Melek Finansial: Pengertian, Manfaat, Ciri-ciri, dan Cara Penerapannya

Di era serba modern seperti sekarang, kalangan anak muda seharusnya sudah memahami betapa pentingnya mengatur finansial sejak dini.

Dengan melek finansial seseorang bisa menata keuangannya dengan baik dan mempersiapkan masa depan yang lebih cerah.

Tidak hanya itu, tapi juga bermanfaat melindungi uang dari inflasi, menambah penghasilan, dan meningkatkan nilai uang. Biasanya anak muda yang melek keuangan akan menjadikan investasi sebagai gaya hidup mereka dan.

Apa itu Melek Finansial?

Bagi yang belum paham, melek finansial bisa disebut juga sebagai literasi keuangan. Jadi, literasi keuangan merupakan suatu pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang dapat mempengaruhi perilaku atau sikap seseorang, dalam mengelola keuangan menjadi lebih baik lagi.

Demi mendapatkan mencapai kesejahteraan finansial di masa sekarang dan masa mendatang. Pemahaman mengenai pentingnya melek finansial memiliki berbagai tujuan yang di antaranya ialah:

  • Untuk meningkatkan kualitas dalam pengambilan keputusan keuangan supaya seseorang dapat menata keuangannya dengan baik
  • Mengubah sikap dan perilaku seseorang dalam mengelola keuangannya agar menjadi lebih baik lagi

Jadi, secara garis besar bisa disimpulkan bahwa melek finansial atau literasi keuangan merupakan hal yang mengacu, pada kemampuan memahami dan menerapkan keterampilan manajemen keuangan. Contoh  seperti melakukan investasi dan penganggaran dengan cara yang bijak.

Tidak hanya itu, literasi keuangan juga mencakup kemampuan, dalam memahami prinsip dan konsep keuangan lainnya yang di antaranya:

  • Mengelola utang
  • Menerapkan teknik tabungan
  • Merencanakan masa depan keuangan
  • Memahami dan menghitung bunga majemuk
  • Hingga memahami prinsip waktu sebagai uang.

Manfaat Melek Finansial untuk Menata Keuangan

Mengapa melek finansial penting? Manajemen keuangan sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan dalam jangka panjang. Untuk itu, kalangan anak muda sudah seharusnya mulai memahami dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

Melek finansial melibatkan kemampuan dalam mengelola keuangan pribadi dengan efisien. Serta membuat keputusan yang tepat dan terdidik dalam mengatur keuangan pribadi. Berikut beberapa manfaat literasi keuangan yang harus diketahui:

  • Mengembangkan Kebiasaan Belanja yang Lebih Baik

Dengan memahami literasi keuangan, seseorang bisa lebih terbantu untuk tetap sadar akan kebiasaan belanjanya. Dengan melacak daftar pengeluaran bulanannya, seseorang dapat mengelola tagihannya dengan lebih baik.

Serta membuat orang tersebut dapat membuat anggaran dan rencana menabung untuk tujuan jangka panjang dan pendek. Dengan mengetahui seberapa banyak uang yang dibelanjakan, orang tersebut akan tahu berapa banyak uang yang bisa dia tabungan dan investasikan.

  • Menyadari akan Pentingnya Dana Darurat

Dengan melek finansial, seseorang akan memahami pentingnya mempunyai rekening tabungan khusus yang bisa digunakan, untuk keadaan darurat atau peristiwa tak terduga. Untuk mengumpulkan dana darurat, seseorang perlu menyisihkan sebagian gajinya setiap bulan di rekening tabungan khusus.

Hal itu dilakukan agar uang tersebut tidak tercampur di rekening untuk bertransaksi dan  menerima gaji. Serta untuk meminimalisir uang tersebut terpakai untuk belanja sehari-hari atau untuk membeli sesuatu yang tidak diperlukan.

  • Memiliki Pengetahuan yang Cukup Tentang Keuangan

Manfaat pentingnya melek finansial tidak berhenti sampai di situ saja, dengan memiliki pemahaman literasi keuangan yang mumpuni. Seseorang dapat berkomunikasi dengan baik mengenai keuangan, akuntansi, bisnis, atau pengelolaan uang.

Tidak hanya itu, orang yang melek finansial juga bisa dengan mudah memahami dokumen yang memiliki jargon keuangan. Misalnya seperti surat penawaran atau surat promes, perjanjian kartu kredit, dan lainnya.

  • Dapat Membuat Keputusan Keuangan dengan Lebih Baik

Memahami literasi keuangan sejak dini, akan membantu seseorang membuat keputusan keuangan dengan bijak. Orang tersebut bisa membuat keputusan yang lebih terdidik dan terencana tentang hipotek, kartu kredit, dan cara mengatur utang. Orang yang tidak memahami literasi keuangan sama sekali, cenderung menjadi korban pinjaman predator, penipuan, hingga terjerat suku bunga pinjaman yang tinggi.

Hal ini termasuk juga dalam mengelola akuntansi bisnis dengan software akuntansi yang berurusan dengan keuangan perusahaan sehingga manfaat ini tak hanya untuk pribadi tetapi dapat juga dalam urusan bisnis.

Ciri-ciri Masyarakat yang Sudah Melek Finansial

Saat ini sudah banyak orang yang tahu akan pentingnya melek finansial, terutama dari kalangan anak muda. Di era serba cepat seperti sekarang, memahami serba-serbi tentang keuangan tidak harus menunggu hingga usia tua.

Justru, mulai dari muda seseorang harus mengetahui bagaimana cara mengatur dan mengelola keuangannya dengan baik. Nah, berikut ini beberapa ciri-ciri orang yang sudah melek finansial:

  • Mengetahui Poin-Poin Penting dalam Keuangan

Memahami literasi keuangan harus dimulai dengan memahami beberapa poin-poin penting dalam keuangan. Beberapa kunci utama atau poin penting tersebut di antaranya meliputi:

  • Keterampilan dalam membuat anggaran
  • Kemampuan dalam melacak pengeluaran
  • Membuat strategi untuk melunasi hutang
  • Serta perencanaan pensiun yang dibuat secara efektif
  • Memiliki Anggaran Pribadi

Ciri-ciri orang yang sudah melek finansial berikutnya yaitu sudah memiliki anggaran pribadi. Selain, memahami poin-poin penting tentang keuangan di atas, tentu saja seseorang harus menerapkannya di kehidupan nyata.

Ketika orang tersebut sudah menerapkan poin-poin penting di atas, pastinya dia sudah memiliki anggaran pribadi untuk dirinya.  Anggaran pribadi tidak hanya membuat seseorang tahu berapa besar uang yang diperoleh atau terima.

Tapi, juga juga dapat membuat orang tersebut mampu melacak berapa banyak uang yang dia pakai. Tanpa membiasakan hal tersebut seseorang akan lebih kesulitan, dalam menentukan perubahan atau menentukan tujuan keuangannya di masa mendatang.

  • Memenuhi Kewajibannya dengan Baik

Hal selanjutnya yang menjadi ciri-ciri orang yang sudah melek finansial yaitu tahu dan punya strategi untuk melunasi utang dan memenuhi semua kewajibannya. Orang yang sudah memahami literasi keuangan setidaknya, harus tahu dan bisa membayar dan memenuhi kewajibannya dengan baik.

  • Tahu Bagaimana Cara Berhemat

Ciri-ciri seseorang sudah melek finansial selanjutnya, yaitu mengetahui bagaimana cara berhemat. Ini karena orang yang melek secara finansial akan sadar betapa pentingnya berhemat. Sehingga mereka tidak membeli dan menggunakan sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Sebaliknya, orang tersebut akan mencari produk dengan potongan harga dan penawaran promo tertentu, membeli produk dengan kualitas yang sama tapi dengan harga lebih murah, hingga menghindari gaya hidup yang terlalu boros.

  • Memiliki Penghasilan Pasif

Ciri-ciri atau tanda orang yang sudah melek finansial terakhir adalah memiliki penghasilan pasif. Penghasilan pasif akan menjadi penyelamat, ketika penghasilan utama sedang terganggu karena suatu masalah.

Lalu apa saja yang dapat mendatangkan penghasilan pasif? Bentuk penghasilan pasif sangat beragam, penghasilan pasif yang paling umum adalah:

  • Investasi bisa dalam bentuk modal, contohnya seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lain-lain
  • Aset contohnya seperti properti dan kendaraan
  • Rekening dana pensiun yang memiliki bunga cukup tinggi

Bagaimana Cara Melek Finansial?

Semua orang memiliki kemampuan untuk berusaha mendapatkan penghasilan yang tinggi, tapi tidak banyak yang bisa mengelola keuangan dengan baik. Jadi, seberapapun gaji atau pendapatan yang diperoleh, tetap saja tidak bisa membuat kehidupan dan masa depan menjadi lebih baik.

Agar mampu mengelola dan mengatur keuangan dengan baik, seseorang harus memahami dan menerapkan literasi keuangan. Pentingnya melek finansial bagi kalangan anak muda bertujuan agar mereka bisa menata masa depannya menjadi lebih baik.

Lalu bagaimana cara melek finansial? Sebenarnya tidak sulit jika orang tersebut sungguh-sungguh memahami dan menerapkannya. Berikut ini beberapa cara supaya bisa mengatur dan mengelola keuangan dengan baik:

  1. Membuat Perencanaan Keuangan dengan Matang

Membuat perencanaan keuangan ini sebenarnya harus dilakukan sejak dari awal memiliki penghasilan. Maka sejak saat itu, seseorang bisa mengatur keuangannya dengan lebih bijak.

Dengan menyusun manajemen keuangan orang tersebut, sudah membuat strategi pertama yang sering dilewatkan banyak orang. Karena mereka menganggap perencanaan keuangan, hanya untuk orang-orang dari kalangan pebisnis dan orang-orang yang memiliki penghasilan tinggi.

Akan lebih baik lagi jika membuat perencanaan keuangan sejak masih sekolah. Dengan begitu akan lebih terbiasa dalam merencanakan keuangan sehingga akan terbawa hingga dewasa.

Untuk membuat perencanaan keuangan, pertama harus membuat target pencapaian keuangan tiap bulannya. Lalu terus lakukan evaluasi sampai benar-benar memahami dan mempraktikkan rencana keuangan tersebut hingga berhasil.

  1. Menyiapkan Dana Darurat

Bagaimana cara melek finansial yang selanjutnya yaitu dengan mempersiapkan dana darurat. Bagi yang belum tahu, dana darurat adalah salah satu cara mengelola keuangan yang cukup sederhana.

Jadi, cukup sisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung di rekening khusus hingga terkumpul sesuai dengan jumlah yang diinginkan. Untuk menentukan jumlah dana darurat yang ideal seseorang harus menyesuaikannya dengan pengeluaran bulannya.

Dengan memiliki dana darurat, seseorang tidak perlu khawatir lagi, mencari pinjaman uang atau menjual barang-barang berharganya, untuk mengatasi peristiwa darurat tersebut.

Lalu apa saja peristiwa darurat yang di maksud di sini? Peristiwa darurat adalah peristiwa tak terduga yang bisa terjadi kapan saja, misalnya seperti:

  • Rumah kebakaran
  • Usaha bangkrut
  • Mengalami kecelakaan
  • Jatuh sakit parah
  • Dan masalah genting lainnya yang membutuhkan banyak uang

Jadi, masalah darurat yang dimaksud di sini merupakan masalah serius yang perlu segera ditangani. Lalu bagaimana jika tidak mengalami peristiwa darurat dalam beberapa tahun terakhir? Apakah uang tersebut bisa digunakan untuk menyenangkan diri?

Tentunya tidak, karena tujuan utama mengumpulkan uang tersebut, untuk mempersiapkan diri ketika mengalami keadaan atau peristiwa darurat. Jadi, sebaiknya gunakan dana tersebut untuk berinvestasi di instrumen yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi.

Supaya mudah dicairkan sewaktu-waktu ketika mengalami keadaan darurat, dengan begitu dana darurat tersebut akan berkembang dan mendapat tambahan nilai saat digunakan berinvestasi.

  1. Hati-hati Ketika Menggunakan Kartu Kredit

Orang-orang yang melek finansial pasti akan sangat hati-hati ketika menggunakan kartu kreditnya. Pasalnya, kartu kredit bukan dompet kedua yang bisa digunakan sesuka hati untuk membeli dan menggunakan berbagai keperluan atau layanan yang sebetulnya tidak terlalu penting.

Ingat bahwa kartu kredit merupakan alat pembayaran yang setiap bulannya harus dilunasi. Oleh karena itu, banyak di antara orang-orang yang sudah paham tentang literasi keuangan tidak mau mengajukan pembuatan kartu kredit di bank.

Memiliki kartu debit sudah cukup bagi mereka untuk melakukan berbagai transaksi, selain tidak menambah beban keuangan. Berbelanja dengan kartu debit atau dengan uang tunai lebih nyaman bagi mereka karena tidak perlu lagi memikirkan tagihan kartu kredit.

Jika, sudah terlanjur menggunakan kartu kredit untuk melakukan transaksi sehari-hari, sebaiknya jangan tergiur dengan berbagai penawaran promo dan cashback. Karena pada umumnya orang yang tergiur dengan penawaran tersebut cenderung boros dan susah mengontrol keuangannya.

  1. Melek Investasi

Supaya menjadi orang yang melek finansial, orang tersebut juga harus melek akan investasi. Karena investasi termasuk dalam bagian cara mengelola dan mengembangkan keuangan.

Dengan berinvestasi seseorang dapat mendapatkan penghasilan pasif dan mengembangkan kekayaannya menjadi lebih efektif lagi.

Apabila belum memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi di instrumen berskala besar. Anda bisa memulainya dengan membeli produk investasi bermodal kecil, seperti reksa dana, e-emas, dan obligasi secara online.

Beberapa instrumen investasi tersebut bisa dimulai dengan modal kecil, bahkan dengan uang ratusan ribu saja. Tentunya ini akan sangat memudahkan para anak muda yang belum memiliki penghasilan yang mapan tapi ingin belajar berinvestasi.

Tapi, jangan lupa untuk mempelajari dan memahami setiap instrumen investasi yang akan digunakan, karena banyak kasus orang tertipu investasi bodong karena iming-iming imbal hasil yang tinggi. Jika, masih belajar dan belum mengerti apa-apa tentang instrumen yang akan digunakan.

Sebaiknya jangan berinvestasi dulu, tunggu hingga benar-benar memahami apa kekurangan dan kelebihan, serta cara kerja dari instrumen tersebut. Pasalnya, investasi bukan hal yang bisa dilakukan secara frontal tapi membutuhkan proses agar mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Pangkas Pengeluaran dan Mulai Berhemat

Agar bisa disebut sebagai orang yang sudah melek finansial tentunya harus pintar menghemat pengeluaran, dengan memangkas kebutuhan yang tidak terlalu penting. Terutama bagi orang-orang yang belum bisa menaikkan pendapatan atau mendapatkan penghasilan tambahan.

Maka jalan terbaik untuk mengelola keuangan dengan baik yaitu dengan mulai berhemat. Supaya kondisi keuangan tetap sehat dan stabil, serta bisa mulai menyisihkan uang untuk ditabung dan diinvestasikan.

Cara memangkas pengeluaran yaitu dengan menjalani hidup sederhana, misalnya ingin membeli mobil untuk pergi bekerja. Tapi dana yang dimiliki hanya sebesar 30 juta maka ada dua keputusan yang bisa dipilih, yaitu menggunakan uang tersebut untuk DP kredit mobil atau membeli sepeda motor secara tunai.

Perlu diketahui memiliki mobil dengan penghasilan yang pas-pasan akan cukup menyulitkan, apalagi jika hanya digunakan untuk kebutuhan pamer dan gaya-gayaan.

Pajak dan biaya perawatannya juga harus diperhatikan karena memang tidak murah, menggunakan sepeda motor untuk pergi bekerja bukanlah hal yang memalukan.

Ditambah lagi biaya perawatan dan pajak sepeda motor juga lebih terjangkau, sehingga Anda bisa menggunakan sisa uang untuk kebutuhan lain atau diinvestasikan. Hidup sederhana tanpa beban tanggung jawab utang akan lebih nyaman dan menyenangkan.

  1. Lunasi Utang

Orang yang tahu betapa pentingnya melek finansial pasti akan menghindari berhutang atau membeli barang secara kredit, dan lebih suka menggunakan uangnya untuk ditabung dan berinvestasi.

Mengajukan kredit kendaraan atau mengajukan pinjaman uang sangat tidak disarankan, untuk orang yang memiliki kondisi keuangan pas-pasan. Tapi, jika sudah terlanjur mengajukan pinjaman sebaiknya, prioritaskan kewajiban tersebut setelah memenuhi kebutuhan pokok.

Jangan sampai uang untuk mengangsur pinjaman digunakan, untuk membeli hal-hal yang tidak penting yang hanya sekedar untuk kesenangan semata. Misalnya untuk pergi liburan, membeli mobil handphone baru, dan kebutuhan gaya hidup lainnya.

  1. Dapatkan Penghasilan Tambahan

Ingat ciri-ciri orang yang sudah melek finansial di atas? Dari penjelasan di atas tersebut menyatakan bahwa ciri-ciri orang yang sudah paham mengenai literasi keuangan, pasti tahu betapa pentingnya mencari penghasilan tambahan.

Untuk mendapatkan penghasilan tambahan, seseorang tidak perlu menunggu hingga memiliki banyak uang untuk membuka usaha sampingan. Dengan memanfaatkan internet dan gadget, seseorang sudah bisa menghasilkan pendapatan tambahan.

Salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang paling mudah dan tidak membutuhkan keahlian, yaitu menjadi dropshipper, reseller, dan affiliate.

Jika, dirasa memiliki kemampuan atau keahlian di suatu bidang Anda bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Misalnya menjadi penulis freelance, jasa desain grafis, penerjemah, dan pekerjaan sampingan lainnya. Tapi, jika memiliki modal yang cukup bisa juga mendapatkan penghasilan tambahan dengan membuka bisnis atau usaha.

  1. Pisahkan Tabungan dan Investasi

Orang yang melek finansial pasti tahu takaran yang ideal untuk menabung dan berinvestasi, karena menabung dan berinvestasi merupakan dua tindakan yang harus dipisahkan.

Jadi, menganggap bahwa menabung adalah bagian dari investasi dan investasi adalah bagian dari menabung, merupakan pemahaman yang kurang tepat. Menabung adalah upaya untuk mengumpulkan uang untuk tujuan tertentu, sementara investasi adalah kegiatan untuk mengembangkan dan menambah nilai uang untuk tujuan tertentu.

  1. Persiapan Dana Pensiun Sejak Dini

Semua orang pasti akan menua dan produktivitasnya pun akan menurun, tapi kebutuhan hidup mereka harus terus terpenuhi. Oleh karena itu, orang yang melek finansial pasti akan mempersiapkan dana pensiunnya sejak dini.

Mempersiapkan dana pensiun dianjurkan dilakukan sejak di usia muda, di mana orang tersebut masih bisa giat bekerja. Cara paling mudah untuk merencanakan dana pensiun yaitu dengan menyisihkan sebagian pendapatan di rekening khusus untuk dana pensiun.

Ketika sudah terkumpul cukup banyak, gunakan uang tersebut, untuk berinvestasi di instrumen yang aman dan berpotensi mendatangkan keuntungan dalam jangka panjang. Dengan begitu Anda akan mendapatkan tambahan nilai dari keuntungan investasi tersebut. Sehingga dana pensiun pun bisa terkumpul dan mencapai target dengan lebih cepat.

Itulah cara melek finansial yang bisa mulai diterapkan untuk mengelola dan menata keuangan menjadi lebih baik. Anda bisa menggunakan software keuangan untuk  mengatur dan mengelola finansial bisnis Anda.

Kategori : Keuangan

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo