Di era digital seperti saat ini, masih ada perusahaan yang menggunakan telepon sebagai media pemasaran. Memang ada berbagai macam pemasaran, tetapi telepon adalah salah satu jenis pemasaran yang saat ini sedikit kurang populer. Dengan semakin banyaknya internet dan sosial media, kebanyakan pemasaran beralih ke sosial media atau internet. Beberapa konsumen menganggap pemasaran produk dengan menggunakan telepon terasa mengganggu di era serba internet saat ini. Tetapi tetap saja ada beberapa perusahaan yang menggunakan telemarketing sebagai sarana pemasaran produk.

Salah satu alasan mengapa telemarketing masih digunakan oleh perusahaan adalah karena telepon menggunakan sistem komunikasi 2 arah dan strategi komunikasi 2 arah ini lebih efektif dibandingkan yang lain. Apalagi jika proses pemasaran yang dilakukan adalah menawarkan produk. Tentunya, komunikasi 2 arah sangat diperlukan untuk mengetahui timbal balik dari calon konsumen yang mendapat penawaran.

Oleh karena itu, strategi pemasaran telemarketing harus menggunakan strategi yang tepat agar calon konsumen tetap melakukan komunikasi 2 arah. Selain itu, proses telemarketing yang tepat dengan jangkauan yang juga tepat tentunya akan memudahkan proses pemasaran produk. Strategi pemasaran yang disusun untuk telemarketing harus benar-benar tepat agar tidak merusak citra perusahaan dan membuat perusahaan kehilangan konsumen.

Kesalahan Telemarketing yang Harus Dihindari.

Telemarketing adalah salah satu cara promosi yang masih dianggap efektif selain memasang iklan di media umum. Pengertian telemarketing yaitu memasarkan atau mensosialisasikan produk atau jasa melalui telepon. Telemarketing sendiri awalnya adalah istilah yang popuer di tahun 1970-an. Sejarahnya, telemarketing dilakukan untuk mempromosikan suatu produk lewat telepon. Selain mempromosikan produk, telemarketing juga digunakan untuk menawarkan sesuatu kepada calon konsumen. 

Pada masa tersebut, telemarketing banyak didominasi oleh perempuan. Alasannya adalah pada tahun tersebut, perempuan tergolong sebagai pekerja dengan upah yang rendah. Serta perempuan lebih memiliki suara yang lembut dan sopan. Karena pada tahun tersebut industri periklanan sedang naik daun, maka profesi telemarketing pun semakin banyak. 

Saat Ini banyak perusahaan yang menggunakan jasa telemarketing baik secara outsource maupun ditangani langsung oleh perusahaan. Pekerjaan telemarketing juga cukup mudah karena bisa dikerjakan di kantor maupun di tempat lain selama ada jaringan telepon. Meskipun pekerjaan telemarketing tergolong mudah, tetapi ada beberapa pin yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan seperti:

1. Waktu

Menghubungi calon konsumen di waktu yang salah akan membuat calon konsumen kesal. Kesalahan ini cukup sering dilakukan oleh para telemarketing. Menelepon calon konsumen disaat waktu yang tidak tepat akan membuat telepon diabaikan. Setiap calon konsumen pasti memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Anda tidak bisa memilih satu waktu untuk semua calon konsumen. Ada konsumen yang senggang di waktu pagi ada juga yang siang. Memahami waktu yang tepat untuk menelepon calon konsumen bisa menjadikan proses telemarketing lebih efektif.

2. Database yang tidak tepat

Kesalahan telemarketing lain yang umum adalah database calon konsumen yang tidak tepat. Biasanya perusahaan lalai melakukan update tentag data calon konsumennya. Sehingga ketika seorang telemarketer menghubungi calon konsumen, telemarketer melakukan kesalahan yang berhubungan dengan database mereka. Hal ini bisa fatal efeknya bagi perusahaan. Karena setiap telemarketing yang dilakukan, pasti membawa citra perusahaan. Selain menjelekkan citra perusahaan, kesalahan ini juga merugikan biaya telepon.

3. Komunikasi satu arah.

Banyak sekali konsumen yang menghindari telemarketer karena merasa terganggu. Biasanya ini disebabkan oleh para telemarketer yang melakukan komunikasi satu arah. Teemarketer tersebut menguasai percakapan tanpa membiarkan calon konsumen berbicara atau menanggapi penawaran. Agar konsumen merasa dihargai dan telemarketing sukses, ciptakan komunikasi dua arah yang memberikan kesempatan pada calon konsumen untuk merespon penjelasan Anda. Komunikasi dua arah ini bermanfaat untuk membangun kedekatan konsumen dengan produsen.

4. Menjaga privasi

Dalam beberapa kasus, telemarketer sering memaksa para calon konsumen melalui telepon. Misalnya saja dengan meminta nomor lain yang bisa dihubungi saat nomor biasa sedang tidak bisa dihubungi. Hal inilah yang menyebabkan calon konsumen tidak nyaman dengan telemarketer. Contoh lain yang melanggar privasi konsumen adalah dengan terus menawarkan produk meskipun calon konsumen sudah menyatakan tidak tertarik. Hal-hal seperti ini yang membuat konsumen malas menerima telepon telemarketing.

5. Target Audience tidak tepat

Pentingnya menentukan target pasar yang tepat akan membuat proses telemarketing lebih lancar. Pastikan sebelum melakukan telepon, data dari para calon konsumen sudah lengkap sehingga tidak terjadi kesalahan dalam proses telemarketing terutama kesalahan membidik target pasar.

Telemarketing yang efektif memerlukan paling tidak lebih dari 2 langkah. Telepon yang pertama atau seri telepon yang pertama menjelaskan apa saja kebutuhan dari konsumen. Telepon kedua atau seri telepon yang kedua berfungsi untuk memotivasi konsumen untuk membeli produk. Jadi seri telepon telemarketing akan lebih sukses jika seorang telemarketer paham dengan target pasar yang dituju dan mampu menjelaskan apa yang dibutuhkan oleh para calon konsumen. Dibandingkan dengan sekedar menjelaskan fitur dari produk yang membuat calon konsumen merasa bosan mendengarkan dan telemarketing menjadi tidak efektif.

Di era digital seperti saat ini, telemarketing biasanya dijadikan sebagai strategi campuran dari strategi pemasaran secara digital. Kombinasi pemasaran secara email atau sosial media dan telemarketing ini tergolong lebih efektif karena selain komunikasi 2 arah, strategi pemasaran ini juga memberikan calon konsumen kebebasan untuk memilih produk atau layanan yang akan dipilih oleh mereka.

Tidak jarang ada banyak perusahaan yang memasang iklan di sosial media atau internet dan mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi agar calon konsumen bisa memutuskan kapan waktu yang tepat untuk menelepon dan apa yang perlu ditanyakan. Dengan begini, konsumen akan merasa memegang kendali penuh terhadap produk yang ia pilih tanpa harus mendengarkan obrolan telemarketing yang menurut mereka membosankan.

Tetapi bukan berarti pekerjaan telemarketing menjadi lebih mudah dengan strategi ini. Justru karena telemarketing berada di posisi terakhir dalam strategi pemasaran ini, tuntutan untuk calon konsumen benar-benar membeli produk semakin besar.mengingat konsumen sudah mengedukasi diri dan menambah wawasan seputar produk, maka tugas telemarketing selanjutnya adalah mensukseskan pembelian dari para konsumen.

Oleh karena itu, profesi telemarketing membutuhkan skill komunikasi yang bagus agar tidak merusak momen pembelian dari calon konsumen. Selain skill komunikasi yang bagus, ada baiknya seorang telemarketer menempatkan posisinya di posisi konsumen. Daripada berbicara puluhan fitur dari produk yang bisa saja susah dimengerti oleh calon konsumen, akan lebih baik telemarketer menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh calon konsumen. Karena belum tentu seorang konsumen langsung paham dengan penjelasan dari telemarketing dalam sekali telepon.

Pemilihan bahasa yang tepat dan skill komunikasi yang bagus akan membuat telemarketing lebih sukses dilakukan. Hal lain yang diperlukan adalah suara yang jelas dan ramah ditelinga. Cara berbicara yang jelas sangat mempengaruhi proses telemarketing. Konsumen pastinya lebih suka mendengarkan telemarketer yang berbicara dengan jelas daripada telemarketer yang berbicara kurang jelas.

Author