Mengenal Keunggulan Kompetitif pada Bisnis

Pernahkah Anda setia dengan satu produk dan tidak ingin beralih ke produk lainnya karena dirasa produk tersebut lebih unggul dari segala aspek? Hal itu berarti menandakan produk tersebut memiliki keunggulan kompetitif atau keunggulan bersaing.

Tentu dengan mengenal keunggulan kompetitif, Anda dapat menyusun strategi bisnis agar lebih menguntungkan dan mendapatkan tempat khusus pada konsumen Anda. Lalu apa sebenarnya keunggulan kompetitif dan bagaimana pengaruhnya dalam manajemen strategi bisnis?

Apa itu Keunggulan Kompetitif?

Keunggulan kompetitif atau keunggulan bersaing adalah kemampuan strategis perusahaan dalam persaingan bisnis. Menurut Michael Porter, ahli strategi bisnis asal Amerika Serikat, keunggulan kompetitif harus mampu menjelaskan dan menanamkan nilai bisnis kepada konsumen sehingga mampu membentuk persepsi tersendiri di mata konsumen. Artinya pebisnis harus meyakinkan konsumen untuk bersedia mengeluarkan waktu dan uangnya untuk mendapatkan manfaat dan nilai sepadan.

Keunggulan kompetitif bisa dikatakan unik, karena setiap perusahaan memiliki keunggulan yang berbeda-beda. Namun apakah perusahaan itu dapat memaksimalkan keunggulan tersebut menjadi nilai yang dapat menguntungkan perusahaan atau sebaliknya.


4 Pertanyaan kunci dalam membangun keunggulan kompetitif

  • Bagaimana pelanggan melihat bisnis Anda?
  • Bagaimana Anda dapat menciptakan nilai di mata konsumen?
  • Kompetensi apa yang dibutuhkan bisnis Anda dari segi sumber daya dan kinerja?
  • Bagaimana pemegang saham menilai bisnis Anda?

Sederhananya seperti ini, keunggulan kompetitif adalah kemampuan dan kelebihan yang dimiliki perusahaan dibanding perusahaan lainnya. Misal, Anda menjual produk jaket serbaguna yang memiliki saku banyak dan anti air dan dijual dengan murah. Hal itu lebih baik jika pesaing hanya menjual jaket yang sama tapi tidak selengkap milik Anda dan dari segi harga pun tidak lebih murah dari produk Anda.

Contoh lainnya kenapa orang cenderung menggunakan Google Ads dibanding dengan layanan pengiklan lainnya? Karena Google memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh pengiklan lain. Misalnya menyediakan harga yang berbeda, terintegrasi dengan software pengolah data, memiliki fitur lengkap dan juga yang paling penting adalah Google dianggap lebih bernilai.

Mungkin Anda bertanya-tanya, jika begitu apa yang membedakan brand awareness dengan keunggulan kompetitif? Jelas berbeda. Jika brand awareness hanya berfokus bagaimana nama dan merek produk itu bisa tersampaikan dan diingat konsumen, maka keunggulan kompetitif adalah proses yang lebih rumit dibanding dengan proses branding karena melibatkan segala aspek seperti investasi, akuntansi, dan nilai ekonomi perusahaan tersebut. Bisa disimpulkan bahwa branding itu adalah bagian dari keunggulan kompetitif.

Kenapa Keunggulan Kompetitif itu Penting?

Tujuan Anda berbisnis tentunya adalah meraih keuntungan atau cuan. Untuk meraih keuntungan maksimal sehingga perusahaan bisa tetap bertahan, perusahaan perlu memiliki keunggulan kompetitif. Dengan keunggulan kompetitif, Anda bisa bersaing di tengah persaingan bisnis. Dari sini saja Anda sudah memahami dasar keuntungan keunggulan kompetitif pada bisnis.

Namun keunggulan kompetitif tidak hanya menguntungkan Anda saja sebagai pelaku bisnis, namun konsumen dan juga calon investor. Bagi konsumen, Anda dapat memberikan nilai guna pada produk Anda, artinya Anda bisa menjawab kebutuhan konsumen melalui produk-produk Anda.

Bagi investor, keunggulan kompetitif bisa menjadi alat ukur untuk menilai kelayakan dan kinerja bisnis. Apakah perusahaan dapat memberikan return of investment yang baik bagi para investor atau tidak.

Baca juga: Kenali 22 Model Bisnis yang Perlu Diketahui Startup!

Strategi keunggulan Kompetitif

Keunggulan kompetitif menggambarkan situasi usaha memiliki kemampuan untuk mencapai keinginan konsumen dibanding pesaingnya. Proses keunggulan persaingan sangat sensitif karena sifatnya yang cepat dan berubah-ubah. Para pelaku dalam persaingan bisnis akan selalu berlomba-lomba untuk meningkatkan keunggulan kompetitif. Selain itu keunggulan kompetitif dikatakan sensitif karena jika Anda salah menerapkan strategi, keunggulan kompetitif bisa jadi mimpi buruk bagi bisnis Anda.

Dua faktor pembentuk keunggulan kompetitif: sumber daya yang unggul dan kinerja perusahaan yang baik

Dalam menyusun strategi keunggulan bersaing, ada dua faktor yang perlu Anda perhatikan. Pertama, sumber daya yaitu seberapa mampu Anda memproduksi barang, dan kedua adalah kinerja yaitu seberapa mampu Anda mengolah barang yang sudah jadi tersebut mampu disampaikan kepada konsumen.

Lalu apa yang harus dilakukan? Nah, berikut ragam strategi keunggulan bersaing yang dapat Anda terapkan.

Strategi Cost Leadership (Strategi Biaya Rendah)

Strategi ini dicetuskan oleh Michael Porter. Strategi berbiaya rendah ini sebenarnya sama saja dengan strategi tarik ulur atau trade off. Dimana perusahaan meningkatkan value produk namun menurunkan harga. 

Value yang dimaksud adalah nilai persepsi konsumen terhadap produk Anda. Biasanya strategi ini ditujukan untuk konsumen yang peka terhadap harga murah dan tidak membutuhkan merek produk untuk mengambil keputusan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Anda harus memperhatikan dua faktor; sumber daya dan kinerja. Untuk menerapkan strategi ini, Anda harus memiliki teknologi yang baik, kemampuan untuk optimasi kapasitas, kemampuan untuk menekan harga, dan kemudahan akses bahan baku.

Strategi cost leadership bisa diterapkan apabila Anda berbisnis pada pasar komoditi atau produk yang banyak digunakan oleh masyarakat.

Strategi Diferensiasi

Strategi ini sebenarnya strategi yang cukup umum dilakukan pada pasar red ocean atau pasar yang memiliki banyak persaingan. Singkatnya, Anda harus memahami perbedaan yang dimiliki oleh produk Anda agar mampu mendapatkan konsumen Anda sendiri.

Misalnya saja Anda dapat menambahkan fitur tertentu pada produk Anda untuk memberikan pengalaman berbeda yang tidak bisa diberikan oleh pesaing. Lainnya, Anda bisa menambah daya tahan produk Anda, atau keunikan rasa misalnya membuat resep rahasia pada produk Anda.

Contoh strategi diferensiasi pada produk smartphone dimana Apple memiliki fitur keamanan dan eksklusifitas, sedangkan produk Android lebih pada kustomisasi dan terbuka.

Strategi Fokus

Strategi fokus bisa dibilang gabungan dari strategi diferensiasi dan biaya rendah. Strategi fokus ini adalah dimana Anda dapat menyasar pada pasar yang lebih spesifik atau niche. Namun seperti kata pepatah, different doesn’t mean you are great. Artinya berbeda bukan berarti ada peluang di sana.

Ada syarat yang harus diperhatikan dalam melaksanakan strategi fokus. Pertama, di pasar tersebut memiliki potensi yang cukup baik dan berkelanjutan, kedua tidak ada pesaing di dalamnya atau memiliki pesaing yang sangat sedikit.

Biasanya strategi ini berfokus melayani pasar tertentu, lokasi tertentu, dan juga kelompok masyarakat tertentu. Contoh, produsen mobil mewah yang sulit ditemukan di Indonesia. 

Strategi Inovasi

Seperti namanya, strategi ini cocok untuk Anda berlayar pada market blue ocean. Artinya masih belum ada pesaing dan memungkinkan Anda untuk menjadi pionir pada pasar tersebut. Strategi ini sebenarnya ada dua macam; mengembangkan produk yang sudah ada atau membuat produk baru yang belum ada. 

Contoh strategi inovasi adalah ojek online, dimana pada saat itu ojek online menjadi solusi di tengah skeptisme ojek online dan menjadi penggerak pasar baru di bidang transportasi.

Strategi Pertumbuhan

Strategi ini juga umum dilakukan dimana Anda sebagai pelaku bisnis melebarkan jangkauan produk, melakukan diversifikasi, atau menambah supporting product.

Strategi Aliansi

Strategi aliansi atau strategi peran pelengkap adalah dimana adanya kerjasama baik antar pebisnis, pebisnis-konsumen, pebisnis-penyuplai, pebisnis-produsen, dan hubungan bisnis lainnya dan menghadirkan solusi praktis dan baru. Contoh dari strategi aliansi adalah Samsung dan Google bekerja sama menelurkan sistem operasi android.

Baca juga: Competitive Advantage dalam Bisnis di Tengah Pandemi Corona

Analisis Sumber Daya dengan VRIO

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, keunggulan kompetitif sangat bergantung pada sumber daya dan juga kinerja organisasi. Bagaimana keduanya dapat menyajikan suatu produk yang bernilai bagi masyarakat.

Dalam mengidentifikasi kualitas sumber daya, ada istilah bernama VRIO, yaitu singkatan dari valuable, rare, imitate, dan organized. Sumber daya yang baik dalam menciptakan keunggulan kompetitif adalah mereka harus memiliki empat poin tersebut. Penjabaran mengenai VRIO sebagai berikut.

Value

Perusahaan harus mampu memberikan nilai ekonomi pada sumber daya manusia itu sendiri, misalnya menggunakan teknologi dalam mempercepat pekerjaan dan produksi dan memiliki tenaga kerja yang andal dalam menyusun strategi dan menggerakan bisnis.

Rare

Sumber daya yang harus dimiliki perusahaan haruslah unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lainnya. Misalnya resep rahasia yang Anda miliki dalam menjalankan bisnis kuliner.

Imitate

Artinya sumber daya yang dapat ditiru dan tidak dapat ditiru. Semakin mudah produk ditiru maka persaingan pasar akan semakin sempurna sedangkan jika sumber daya yang Anda miliki sukar ditiru, Anda bisa menjadi lebih kuat dalam persaingan. 

Organized

Artinya yaitu bagaimana sumber daya tersebut dapat diatur dan dikelola dengan baik sehingga dapat menciptakan sumber daya yang memiliki nilai, sukar ditiru, dan unik. Bisa dibilang, organized adalah gabungan dari keempat faktor sebelumnya.

Dapatkan eBook gratis Panduan Lengkap Evaluasi dan Perencanaan Bisnis hanya di Jurnal!

Alat Ukur Keunggulan Kompetitif

Keunggulan kompetitif dalam bisnis juga perlu diukur. Apakah layak atau tidak dikatakan bisnis tersebut telah unggul untuk bersaing. Ada dua alat pengukuran yaitu balanced scorecard dan juga triple bottom line.

Balanced Scorecard

Balanced scorecard adalah alat pengukuran yang wajib dimiliki oleh perusahaan baik dalam kelayakan bisnis dan juga keunggulan dan berkompetisi. Singkatnya ada empat perspektif yang harus dinilai pada bisnis Anda apakah layak untuk menyandang keunggulan kompetitif.

  • Perspektif keuangan – Seberapa mampu perusahaan mengelola keuangan bisnisnya. Mulai dari perencanaan, operasional, hingga pembelian bahan-bahan produksi.
  • Perspektif konsumen – meliputi seberapa loyal konsumen Anda, bagaimana kepuasan konsumen Anda, nilai apa yang dipandang konsumen terhadap produk Anda, dan juga seberapa banyak pelanggan yang Anda dapatkan.
  • Perspektif internal – mengukur bagaimana kualitas proses kegiatan internal bisnis secara keseluruhan mulai dari perencanaan, operasional, dan evaluasi.
  • Perspektif SDM Perusahaan (learning and growth) – Sebagai indikator bagaimana karyawan Anda dapat berkontribusi pada bisnis Anda dan kompetensi yang dimiliki karyawan Anda.

Triple Bottom Line

Alat ukur yang kedua adalah triple bottom line yang terdiri dari people, profit, dan planet. Dimana sebuah bisnis bisa dikatakan memiliki keunggulan kompetitif jika tiga faktor tersebut saling beririsan atau ketiganya dimiliki pada bisnis Anda.

People artinya bagaimana bisnis Anda memiliki nilai manfaat bagi Anda, konsumen, dan masyarakat sekitar lingkungan usaha Anda. Planet seberapa perusahan Anda peduli terhadap lingkungan, apa dampak yang diberikan usaha Anda pada lingkungan. Sedangkan profit adalah bagaimana bisnis yang Anda jalankan memberikan keuntungan bagi Anda.

Jika people, profit, dan planet tidak dimiliki oleh usaha Anda, bisa dikatakan perusahaan Anda belum memiliki kemampuan bersaing.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, keunggulan kompetitif sangat erat kaitannya dengan teknologi dalam meningkatkan kemampuan bisnis Anda dalam bersaing. Mulai dari teknologi produksi, teknologi tata kelola SDM, hingga teknologi keuangan seperti software akuntansi. Dimana peran teknologi pada bisnis sangat penting pada era industri serba internet dan serba cepat.

Pelajari selengkapnya tentang Jurnal, software akuntansi berbasis cloud yang memiliki fitur lengkap mulai dari laporan keuangan hingga rekonsiliasi bank. Dapatkan demo gratis 14 hari untuk mendapatkan pengalaman mudahnya membuat laporan keuangan bisnis Anda!


PUBLISHED13 May 2020
Hafidh
Hafidh

SHARE THIS ARTICLE: