Mengulik Lebih Dalam Tentang ISO dalam Dunia Bisnis

Era globalisasi menghapuskan batas-batas geografis. Perusahaan-perusahaan dapat melakukan ekspansi ke seluruh bagian Bumi. Berbagai syarat, ketentuan, dan hambatan sebisa mungkin dihilangkan agar mobilitas manusia, barang, serta jasa semakin mudah diterima. Karena masalah itu, persaingan bisnis menjadi semakin ketat. Perusahaan-perusahaan berpacu untuk mengembangkan produk agar memenangkan persaingan. Persaingan tidak hanya dilakukan dengan sesama pebisnis lokal saja, tetapi juga pelaku usaha lintas negara.

Pengembangan produk saja tidak cukup untuk memenangkan hati konsumen. Perlu ada berbagai strategi dan taktik lain yang diterapkan. Produk bagus tidak cukup, pasar meminta produk yang terbaik hadir untuk pemenuhan kebutuhan mereka. Para pebisnis dapat menerapkan berbagai macam strategi. Ada strategi untuk menghadapi pihak luar perusahaan, ada juga strategi untuk kalangan di dalam perusahaan. Bahasa mudahnya adalah strategi eksternal dan internal.

Strategi eksternal berhubungan dengan promosi, branding, penjualan, distribusi, dan lain sebagainya. Berbeda dengan strategi internal, biasanya berfokus pada penguatan sistem manajemen. Bagaimana membuat karyawan yang produktif, aktif, dan kreatif adalah salah satu pertanyaan yang harus mampu dijawab oleh strategi internal perusahaan. Cara lain untuk menguatkan dan meningkatkan kinerja internal perusahaan yaitu menerapkan The International Standard of Organization (ISO)  dan telah lama dikenal di dunia bisnis internasional. Berikut penjelasan lebih lengkapnya mengenai ISO.

Sejarah ISO dalam dunia bisnis 

Sejarah ISO dalam dunia bisnis 

Lembaga ini berdiri pada tanggal 23 Februari 1947. Awal berdirinya ISO diinisiasi oleh delegasi 25 negara yang bertemu di London pada tahun 1946. Mereka mengadakan pertemuan di Institute of Civil Engineers sebagai agen internasional yang menginginkan pembuatan standar industri internasional. Sekitar 16.500 standar telah diciptakan oleh ISO sepanjang enam dekade terakhir setelah lembaga tersebut berdiri. Contoh-contoh standarisasi yang telah ditetapkan oleh ISO adalah peti kemas pengiriman, tata cara pembayaran perbankan, berbagai metode pengujian produk,  protokol komputer, dan lain sebagainya. Koneksi internasional ISO bahkan mencakup 157 lembaga standarisasi nasional di seluruh dunia. Kantor pusat ISO sendiri berkedudukan di Kota Jenewa, Swiss.

ISO merupakan lembaga swasta, itu artinya standarisasi yang ditetapkannya tidak mengikat. Setiap perwakilan negara anggota mempunyai suara untuk diajukan dalam pertimbangan standarisasi. Itulah sebabnya lembaga ini bersifat demokratis. Faktor-faktor yang mempengaruhi standar tersebut antara lain adalah tren pasar, suara konsumen, kebijakan pemerintah negara-negara dunia, serta lain sebagainya.

Apa saja standarisasi yang ditentukan oleh ISO? 

Biasanya standarisasi tersebut berkutat pada definisi kualitas, keamanan juga pertukaran produk, bahasa operasional juga terminologi umum, klasifikasi bahan, metode pengujian, standar produksi, limbah dan polusi lingkungan, juga masih banyak lagi. Berbagai standarisasi ini menjadi bantuan untuk perusahaan-perusahaan juga negara-negara yang ingin melakukan perdagangan internasional, bagaimana mengelola bidang usaha mereka dan memasarkannya. Tanpa adanya ISO, perusahaan-perusahaan dan negara-negara akan kesulitan menemukan standar universal perdagangan dan industri dunia.

Manfaat ISO bagi dunia bisnis

Manfaat ISO bagi dunia bisnis

  • Meningkatkan kredibilitas perusahaan 

Setiap aktivitas perusahaan yang menerapkan ISO sudah bisa dipastikan telah memenuhi standar, di mana masyarakat umum pun dapat mengetahui standar tersebut. Artinya ada kepercayaan publik yang dibangun dari standarisasi internasional. Standarisasi internasional seperti yang tercantum dalam ISO, diketahui menitikberatkan pada pemangku kepentingan bisnis. Misalnya seperti konsumen, sehingga mereka dapat semakin percaya bahwa kepentingannya diutamakan. Konsumen bukan hanya diharapkan uangnya, tetapi juga kepuasannya.

  • Jaminan kualitas standar internasional 

Aplikasi ISO harus melewati sebuah proses uji yang disebut siklus PDCA. Siklus ini diterapkan di semua bidang usaha dengan melakukan proses identifikasi, analisis, dan eksekusi  agar sesuai dengan mutu standar internasional. Pengaplikasian ISO membawa konsekuensi “ramalan” kinerja perusahaan. “Ramalan” tersebut dapat memberikan pertanda bila kinerja perusahaan menurun atau kegagalan produk akan terjadi. Akibatnya perusahaan dapat melakukan upaya antisipasi dengan segera. Metode ini akan membuat perusahaan menghemat anggaran sebelum terjadinya kerugian akibat produk gagal yang dilempar ke pasar dan tidak laku.

  • Sarana branding perusahaan

ISO juga bermanfaat sebagai sarana branding perusahaan yang mengaplikasikannya. Masyarakat dunia yang mengenal ISO, akan sangat sadar bahwa perusahaan yang menerapkan ISO tersebut dapat dipercaya. Kepercayaan terhadap perusahaan dengan ISO akan meningkatkan nilai brand di benak konsumen.

Jenis-jenis standar ISO

Ada beberapa jenis standar ISO yang digunakan di berbagai negara dunia termasuk Indonesia. Berikut 8 jenis ISO yang juga digunakan di Indonesia.

  • ISO 9001

ISO 9001 merupakan sistem manajemen mutu yang paling populer dan sempat diperbaharui. Versi ISO 9001 yang terbaru adalah ISO 9001:2008. Tujuan utama dari ISO versi ini adalah menaikkan efektivitas manajemen mutu dengan memanfaatkan pendekatan proses. Pendekatan proses mengedepankan aktivitas identifikasi, penerapan, pengelolaan, dan peningkatan berkesinambungan.

  • ISO 14001

ISO 14001 merupakan standar yang menitikberatkan kepada manajemen lingkungan. Pihak yang mengadopsi ISO 14001 harus dapat menelaah dan memahami aspek serta efek lingkungan yang muncul akibat kegiatan operasional perusahaan. Faktor-faktor yang harus dipahami dan dilaksanakan pengadopsi ISO 14001 adalah manajemen limbah dan pengelolaannya, dan usaha mencapai efisiensi energi juga bahan bakar.

  •  ISO 22000

ISO 22000 merupakan standar yang berhubungan dengan sistem tata kelola keamanan pangan. Pebisnis yang bidang usahanya berkutat pada bidang makanan dan minuman, diharuskan memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan konsumen.

Akibatnya bisnis makanan dan minuman tersebut haruslah menaikkan kontrol internal terutama pada bidang produksi. Setiap produk makanan dan minuman semestinya memiliki rencana proses dan pengendalian resiko, itulah isi dari ISO 22000.

  • ISP/IEC 27001

ISP/IEC 27001 merupakan standar sistem manajemen keamanan informasi. Beberapa pihak juga mengenalnya dengan nama Information Security Management System (ISMS). Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi merupakan pengadopsi utama standar ini.

Jurnal sendiri sebagai salah satu software akuntansi online telah mendapatkan sertifikasi ISO/IEC 27001 sejak awal tahun 2017. Sertifikasi ISO/IEC 27001 Jurnal telah diberikan langsung oleh Grup British Standards Institution (BSI) yang merupakan badan standarisasi Inggris dan bekerja sama dengan Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan ANSI-ASQ National Accreditation Board (ANAB). Jadi dapat disimpulkan bahwa keamanan Jurnal telah diakui di Inggris dan Amerika Serikat.

  •  ISO TS 16949

ISO TS 16949 merupakan spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh ISO sebagai sistem manajemen mutu pada industri otomotif. ISO TS 16949 mempunyai konsep perbaikan berkelanjutan, kontrol rantai pemasok, juga tindakan perbaikan dan pencegahan.

  •  ISO/IEC 17025

ISO/IEC 17025 merupakan standar yang berhubungan dengan tata kelola lembaga pengujian dan laboratorium. Fokus utama yang ditekankan oleh ISO/IEC 17025 adalah kompetensi laboratorium dan kalibrasi. Poin vital keberadaan ISO/IEC 17025 adalah memastikan keakuratan hasil pengujian terkait bidang perdagangan, produksi, kesehatan, dan perlindungan pelanggan.

  • ISO 28000

ISO 28000 merupakan standar sistem keamanan supply chain atau rantai pasokan. Pengadopsi ISO 28000 adalah perusahaan-perusahaan yang mempunyai tingkat ancaman resiko tinggi. Contohnya saja seperti perusahaan manufaktur alat-alat berat, pertambangan, perbankan, fasilitas umum, dan lain sebagainya.

  • ISO 5001

ISO 5001 merupakan standar yang ditetapkan sebagai sistem manajemen energi. Tujuan utamanya adalah membantu berbagai lembaga untuk membangun sistem dan proses pemanfaatan energi. Misalnya dalam kinerja, efisiensi, juga konsumsi energi. ISO 5001 dirancang sebagai standar yang dapat diaplikasikan dengan standar lain, sehingga penerapannya dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang usaha.

[adrotate banner=”19″]


PUBLISHED05 Feb 2020
Ucig
Ucig


Kategori : Bisnis