Deteksi Kerugian Akibat Fraud dalam Bisnis e-Commerce

Dalam bisnis, rumah adalah sebuah investasi. Ada banyak bisnis yang menggunakan rumah sebagai kantor atau bahkan mungkin gudang. Penggunaan rumah termasuk salah satu aset perusahaan yang penting. Rumah adalah aset berharga dalam bisnis. Jadi perusahaan perlu untuk merawat dan pandai mengelola aset berupa rumah.

Selain itu, dengan mengelola aset perusahaan ada juga manfaat yang didapat. Aset perusahaan berupa rumah bisa diuangkan sehingga bisa menambah kas perusahaan. Aset berupa rumah memang memerlukan perawatan yang lebih banyak dibanding aset yang lain. Oleh karena itu Anda wajib mengetahui segalanya tentang rumah.

 

Pengertian Pajak Penjualan Rumah dan Jenisnya

Rumah adalah aset yang bisa diuangkan bagi perusahaan. Dengan memiliki aset berupa rumah bisa menjadi peluang yang bagus untuk perusahaan. Salah satu hal yang perlu diketahui perusahaan yang memiliki aset berupa rumah adalah pajak penjualan rumah dan jenisnya.

Karena ada masanya perusahaan akan menjual aset rumah dan perlu  memahami perihal pajak tersebut. Pajak penjualan rumah adalah beban biaya yang dibebankan kepada dua belah pihak. Yaitu penjual dan pembeli. Berikut ini adalah jenis biaya yang harus dibayarkan oleh pihak pembeli:

PPN

Bagi pembeli yang membeli rumah dari developer atau badan lain yang merupakan PKP. maka Anda harus membayar PPN sebesar 10% dari tarif harga tanah. Sedangkan jika penjual bukan badan yang merupakan PKP, maka Anda hanya perlu menyetorkan PPN sendiri.

 

Biaya Pembuatan Akta Jual Beli

Biaya untuk akta jual beli rumah adalah sebesar 1% dari nilai transaksi jual beli rumah. Untuk biaya ini, jika ada kesepakatan antara penjual dan pembeli, maka siapa yang membayar bisa disepakati bersama.

 

Biaya Cek Sertifikat

Cek sertifikat penting untuk dilakukan pembeli untuk memastikan bahwa dokumen sertifikat rumah lengkap dan asli. Biayanya adalah sekitar Rp 100.000. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari pembeli membeli bangunan yang bermasalah.

 

Biaya Balik Nama Sertifikat

Peraturan yang berlaku untuk jumlah biaya ini berbeda-beda berdasarkan tiap daerah. Tetapi biasanya jumlah yang harus dibayar adalah 2% dari harga tarif. Proses balik nama ini dilakukan jika rumah yang dibeli masih atas nama orang lain. Kecuali pembeli membelinya dari developer maka hal tersebut tidak perlu.

 

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

BPHTB adalah pajak penjualan rumah yang harus ditanggung oleh pembeli. Tarifnya mencapai 5% dari tarif harga rumah yang dikurangi dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Jumlah NPOPTKP sendiri sudah ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah tempat rumah berdiri.

 

Sedangkan untuk pajak penjualan rumah yang ditanggung oleh penjual adalah:

Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan atau PPh menjadi tanggung jawab penjual rumah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 34 tahun 2016 tentang Tarif Baru PPh Final atas Pengalihan Hak Atas Tanah/Bangunan, besar PPh yang dikenakan untuk penjualan rumah adalah 2,5%.

 

Biaya Notaris

Notaris diperlukan untuk mengurus surat-surat rumah. Untuk tarif dari notaris dan PPAT sudah ditentukan oleh masing-masing daerah.

 

Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak bumi dan bangunan dibayar dalam masa 1 tahun. Penjual rumah berkewajiban untuk melunasi PBB sebelum rumah dialihkan kepada pembeli. Besar nilai PBB adalah 0,5% dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) dikalikan NJOP sebagai dasar pengenaan pajak. NJKP yang ditetapkan pemerintah adalah 40% untuk rumah dengan harga di atas Rp 1 miliar, dan 20% jika harga rumah di bawah Rp 1 miliar.

Untuk mengelola aset seperti rumah, Anda bisa menggunakan software akuntansi seperti Jurnal. Dengan menggunakan Jurnal, proses perhitungan pajak dan pengelolaan aset tidak lagi memerlukan waktu dan cara yang lama. Sehingga proses bisnis bisa dilakukan dengan mudah dan juga lancar.


PUBLISHED23 Sep 2020
Lavinda
Lavinda


Kategori : Bisnis