Mungkin masih banyak dari Anda yang mengartikan marketing sama dengan sales, meskipun sangat berkaitan erat dengan bisnis dan customer namun sebenarnya marketing dan sales adalah dua hal yang sangat berbeda. Mulai dari pengertian, proses kerja, ruang lingkup pekerjaan, prioritas dan fungsi yang berbeda membuat sales dan marketing tidak dapat disamakan.

Pengertian Marketing

Dalam pengertiannya sendiri, sales atau penjualan adalah suatu aktivitas atau bisnis menjual produk atau jasa dari penjual kepada pembeli dengan harga tertentu. Sedangkan marketing atau pemasaran adalah aktivitas, serangkaian institusi, dan proses menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia (source: wikipedia). Karena itu dapat diartikan bahwa sales atau penjualan lebih kepada aktivitas menjual suatu produk atau jasa, sedangkan pemasaran atau marketing merupakan strategi yang dibuat untuk dapat meningkatkan penjualan di dalam suatu bisnis tertentu.

Fungsi Marketing

Tujuan utama dari sebuah bisnis adalah untuk mendapatkan laba dengan memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat sebagai target pasar, oleh karena itu fungsi marketing tidak dapat dipisahkan dari bisnis itu sendiri karena sangat berkaitan dengan strategi-strategi yang dapat menarik customer sehingga terdapat peningkatan penjualan yang berdampak pada meningkatnya laba perusahaan sehingga tujuan utama dari bisnis dapat tercapai.

Untuk dapat mencapai tujuan dari bisnis tersebut, marketing memiliki fungsi-fungsi penting dalam perusahaan yang dibagi menjadi tiga jenis. Fungsi-fungsi tersebut adalah fungsi pertukaran, fungsi distribusi fisik dan fungsi perantara. Setiap fungsi tentu memiliki kegiatan dan implementasi yang berbeda-beda dalam bisnis.

Baca juga: Membaca Tren HR 2020, Kolaborasi Pendekatan Data dan Manusia dengan Bantuan Teknologi

a. Fungsi Pertukaran

Fungsi yang pertama dari marketing atau pemasaran adalah fungsi pertukaran, fungsi pertukaran diartikan agar konsumen dapat membeli produk dengan melakukan penukaran. Penukaran disini dapat berupa penukaran uang dengan barang ataupun barang dengan barang dalam melakukan jual-beli, produk yang ditukar bisa digunakan sendiri ataupun dijual kembali.

b. Fungsi Distribusi Fisik

Fungsi yang kedua dari marketing adalah fungsi distribusi fisik, distribusi fisik pada produk dilakukan dengan cara mengangkut dan menyimpan produk dari produsen yang akan diberikan atau dijual kepada konsumen. Pengangkutan dilakukan dengan berbagai cara dan moda transportasi seperti darat, laut dan udara. Sedangkan penyimpanan dilakukan dengan cara mengendapkan dan menjaga jumlah pasokan sehingga tidak ada kekurangan saat produk dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

c. Fungsi Perantara

Fungsi terakhir yang dimiliki oleh marketing adalah fungsi perantara yang berfungsi sebagai pembiayaan, pencarian informasi, pengelompokan produk dan lain sebagainya untuk dapat menyampaikan produk kepada konsumen. Fungsi ini menghubungkan kedua fungsi lainnya yaitu fungsi pertukaran dan distribusi fisik.

Peran Marketing Dalam Bisnis

Setelah mengetahui fungsi dari marketing yaitu fungsi pertukaran, distribusi fisik dan perantara, Anda akan lebih mudah memahami pentingnya peran marketing dalam suatu bisnis. Namun, selain mengetahui dan memahami fungsi dari marketing di dalam bisnis, ada baiknya Anda juga memahami pentingnya peran marketing dalam suatu bisnis.

a. Sebagai Sales

Salah satu peran utama marketing dalam bisnis adalah sebagai sales atau penjualan, karena sepertinya yang kita ketahui salah satu unsur penting dari sebuah bisnis adalah laba yang didapatkan dari proses penjualan suatu barang atau jasa yang dihasilkan dari bisnis tersebut.

b. Sebagai Promosi

Marketing juga berperan untuk mempromosikan bisnis dan produk yang dihasilkan bisnis tersebut, baik berupa barang maupun jasa. Tujuannya adalah agar masyarakat sebagai target konsumen dari bisnis tersebut dapat mengenal produk tersebut dan meningkatkan laba bisnis dengan meningkatkan potensi penjualan.

c. Riset dan Pengembangan

Selain berperan sebagai sales dan promosi, marketing juga berperan dalam hal riset dan dan pengembangan produk agar produk yang disediakan bisnis selalu up to date dan dapat memenuhi kebutuhan pasar yang berubah-ubah. Hal ini bertujuan agar dapat meningkatkan penjualan dan laba perusahaan. Marketing harus melakukan riset kebutuhan konsumen dan melakukan inovasi tertentu terhadap produk yang dimiliki perusahaan, serta memastikan apakah produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan konsumen atau perlu dilakukan pengemangan kembali.

d. Implementasi dari Konsep Marketing Communication

Marketing communication atau komunikasi pemasaran merupakan suatu bidang dalam komunikasi yang bertugas menjalankan strategi komunikasi dalam mengkomunikasikan suatu produk, oleh karena itu marketing sebagai pelaku marketing communication harus memiliki peran dalam membangun hubungan baik antara perusahaan dan konsumen dengan cara melakukan komunikasi yang baik pula.

Marketing Plan dan Marketing Strategy

Dengan menerapkan marketing communication yang baik untuk membangun hubungan yang baik dengan konsumen, hal lain yang harus dilakukan tim marketing adalah membuat marketing plan dan menjalankan marketing strategy dengan baik. Anda mungkin mengira bahwa marketing strategy dan marketing plan merupakan satu hal yang sama, namun sebenarnya kedua hal tersebut merupakan suatu kesatuan yang sebenarnya berbeda.

a. Marketing Plan

Serangkaian proses yang sistematis dan terkoordinasi dari manajemen yang mengarah kepada strategi pemasaran dengan tujuan untuk mencapai sasaran sehingga rencana pemasaran (marketing plan) dapat tercapai. Jadi marketing plan adalah hal yang akan menggerakkan marketing strategi dalam sebuah bisnis.

b. Marketing Strategy

Dalam pengertiannya, marketing strategy atau strategi pemasaran mencakup tentang ‘apa’ yang ingin Anda capai dalam tujuan meningkatkan laba dalam bisnis yang akan diterima oleh perusahaan dengan usaha yang Anda lakukan. Contohnya seperti Anda harus memberikan informasi mendetail kepada konsumen tentang produk apa saja yang Anda tawarkan dan juga keunikan produk Anda dari produk-produk lain yang serupa.

Jenis-jenis Marketing

Pada dasarnya marketing memiliki ruang lingkup yang cukup luas yang dibagi menjadi berbagai jenis yang tergantung tiga hal penting dalam marketing strategy dan marketing plan yaitu pada target pasar, teknik pemasaran dan alat yang digunakan. Jenis marketing yang berbeda-beda tentu membuat cara pengimplementasiannya berbeda pula, untuk lebih memahami ketiga jenis marketing tersebut, berikut adalah penjelasan detail dari jenis-jenis marketing.

a. Berdasarkan Target Pasar

Salah satu hal penting yang mempengaruhi marketing strategy dan marketing plan adalah target pasar di dalam sebuah bisnis, hal ini dikarenakan dalam merencanakan dan proses pembuatan sebuah produk perusahaan harus memahami terlebih dahulu target pasar sehingga produk yang dibuat dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang dituju. Berdasarkan target pasarnya, marketing dibagi menjadi empat jenis yaitu:

  • Business to Business (B2B), yang adalah teknik pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk menargetkan perusahaan lain atau bisnis kepada bisnis lainnya dengan menawarkan produk yang dapat memajukkan bisnis lain tersebut.
  • Business to Consumer (B2C), adalah teknik pemasaran yang dilakukan untuk menargetkan konsumen masyarakat pada umumnya.
  • Consumer to Consumer (C2C), teknik pemasaran yang ditujukan dari konsumen untuk konsumen lainnya.
  • Business to Government (B2G), adalah teknik pemasaran yang dilakukan dari bisnis untuk instansi pemerintah

b. Berdasarkan Teknik Pemasaran

Seperti hal nya target pasar, teknik pemasaran juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat marketing strategy dan marketing plan. Hal ini dikarenakan teknik pemasaran menentukan persepsi konsumen terhadap produk yang Anda tawarkan. Berdasarkan teknik pemasaran, marketing dibagi menjadi empat jenis yaitu:

  • Word of Mouth (WOM), jenis marketing ini mengutamakan lisan sebagai teknik pemasaran.
  • Guerrilla Marketing, yaitu adalah teknik pemasaran gerilya yang tidak konvensional, memiliki potensi untuk menjadi pemasaran yang interaktif dan sengaja ditempatkan di tempat-tempat yang tidak terduga.
  • Affiliate Marketing, teknik pemasaran dimana suatu bisnis atau perusahaan memberikan reward jika suatu afiliasi dapat membawa konsumen pada bisnis tersebut.
  • Database Marketing, teknik pemasaran dengan memanfaatkan database konsumen yang berpotensi untuk kemudian mempromosikan produk dengan komunikasi pribadi.

c. Berdasarkan Alat yang Digunakan

Selain target pasar dan teknik pemasaran, alat yang digunakan untuk melakukan pemasaran juga merupakan hal penting yang dapat mempengaruhi marketing plan dan marketing strategy. Berdasarkan alat yang digunakan, marketing dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

  • Telemarketing, yang adalah model pemasaran menggunakan telepon dimana penjual mengumpulkan sejumlah calon konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa.
  • Digital Marketing, yaitu teknik pemasaran yang menggunakan saluran digital untuk mempromosikan produknya seperti televisi, internet, sosial media dan website.
  • Direct Mail Marketing, yaitu teknik pemasaran langsung menggunakan brosur, surat promosi dan iklan jalanan.

Baca juga: Lakukan 7 Hal Ini untuk Membangun Team Work yang Solid

Setelah membaca penjelasan dari marketing mulai dari pengertian, fungsi, peran dan jenis-jenis marketing. Diharapkan Anda dapat memahami pentingnya marketing dalam bisnis, karena seperti yang Anda ketahui bahwa bisnis dalam mencapai tujuannya untuk meningkatkan laba tidak akan terlepas dari fungsi marketing itu sendiri.