Laporan Keuangan adalah sumber informasi keuangan yang penting dan dapat digunakan untuk membuat keputusan bisnis yang sehat. Dalam sebuah bisnis, laporan keuangan merupakan sesuatu yang krusial karena menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban pemilik bisnis atau manajemen atas kinerja pengelolaan bisnis kepada pihak-pihak yang terkait. Laporan keuangan akan menunjukkan kondisi keuangan sebuah bisnis apakah sesuai dengan yang ditargetkan atau tidak. Laporan inilah yang nanti dijadikan acuan apakah bisnis yang dijalankan layak untuk dilanjutkan atau tidak. Untuk itu perlu kecermatan dan kehati-hatian dalam pembuatannya. Terkadang pemilik bisnis sudah percaya diri dengan laporan yang dibuatnya, namun ternyata luput memeriksa kesalahan-kesalahan kecil yang kerap muncul. Pemilik bisnis dan manajemen sebaiknya menghindari kesalahan-kesalahan yang kerap terjadi dalam pembuatan laporan keuangan berikut ini.

Mencampur Keuangan Bisnis dan Pribadi

Ini merupakan masalah mendasar yang masih sering sekali dilakukan khususnya pada bisnis pemula. Laporan keuangan mencatat segala transaksi yang terjadi pada bisnis. Laporan ini yang akan menggambarkan bagaimana kinerja bisnis serta aktivtas keuangan yang sesungguhnya. Dan hasilnya akan sangat berpengaruh pada pengembangan bisnis kedepannya. Akan sangat berbeda apabila keuangan pribadi juga tercampur di dalamnya. Informasi akan terlihat kabur sehingga menyulitkan dalam pembuatan keputusan selanjutnya. Oleh karena itu, sekecil dan se-pemula apapun bisnis yang dijalankan, sebaiknya pisahkan aktivitas keuangan bisnis dan keuangan pribadi. Termasuk di dalamnya pemisahan rekening yang digunakan.

Kehilangan Bukti Transaksi

Pencatatan seluruh transaksi dalam pembukuan keuangan haruslah disertai bukti transaksi berupa nota, invoice, kwitansi dan lain sebagainya. Bukti ini nantinya berguna sebagai kontrol atas pencatatan setiap transaksi tersebut, khususnya pada saat pemeriksaan. Tanpa bukti transaksi, laporan keuangan dianggap tidak sah. Namun, permasalahan mengenai bukti transaksi ini juga masih kerap ditemukan. Pemilik bisnis tidak menyimpan bukti-bukti tersebut secara rutin dan teratur. Masih banyak pemilik bisnis yang cenderung mengabaikan dan menyimpan bukti transaksi secara asal-asalan. Sehingga pada saat-saat dibutuhkan, seperti pembuatan laporan akhir, pelaporan pajak atau audit, pemilik bisnis pun kelimpungan mencarinya.

Tidak Memahami Arus Kas

Arus kas yang baik menjadi salah satu penentu perkembangan sebuah bisnis. Tetapi masih banyak juga yang tidak memahami bagaimana mengolah arus kas dengan baik. Padahal arus kas yang buruk pada sebuah bisnis akan membuat bisnis tersebut benar-benar lumpuh. Karena ini berarti bisnis tersebut sudah tidak mempunyai simpanan uang lain untuk keperluan pengembangan. Jadi pastikan untuk membuat prosedur yang ketat dalam pengelolaan arus kas bisnis Anda.

Tidak Memperhitungkan Beberapa Aspek

Biaya operasional, aset dan kewajiban merupakan aspek-aspek yang kerap luput dalam pencatatan. Kewajiban ini seperti hutang jangka panjang dan hutang jangka pendek. Pemilik bisnis seringkali tidak mencatat bagian ini dengan lengkap. Begitupun dengan biaya operasional. Ada hal-hal yang luput dari pencatatan seperti listrik, air dan termasuk transportasi di dalamnya. Mengelompokkan aset dan kewajiban juga menjadi kesalahan yang sering dilakukan pada pembuatan laporan keuangan.

Tidak Mencantumkan Perhitungan Pajak

Ada berbagai alasan mengapa perhitungan pajak sering luput dari perhitungan. Selain karena tidak mengerti, rasa malas atau jumlah pembayaran yang dirasa terlalu besar. Banyak pemilik bisnis tidak mengetahui cara menghitung pajak yang benar. Ketidak mengertian ini pun menyebabkan rasa malas melakukan perhitungan pajak sehingga pemilik bisnis cenderung mengabaikannya. Alasan lain perhitungan pajak tidak dicantumkan adalah karena pemilik bisnis merasa bahwa pajak yang harus ia bayar tidak sesuai dengan bisnis yang dijalankan karena nominalnya terlalu besar.

Temukan cara terbaik dalam melakukan perhitungan pajak melalui artikel ini: Pencatatan Pajak Sesuai Ketentuan Perundang-undangan

Pengetahuan Akuntansi yang Kurang

Banyak orang yang memulai bisnis dengan pengetahuan yang kurang memadai mengenai akuntansi. Mereka masih belum terlalu mengerti perihal catatan keuangan dasar, seperti omset laba kotor dan bersih, neraca keuangan dan arus kas laba rugi. Padahal pengetahuan tersebut sangat dibutuhkan agar pemilik bisnis lebih mengerti kondisi bisnis yang dirintisnya. Apabila dipelajari dari awal pun, pemilik bisnis membutuhkan waktu untuk memahami beberapa istilah dan sistem yang ada di dalamnya. Untuk permasalahan ini seorang pemilik bisnis membutuhkan bantuan akuntan untuk membantu proses akuntansi dalam pembuatan laporan keuangan. Namun kini, untuk mempermudah proses tersebut telah tersedia software akuntansi yang tentu saja akan membuat pekerjaan ini terasa lebih simpel.

Untuk menghasilkan Laporan Keuangan yang komprehensif, Anda bisa menggunakan Software Akuntansi, Jurnal. Jurnal merupakan Software Akuntansi Online yang memberikan fitur-fitur akuntansi lengkap. Laporan NeracaLaporan Laba Rugi, maupun Laporan Arus Kas bisa diproses melalui Jurnal secara realtime dan ini tentu akan meningkatkan efisiensi pekerjaan Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk Jurnal bisa Anda lihat di sini.

Author