Jurnal Enterpreneur

Langkah Melakukan Manajemen Risiko pada Bisnis

Manajemen risiko terdiri dari dua kata berbeda. Manajemen secara umum berarti mengatur, merencanakan, dan merancang. Sedangkan kata risiko berarti akibat yang kurang menyenangkan (merugikan dan membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan. Dalam bisnis sendiri, risiko berkaitan dengan hasil aktual yang tidak sesuai dengan hasil harapan. Oleh karena itu perusahaan ataupun organisasi harus memahami langkah manajemen risiko.

Karena risiko adalah faktor yang harus ditangani secara serius untuk menghindari timbulnya konflik maupun masalah dalam usaha, maka memahami langkah untuk manajemen risiko juga sangat penting bagi usaha. Dengan mengetahui manajemen risiko,  kita akan mengetahui kategori risiko yang bisa ditoleransi, diatasi maupun dihindari, sehingga dapat menyiapkan strategi yang sangat hati-hati.

Baca juga: Kenali Manajemen Krisis Perusahaan di Tengah Wabah

Proses Melakukan Manajemen Risiko

langkah manajemen risiko pada bisnis

Menurut COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission) menyebutkan ada delapan kerangka yang berkaitan dalam Manajemen Risiko Korporasi (MRK) yaitu:

a. Lingkungan Internal (Internal Environment)

Proses pertama ini berkaitan dengan lingkungan perusahaan beroperasi. Mulai dari risk-management philosophy, integrity, risk-perspective, risk-appetite (penerimaan risiko), ethical values, struktur organisasi, hingga pendelegasian wewenang yang dilakukan oleh perusahaan.

b. Penentuan Sasaran (Objective Setting)

Langkah selanjutnya adalah penentuan tujuan dari organisasi agar risiko dapat didentifikasi, diakses, dan dikelola sesuai dengan tujuan tersebut. Objective ini bisa kita klasifikasikan menjadi dua yaitu strategic objective yang berfokus pada perwujudan visi-misi dan activity objective yang bertujuan pada aktivitas seperti operasi, reportasi, dan kompliansi.

c. Identifikasi Peristiwa

Berikutnya adalah mengidentifikasi kejadian-kejadian potensial yang memengaruhi strategi atau pencapaian tujuan dari organisasi. Kejadian tidak pasti tersebut bisa berdampak positif (opportunities), namun dapat pula sebaliknya yang lebih sering kita sebut sebagai risiko (risk).

d. Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Langkah ini menilai sejauh mana kejadian atau keadaan tadi dapat mengganggu pencapaian tujuan. Besarnya dampak dapat dianalisis melelui dua perspektif, yaitu likelihood (kecenderungan atau peluang) dan impact/consequence (besaran dari terealisirnya risiko).

e. Tanggapan Risiko (Risk Response)

Setelah itu organisasi harus menentukan sikap atas hasil penilaian risiko. Tanggapan ini dapat berupa menghindari (avoidance) risiko, mengurangi (reduction) risiko, memindahkan (sharing) risiko, dan menerima (acceptance) risiko, tergantung dengan risiko yang dihadapi.

f. Aktivitas Pengendalian (Control Activities)

Proses ini berperan dalam penyusunan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur untuk menjamin risk response terlaksana dengan efektif. Aktivitas pengendalian ini berupa pembuatan kebijakan dan prosedur, pengamanan kekayaan organisasi, delegasi wewenang dan pemisahan fungsi, serta supervisi atasan.

g. Informasi dan Komunikasi (Information and Communiacation)

Fokus dari langkah ini adalah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak terkait melalui media komunikasi yang sesuai dan tepat. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyampaian informasi dan komunikasi adalah kualitas informasi, arah komunikasi, dan alat komunikasi.

h. Pemantauan (Monitoring)

Langkah terakhir adalah monitoring, baik yang dilaksanakan secara terus menerus (on-going) maupun terpisah (separate evaluation). Pada proses monitoring, perlu dicermati adanya kendala seperti reporting deficiencies, yaitu pelaporan yang tidak lengkap atau bahkan berlebihan (tidak relevan).

Baca juga: Cara Pengendalian Hazard dan Peril Melalui Manajemen Risiko

Hubungan Manajemen Risiko dengan Fungsi Akuntansi

Bagian akuntansi dapat menjalankan kegiatan manajemen risiko yang penting, yaitu:

  • Mengurangi kesempatan pegawai melakukan penggelapan, dengan jalan melakukan internal control dan internal audit.
  • Bagian akuntansi mengidentifikasikan dan mengukur exposure kerugian terhadap harta melalui rekening aset.
  • Melalui penilaian rekening seperti rekening piutang, bagian akuntansi akan mengukur risiko piutang dan mengalokasikan cadangan dana exposure kerugian piutang.

Hubungan Manajemen Risiko dengan Fungsi Keuangan

Bagian keuangan melakukan banyak penetapan yang memengaruhi manjamen risiko. Misalnya, jika perusahaan memutuskan untuk meminjam uang dengan menggunakan harta perusahaan sebagai agunan, maka biasanya pihak pemberi pinjaman akan menuntut agar harta tersebut diasuransikan, sehingga pihak keuangan akan melibatkan kegiatan manajemen risiko dengan membuat asuransi. Kedua, bagian keuangan menganalisis pengaruh turunnya profit dan cash flow. Karena menurunnya profit bisa menghalangi pencapaian tujuan perusahaan, maka kegiatan seperti itu juga tercantum dalam program manajemen risiko, dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Karena adanya keterkaitan erat antara manajemen risiko dengan fungsi akuntansi dan fungsi keuangan perusahaan, maka untuk mempermudah adanya perhitungan maupun pengelolaan, ada baiknya perusahaan menggunakan software keuangan perusahaan dan software akuntansi keuangan seperti Jurnal. Dengan menggunakan Jurnal akuntansi online yang memiliki fitur pembiayaan dan pengelolaan aset, maka manajemen risiko akan terukur dan ternilai secara cepat. Fitur biaya juga akan membantu mengatur pembiayaan bisnis Anda hanya dalam waktu 1 menit.

Selain melalui fitur biaya, Jurnal juga memiliki kemitraan dengan beberapa konsultan keuangan maupun akuntan yang dapat Anda jadikan sebagai tempat konsultasi mengenai kebijakan manajemen risiko terkait masalah keuangan dalam usaha Anda. Dapatkan semua informasi lengkap tentang Jurnal, di sini.

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo