan trade-off

Di samping berarti biaya peluang, opportunity cost juga disebut sebagai alternative cost dan trade-off. Alternative cost dianggap sebagai manfaat yang hilang menyangkut dengan pilihan yang tidak dipilih. Seseorang biasanya mempertimbangkan hal tersebut ketika membuat keputusan mengenai penggunaan waktu, uang, dan manfaat yang dihasilkan oleh tindakan alternatif tertentu. Alternatif yang dipilih memungkinkan untuk memberi nilai yang lebih besar kepada pembuat keputusan terkait dengan banyak alasan dan keadaan ketika keputusan dibuat.

Biaya peluang dalam kehidupan sehari-hari

Selain bidang ekonomi, biaya peluang juga ada dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut ini. Dimas lulus dari sekolah menengah dan dia mempertimbangkan rencananya antara mendapatkan pekerjaan atau fokus pada pendidikan di perguruan tinggi. Ada biaya yang terikat dalam tiap pilihan tersebut.

  • Untuk opsi pertama, Dimas akan mendapatkan pekerjaan yang mengharuskannya untuk menyewa mobil seharga Rp500.000,- per bulan. Akan tetapi, ia bisa tinggal di rumah, sehingga tidak perlu membayar sewa. Namun demikian, ia akan bertanggung jawab untuk membayar utilitas sekitar Rp800.000,-. Setiap bulannya, dia mendapatkan Rp3.000.000,- dari pekerjaannya.
  • Untuk opsi kedua, Dimas akan meninggalkan rumah dan pergi ke perguruan tinggi. Orang tuanya akan membayar apartemen, tetapi dia tidak membutuhkan kendaraan pribadi karena dia akan naik bus antar jemput ke sekolah. Setiap tahun dia akan mengeluarkan utang Rp4.000.000,-. Dan dia akan melalui proses itu selama empat tahun. Akan tetapi, ketika Dimas lulus, dia memperkirakan penghasilan Rp5.500.000,- sebulan.

Untuk mengetahui alternative cost, dia harus mengambil keputusan. Jika Dimas memilih opsi pertama, ia akan menghabiskan Rp500.000,- per bulan untuk biaya sewa kendaraan, dan Rp800.000,- untuk biaya utilitas dan dapat memperoleh penghasilan sebanyak Rp3.000.000,-. Apabila dia memilih opsi kedua, dia harus membayar utang mahasiswa untuk biaya bus selama empat tahun. Konsep biaya peluang  merupakan hilangnya manfaat ketika satu alternatif dipilih dari alternatif yang lain. Contoh lainnya sebagai berikut ini. Misalkan Ova mempunyai uang Rp100.000.000,- dan memilih untuk berinvestasi dalam lini produk yang akan memberikan hasil 5%. Apabila Ova bisa menggunakan uangnya untuk investasi yang berbeda yang memberikan bagi hasil sebanyak 7%, maka perbedaan 2% antara kedua alternatif tersebut adalah biaya peluang yang hilang dari keputusan ini.

Biaya peluang menggunakan waktu alternatif

Biaya peluang tidak selalu harus melibatkan uang. Biaya peluang juga bisa merujuk pada penggunaan waktu alternatif. Sebagai contoh yaitu seseorang yang menghabiskan 20 jam untuk mempelajari keterampilan baru dan seseorang yang menghabiskan 20 jam untuk membaca buku. Meski penggunaan jumlah waktu yang sama, tetapi nilai yang akan dihasilkan oleh seseorang akan berbeda.

Dalam contoh lainnya, mengenai keputusan untuk membelanjakan uang sekarang daripada menginvestasikan uang tersebut dan menghasilkan uang lagi nantinya. Contohnya adalah keputusan untuk pergi berlibur sekarang atau menyimpan uang dan menginvestasikannya di rumah. Masuk kuliah sekarang dengan harapan menghasilkan pengembalian besar dari gelar sarjana setelah beberapa tahun kemudian. Membayar utang sekarang atau menggunakan uang itu untuk membeli aset baru yang bisa digunakan untuk memperoleh laba tambahan.

Berdasarkan penjelasan dan contoh di atas, bisa dilihat bahwa berbagai kebutuhan dan kesempatan membuat manusia memiliki banyak pilihan. Pilihan-pilihan tersebut membutuhkan sebuah perhitungan, salah satunya memutuskannya dengan metode biaya peluang. Berbagai pilihan ini membuat seseorang mempertimbangkan dan mengorbankan satu pilihan daripada pilihan lain.

Proses memilih dan mempertimbangkan tersebut dilakukan untuk mendapat pilihan terbaik, atau keuntungan terbanyak untuk sebuah perusahaan. Kunci ketika menghadapi biaya peluang adalah mempertimbangkan berbagai peluang yang mungkin memberikan manfaat paling besar dan paling perusahaan butuhkan. Dengan begitu, perusahaan pun akan selalu mendapatkan keuntungan terbaik.

Author