Bagaimana reaksi Anda jika melihat sebuah perusahaan membuang limbahnya di sungai? Atau misalnya saat mendengar bahwa ada sebuah perusahaan menggunakan campuran bahan berbahaya untuk membuat produknya? Beberapa orang termasuk Anda mungkin akan berpendapat “wah jahat”, “tidak etis”, “tidak bertanggungjawab” atau pun pendapat lainnya. Sah saja jika Anda akan mencap perusahaan yang membuang limbahnya ke sungai dan menggunakan campuran bahan berbahaya sebagai perusahaan yang tidak etis atau tidak memiliki tanggungjawab.

Dalam melakukan operasionalnya, sebuah perusahaan juga harus memerhatikan etika bisnis dan tanggung jawab sosialnya. Perusahaan didirikan dalam sebuah lingkungan sosial karenanya ia tidak hanya dilihat dalam hal keuntungannya saja tetapi juga dalam tindakan dan kepedulian sosialnya. Perusahaan yang tidak memiliki etika bisnis dan tanggung jawab sosial mungkin dalam jangka waktu yang singkat menguntungkan namun untuk jangka waktu panjang akan merugikan perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan kini menjadi sebuah isu yang penting dalam dunia bisnis.

Pengertian Etika Bisnis & Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Etika bisnis adalah kode etik yang diterapkan sebuah entitas bisnis atau perusahaan untuk melakukan kegiatan bisnisnya. Dengan kata lain, etika bisnis merupakan panduan atau tuntunan bagaimana sebuah perusahaan seharusnya dalam menjalankan kegiatan usahanya. Seperti yang sudah dikatakan bahwa etika bisnis sangat penting untuk di aplikasi kan agar perusahaan memiliki pondasi yang kuat dan memiliki nilai yang tinggi.

Sementara tanggung jawab sosial merupakan wujud kepedulian suatu entitas pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya di mana ia berada. Istilah lingkungan sekitar ini meliputi konsumen, supplier, karyawan, kreditor, lingkungan, komunitas, masyarakat dan sebagainya. Sehingga tanggung  jawab sosial perusahaan merupakan bagian dari etika bisnis.

Pendekatan Dasar Etika Bisnis

Von der Embse dan R.A. Wagley (1988), menyebutkan tiga pendekatan dasar untuk merumuskan tingkah laku etika bisnis. Berikut ketiga pendekatan tersebut:

  1. Utilitarian Approach

Pendekatan utilitarian berpendapat bahwa setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensi nya. Karenanya, seseorang harus mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat yang besar kepada masyarakat, tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.

  1. Individual Rights Approach

Pendekatan ini berpendapat bahwa setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki dasar yang harus dihormati. Namun, tindakan dan tingkah laku tersebut harus dihindari jika diperkirakan akan menyebabkan terjadinya benturan dengan hak orang lain.

  1. Justice Approach

Para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama dan bertindak adil dalam memberikan layanan kepada pelanggannya baik secara perseorangan maupun kelompok.

Bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Seperti yang sudah disinggung, sebuah perusahaan dalam mengambil keputusan untuk kepentingan usahanya harus memperhatikan etika dan tanggung jawab sosial. Adapun bentuk tanggung jawab sosial perusahaan seperti:

  1. Tanggung jawab sosial kepada konsumen

Tanggung jawab sosial perusahaan kepada konsumen tidak hanya seputar masalah penyediaan produk atau jasa saja tetapi juga harus memperhatikan aspek-aspek lain. Merujuk pendekatan utilitarian, maka perusahaan harus menghasilkan produk atau jasa yang memiliki banyak manfaat kepada masyarakat.

  1. Tanggung jawab sosial kepada karyawan

Perusahaan wajib memberikan rasa aman dan nyaman kepada karyawannya, memperlakukan karyawan dengan adil. Selain itu, perusahaan juga memberikan kesempatan dan fasilitas untuk pengembangan diri karyawan.

  1. Tanggung jawab sosial kepada kreditor

Misalnya pada saat perusahaan harus menyelesaikan kewajiban atau utangnya namun ia sedang memiliki masalah keuangan maka perusahaan wajib memberitahukan kepada kreditor.

  1. Tanggung jawab kepada pemegang saham

Perusahaan juga bertanggung jawab kepada pemegang saham. Sehingga dalam operasional nya, perusahaan juga harus memastikan keputusan yang diambil juga untuk kepentingan pemegang saham.

  1. Tanggung jawab sosial kepada lingkungan

Tanggung jawab ini berkaitan dengan lingkungan, misal dengan tidak membuang limbah sembarangan, mencegah polusi disekitar tempat usaha, mencegah penggunaan bahan berbahaya. Jadi perusahaan diharapkan ramah terhadap lingkungan.

  1. Tanggung jawab sosial kepada komunitas

Tanggung jawab sosial ini dapat dilakukan dengan cara memberikan corporate social responsibility atau CSR. Memberikan bantuan seperti sarana prasarana untuk pendidikan, kesehatan, infrastuktur atau hal lain yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Manfaat Etika Bisnis & Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Menjalankan etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan tentu saja akan memberikan manfaat yang banyak bagi perusahaan,  seperti:

  • Memberikan citra positif dan nilai lebih bagi perusahaan,
  • Mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik internal maupun eksternal perusahaan,
  • Meningkatkan motivasi untuk semua pihak yang terlibat, dan lain sebagainya.

Contoh Tanggung Jawab Perusahaan

Itulah informasi seputar etika bisnis dan tanggung jawab sosial yang perlu Anda ketahui. Salah satu bentuk menjalankan etika dan tanggung jawab perusahaan kepada pemerintah adalah dengan membayar pajak. Untuk membayar pajak, seperti pelaporan SPT ada beberapa laporan yang harus perusahaan buat, salah satunya yakni  laporan pemotongan pajak. Untuk membuat laporan pemotongan pajak dengan mudah Anda dapat dengan menggunakan bantuan software akuntansi Jurnal. Agar lebih tau mudahnya cara membuat laporan pemotongan pajak, simak cara berikut ini:

Laporan pemotongan pajak ini menampilkan ringkasan perhitungan pajak dengan tipe pemotongan yang digunakan pada transaksi Anda berdasarkan objek pajak. Maksud dari tipe pemotongan adalah, pajak tersebut memotong jumlah tagihan pada transaksi Anda.

Contoh Kasus:

PT Maju Sentosa memotong PPh 23 atas jasa pendapatan sewa gedung Rp100.000.000 sebesar Rp2.000.000. Karena bersifat sebagai pemotongan, artinya PT Maju Sentosa hanya mendapatkan Rp98.000.000 ke kas/bank, dan nilai Rp 2.000.000 ini akan tercatat sebagai utang pajak PPh 23. Nilai pemotongan ini akan ditampilkan pada laporan pajak pemotong.

Jurnal sebagai software akuntansi online membantu Anda membuat laporan keuangan hingga laporan pajak pemotong. Bukan hanya itu, Jurnal juga membantu Anda menghitung dan memilih pajak yang akan dikenakan pada tiap produk dalam transaksi, seperti PPN, PPh23, PPH Final, dan sebagainya, sehingga informasi pajak yang tercatat dalam laporan keuangan Anda menjadi lebih akurat.

Untuk melihat laporan pajak pemotongan pada Jurnal ikuti langkah berikut ini:

  1. Klik menu Laporan.
  2. Pada tab Pajak, klik “Laporan Pajak Pemotongan”.

laporan pemotongan pajak1

  1. Pilih periode laporan yang ingin ditampilkan dan klik “Filter“.

laporan pemotongan pajak2

  1. Namun, jika Anda ingin memfilter lebih detil, klik “Filter Lebih Lanjut”.

laporan pemotongan pajak3

  1. Anda akan melihat halaman pop up di kanan seperti gambar berikut.

laporan pemotongan pajak4

  1. Kemudian pilih filter yang Anda inginkan
  • Tanggal Mulai & Tanggal Selesai: Ini adalah periode mulai dari sampai dengan tanggal berapa laporan akan ditampilkan, contoh dari tanggal 01 November 2017 – 30 November 2017;
  • Filter Sesuai Periode: Anda dapat memfilter laporan per tanggal, hari ini, minggu ini, bulan ini, tahun ini, semalam, minggu lalu, bulan lalu dan tahun lalu. Pilihan ini akan mempengaruhi kolom Tanggal Mulai dan Tanggal Selesai;
  • Filter Sesuai Pajak: Anda dapat melakukan filter untuk semua jenis pajak pemotongan dengan memilih Semua atau memilih salah satu pajak saja untuk menampilkan jenis pajak pemotongan tertentu;
  • Urutkan Sesuai: Pada filter ini, terbagi menjadi 2 pilihan yaitu berdasarkan tipe pajak dan tipe transaksi. Misalkan, Anda memiliki 2 jenis pajak, PPh23 dan PPh22.

Maka, jika Anda memfilter dengan tipe pajak, tampilan laporan akan diurutkan berdasarkan jenis pajak nya terlebih dahulu.

Sebaliknya, jika dengan tipe transaksi, maka tampilan laporan akan diurutkan berdasarkan jenis transaksi terlebih dahulu;

  • Perlihatkan Lebih Detail: Centang fungsi ini untuk menampilkan laporan lebih detil yaitu transaksi yang berhubungan dengan pajak pemotongan.
  1. Setelah selesai, klik “Filter”.
  2. Setelah memfilter, Anda dapat melakukan expor laporan ini dengan klik tombol “Expor” dan pilih format file yang diinginkan. Format yang tersedia adalah PDF, Excel atau CSV.

laporan pemotongan pajak5

  1. Jika dalam bentuk PDF, akan terlihat seperti ini.

laporan pemotongan pajak6

Itulah cara membuat laporan pemotongan pajak menggunakan Jurnal. Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat membantu Anda mengelola keuangan bisnis kapan dan di mana saja. Banyak fitur yang disediakan didalamnya yang dapat memudahkan Anda melakukan pencatatan hingga menyusun laporan keuangan. Cukup memasukkan informasi dan data-data keuangan bisnis Anda, Jurnal akan menghitungnya secara otomatis.

Terlebih Jurnal juga berbasis teknologi cloud sehingga Anda dapat mengakses nya kapanpun dan dimanapun secara realtime. Selain itu Jurnal juga sudah terintegrasi dengan lebih dari sepuluh aplikasi sehingga masih banyak sekali aplikasi yang terintegrasi dengan Jurnal seperti salah satunya yakni Klikpajak. Adanya sistem integrasi pada Jurnal ini tentu saja akan membuat Anda lebih produktif dan fokus dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis. Temukan informasi lebih banyak lagi mengenai Jurnal di sini