Jurnal Enterpreneur

Industri Makanan dan Minuman tumbuh dengan optimis di era MEA

Di tengah perekonomian yang belum pulih, Menurut Kementerian Perindustrian memprediksi pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional mampu tumbuh 7 persen hingga akhir 2016. Untuk bisa mencapai pertumbuhan tersebut, kestabilan nilai tukar rupiah terhadap dollar sangat dibutuhkan.

Menurut Panggah, sebagian besar bahan baku industri makanan dan minuman masih diimpor sehingga kestabilan nilai tukar akan sangat berpengaruh terhadap ongkos produksi industri ini. Dikarenakan kalau tidak stabil, keputusan orang mau memproduksi menjadi tidak pasti. Jadi, bisa terjadinya kekurangan stok dan kemudian harga akan mengalami kenaikan dan bisa menghambat pertumbuhan. Sehingga dibutuhkan tips bisnis yang tepat dalam hal ini.

Menurut Antranews.com,Industri makanan dan minuman menopang pertumbuhan indsutri pengolahan non migas, dimana pada kuartal I/2016 pertumbuhan industri makanan dan minuman mencapai 7,55 persen. Angka tersebut tumbuh tipis dibandingkan periode yang sama pada 2015, yang mencapai 7,54 persen.

Industri makanan dan minuman merupakan industri strategis dan berkontribusi terhadap industri pengolahan non migas sebesar 31,51 persen. Angka tersebut tumbuh tipis dibandingkan periode yang sama pada 2015,yang mencapai 7,54 persen.

Kategori : Uncategorized @id

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo