Fase yang Digunakan dalam Teknik Growth Hacking

Growth hacking merupakan sebuah teknik marketing yang biasanya digunakan oleh perusahaan startup dalam bidang teknologi yang berbasis kemampuan berpikir analitis, berbasis kreativitas dan metrik sosial untuk mendapatkan publikasi dan menjual produk. Para pelaku growth hacking atau biasa disebut dengan growth hackers merupakan orang-orang yang ahli dalam menggunakan teknik SEO (search engine optimization), pemasaran konten, analisa situs serta melakukan testing. Jadi di dalam dunia internet marketing seorang growth hackers memang sangat dibutuhkan. Karena tanpa adanya mereka, website startup tidak akan dikenal oleh banyak orang.

Baca juga: SEO Marketing untuk Meningkatkan Konversi Penjualan

 

Fase Growth Hacking di Startup

Ada beberapa fase yang harus dilakukan dalam proses pembuatan growth hacking pada startup. Pada umumnya, bisnis startup yang menggunakan jasa ini berhasil mengembangkan produknya dengan cepat. Bahkan keuntungan yang didapatkan juga semakin besar. Agar Anda lebih paham, berikut ini fase growth hacking dalam bisnis startup:

1. Menyesuaikan dengan kebutuhan pasar

Hal pertama adalah tentu saja menggunakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Sejak dulu banyak orang yang memaksakan diri untuk menjual produk yang tidak sesuai dengan pasar. Padahal dalam membangun sebuah produk tidak hanya masalah menjual produk saja, tetapi juga mengenai bagaimana membangun produk tersebut. Ketika sebuah produk dikenal dan diterima oleh masyarakat, tentu saja akan lebih mudah dalam proses pemasarannya.

Growth hacking akan menargetkan produk yang memang sesuai dengan target pasarnya, sehingga pemasaran produk akan semakin berhasil. Untuk mengetahui apakah produk tersebut sesuai kebutuhan pasar atau tidak, maka seorang growth hacking akan melakukan survei tes, literasi dan akhirnya melakukan perbaikan terhadap produk tersebut.

2. Mencari orang yang ahli dibidangnya

Setelah Anda menguji produk, maka langkah selanjutnya adalah memilih growth hackerDi sini Anda harus memahami apa itu growth hacking. Growth hacking akan melakukan A/B test, landing page, viral factor, email dan melakukan open graph. Selanjutnya mereka akan mencari peluang yang menguntungkan dan tidak digunakan oleh orang lain. Dapat dikatakan, growth hacking merupakan sebuah mindset bukan hanya sebuah toolkit. Jadi memang dibutuhkan ide yang cemerlang untuk menemukan sistem pemasaran yang tepat untuk produk tersebut.

3. Menjadikan viral

Untuk mendapatkan lebih banyak pengguna, maka Anda harus membuat suatu menjadi viral, sehingga akan dibicarakan oleh banyak orang dan akhirnya semakin banyak yang mengetahui produk Anda. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana cara membuat produk viral? Hal ini memang tidak mudah, harus dapat dilakukan oleh satu orang ke orang lain, sampai semua orang mengetahuinya. Jadi, seorang growth hacker memang harus mampu menemukan cara supaya produk bisa viral.

4. Optimizing dan Retaining

Seorang  growth hacker, harus dapat melakukan optimizing dan retaining, melihat metriks dan data yang benar, supaya dapat menentukan langkah selanjutnya dan bisa mencari ide kreatif baru yang membuat pemasaran produk lebih mudah. Di sini Anda harus memahami para pengguna dan apa yang dibutuhkan oleh pengguna, dibandingkan menghabiskan uang marketing yang banyak, lebih baik melakukan survei pada konsumen Anda.

5. Mulai Lakukan Pemasaran Ulang

Dengan memakai growth hacker, maka Anda akan mengetahui kesalahan pada produk dan bisa memulai pemasaran ulang. Semua masalah yang ada akan lebih mudah diselesaikan dan lebih efektif, dibandingkan jika Anda melakukan penjualan produk tapi tidak memiliki strategi yang tepat.

 

Contoh Bisnis Startup yang Menggunakan Growth Hacking

Berikut ini ada beberapa contoh yang dapat memberikan penjelasan yang lebih mudah dan jelas mengenai growth hacking.

  1. AirBnB merupakan sebuah platform e-commerce yang menyediakan sewaan kamar. Setiap orang yang melakukan proses pemasaran kamar lewat jasa AirBnB, maka akan langsung dipromosikan oleh craiglist. Craiglist sendiri merupakan layanan classified yang populer di Amerika Serikat. Hal tersebut membuat proses penjualan kamar di AirBnN menjadi cepat laku. Craiglist itu lah yang digunakan sebagai growth hacking dari AirBnB.
  2. Hotmail.com, dulunya merupakan sebuah startup yang menawarkan layanan email gratis. Hotmail selalu memberikan informasi kepada para penggunanya, dengan tulisan “Get your free email at hotmail”. Dengan memakai teknik tersebut, Hotmail berhasil digunakan oleh lebih dari 12 juta pengguna. Akhirnya pada tahun 1997, Microsoft telah mengakuisisi Hotmail. Teknik yang digunakan itulah yang dilakukan dalam growth hacking.

Baca juga: Memahami Istilah Integrated Marketing Communication

 

Setelah memahami apa itu growth hacking, jadi mulai sekarang coba tinggalkan marketing tradisional, dan cobalah pemasaran yang lebih modern dengan  memakai jasa growth hacker. Sementara untuk menyelesaikan proses perhitungan keuangan bisnis, percayakan pada software akuntansi online Jurnal. Jurnal dilengkapi dengan berbagai fitur canggih dan modern yang akan membantu Anda mengelola bisnis dengan lebih mudah dan praktis.

 

[adrotate banner=”11″]


PUBLISHED01 Nov 2019
Rishna Maulina
Rishna Maulina

SHARE THIS ARTICLE: