Membangun sebuah bisnis di era digital memang bukan perkara yang mudah. Setiap pelaku bisnis perlu menginvestasikan uang, waktu, dan tenaga untuk memastikan agar bisnis yang dijalankan dapat mencapai target dan tujuan. Seiring berkembangnya teknologi, membuat banyak pebisnis yang menggunakan konsep digital marketing. Konsep marketing yang satu ini merupakan aktivitas promosi baik itu untuk sebuah brand ataupun produk dengan menggunakan media elektronik.

Beberapa contoh teknik pemasaran yang termasuk dalam digital marketing adalah SEO (Search Engine Optimization), periklanan online seperti FB ads dan Google Ads, promosi media cetak, iklan televisi dan radio, billboard elektronik, email marketing, mobile marketing, dan lainnya. Banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh konsep pemasaran digital memang menggiurkan. Tetapi penting untuk Anda perhatikan bahwa ada beberapa kesalahan seperti di bawah ini yang harus dihindari saat menjalankan konsep pemasaran digital agar bisnis Anda tidak hancur.

Baca juga: Pentingnya Mengelola Inventaris untuk Kelangsungan Bisnis

 

1. Strategi Pemasaran Tidak Tepat Sasaran

Strategi dan perencanaan merupakan sebuah langkah awal untuk menentukan arah sebuah bisnis. Apalagi di era digital seperti saat ini, tren begitu mudah berubah dari waktu ke waktu, sehingga kebutuhan dan keinginan konsumen semakin beragam setiap hari.

Sebelum mengenalkan produk maupun jasa kepada masyarakat secara luas, Anda harus menentukan tujuan dan rencana pemasaran produk tersebut. Pastikan bahwa strategi pemasaran yang Anda rancang sudah spesifik, tepat sasaran, dan dapat dijangkau dengan mudah oleh target pasar.

2. Penawaran dan Permintaan Tidak Sesuai

Bisnis yang sedang dijalani harus mampu menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat. Namun, masih ada banyak pebisnis yang mengabaikan hal tersebut, sehingga mereka cenderung menawarkan produk yang tidak sesuai dengan permintaan pasar. Itulah sebabnya mengapa Anda wajib untuk mengukur tingkat kebutuhan pasar sebelum menyusun strategi pemasaran.

Anda dapat mencari tahu tren produk yang sedang berkembang di masyarakat dengan menggunakan Google Trends. Cukup masukkan nama produk pada kolom pencarian, Google Trends akan menunjukkan grafik permintaan produk yang dimaksud.

3. Melakukan Branding yang Asal-asalan

Brand merupakan representasi dari visi, misi, serta kesungguhan dalam melayani konsumen. Oleh karena itu, Anda sebagai pebisnis wajib merancang cara terbaik untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat luas. Branding yang baik tidak selalu berkutat pada pemilihan desain produk, logo, jargon, atau penawaran fantastis saja. Hal yang lebih penting adalah Anda mampu membangun kepercayaan publik tanpa harus menggunakan trik atau gimmick yang justru dapat mengorbankan reputasi brand.

4. Halaman Website yang Tidak Rapi dan Tidak Lengkap

Website resmi perusahaan merupakan elemen pertama yang pada umumnya dituju oleh para konsumen ketika mencari informasi produk melalui mesin pencarian. Di era digital ini, dapat dikatakan bahwa website merupakan “wajah” bisnis Anda. Itulah sebabnya mengapa Anda perlu memastikan tampilan website mampu mengakomodasi kebutuhan para pengunjung, bukan malah akan membuat mereka bingung karena navigasi website yang rumit.

Website bisnis yang baik harus mampu menghadirkan informasi, call-to-action, dan landing page yang jelas serta tidak merusak fokus pengunjung untuk menemukan apa yang mereka cari. Pastikan pula pesan yang Anda tampilkan di muka website singkat, jelas, namun sangat informatif.

Website yang tidak lengkap seperti tidak memiliki blog, tidak dilengkapi dengan informasi kontak atau About Us, juga dapat merusak reputasi bisnis Anda. Selain About Us, nomor telepon dan alamat email perusahaan juga wajib ditampilkan dalam website untuk memudahkan konsumen menyalurkan pertanyaan, saran, dan kritiknya.

5. Iklan dan Landing Page yang Tidak Sesuai

Kesalahan marketing yang satu ini jelas saja akan menurunkan kepercayaan konsumen. Misalnya Anda sedang mencari laptop murah di Google, lalu klik iklan yang tersedia, tetapi ternyata Anda malah diarahkan ke halaman website yang menampilkan tablet dengan harga fantastis.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi pada bisnis Anda, periksa dan analisa kembali elemen yang akan Anda tampilkan di landing page. Konten landing page harus sesuai dengan iklan yang Anda pasang di Google, Facebook, YouTube, Instagram, dan lainnya.

6. Proses Check-out yang Rumit

Jika website Anda mengharuskan konsumen untuk melalui tahapan check-out yang rumit, maka hampir dapat dipastikan bahwa konsumen justru akan meninggalkan website tanpa menyelesaikan pembeliannya. Ketika konsumen sudah sampai pada tahap check-out, langkah menuju proses pembayaran harus singkat dan sederhana.

7. Tidak Menghitung ROI

ROI atau yang lebih dikenal dengan istilah laba atas investasi merupakan rasio uang yang diperoleh atau hilang dalam sebuah investasi. Jika Anda tidak menghitung ROI, maka Anda tidak akan mengetahui efektivitas strategi pemasaran yang telah diterapkan.

Menghitung ROI bisa menjadi hal yang cukup rumit. Pertama, Anda perlu menentukan komponen mana saja yang perlu dihitung, seperti traffic, leads, conversion rate, atau jumlah klik. ROI harus dihitung dengan mengurangi jumlah total penjualan dengan biaya investasi, kemudian bagi dengan keseluruhan biaya investasi dan dikalikan dengan 100%.

Baca juga: Peluang Besar Bisnis Minimarket yang Perlu Dicoba

 

Itulah beberapa kesalahan digital marketing yang sering terjadi dan dapat menghancurkan bisnis. Selain itu, ada kesalahan yang dianggap sepele namun ternyata juga memiliki dampak yang cukup besar, yaitu tidak mengoptimalkan penggunaan sosial media. Diantaranya adalah mengabaikan respon dan saran dari konsumen di sosial media, membeli followers atau likes palsu, dan masih banyak lagi.

Selain menerapkan strategi digital marketing, penggunaan aplikasi akuntansi online juga perlu Anda pertimbangkan. Hal itu akan memudahkan Anda dalam mengelola keuangan bisnis. Pengelolaan yang mudah dan praktis akan menghemat waktu dan tenaga Anda, sehingga Anda akan lebih fokus terhadap rencana pengembangan bisnis. Bergabunglah dengan ribuan pengguna Jurnal lainnya sekarang juga. Dapatkan berbagai kemudahan dan keuntungan dari penggunaan Jurnal sebagai aplikasi akuntansi online bisnis Anda.