Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Cash Flow Operating Activities: Pengertian, Komponen, Cara Menghitung dan Peranannya

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Cash Flow Operating Activities adalah indikator utama kesehatan operasional bisnis karena menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas nyata dari aktivitas inti seperti penjualan barang dan jasa
  • Arus kas operasi positif menandakan bisnis mampu membiayai operasional, membayar kewajiban, dan melakukan ekspansi tanpa bergantung pada utang tambahan
  • Perhitungan cash flow operating activities dapat dilakukan dengan metode langsung dan tidak langsung, dengan menyesuaikan laba bersih, transaksi non-kas, serta perubahan modal kerja
  • Analisis arus kas operasi membantu manajemen dan investor menilai likuiditas, kualitas laba, serta keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang

Salah satu bagian informasi penting yang sering menjadi acuan dasar pada laporan keuangan oleh analis, investor, dan manajer keuangan adalah arus kas dari aktivitas operasi atau dikenal juga dengan cash flow operating activities.

Dengan memahami salah satu komponen arus kas ini, perusahaan bisa menentukan apakah sebuah bisnis bisa bernapas panjang atau justru tumbang di tengah puncak kejayaannya.

Tanpa memahaminya, perusahaan sering terjebak dalam ilusi keuntungan besar namun kenyataannya gagal dalam memenuhi kewajiban jangka pendek karea kas yang tertahan dan inventaris yang mengendap.

Berdasarkan studi menarik dari klien kami, menemukan bahwa mengadopsi software akuntansi dapat meningkatkan kecepatan membuat laporan keuangan hingga  50%.

Sehingga, cash flow operating activities menjadi acuan utama dalam melihat kemampuan inti perusahaan dalam menghasilkan uang tunai dari kegiatan utamanya.

Apa Itu Cash Flow Operating Activities?

Cash flow operating activities merupakan bagian dari laporan arus kas yang memberikan gambaran menyeluruh dari seluruh aliran kas masuk dan kas keluar yang berasal langsung dari aktivitas utama operasional harian sebuah bisnis.

Kegiatan operasional yang dimaksud mencakup semua aktivitas yang berhubungan langsung dengan produksi barang, penyediaan jasa, penjualan, serta pengeluaran yang diperlukan untuk menjalankan bisnis sehari-hari.

Ini juga melengkapi informasi arus kas masuk dan keluar dari seluruh aktivitas yang dijalankan perusahaan, selain dari aktivitas investasi dan pendanaan.

Namun, poin penting dalam jenis arus kas ini adalah mampu menjawab “Apakah bisnis ini sehat secara operasional dan mampu menghasilkan kas sendiri?”.

Cash flow operating activities yang bernilai positif mencerminkan perusahaan mampu untuk membayar dividen, melakukan ekspansi tanpa utang baru, serta meningkatkan daya tahan terhadap fluktuasi ekonomi.

Sebaliknya, jika nilai negatif terjadi secara berkelanjutan menginformasikan sinyal bahaya yang menunjukkan bahwa bisnis inti perusahaan sebenarnya sedang “membakar” kas untuk tetap bertahan.

Baca Juga: Cara Mengelola Arus Kas (Cash Flow Management), Catat!

Komponen Utama Cash Flow Operating Activities

pentingnya menganalisis cash flow operating activities dan komponen utamanya

Memahami komponen utama yang mengisi cash flow operating activities membantu Anda dalam  membaca laporan keuangan yang lebih tajam.

Beberapa elemen utamanya, mencakup:

1. Arus Kas Masuk Operasional

Arus kas masuk operasional menggambarkan segala aspek penerimaan kas, baik dari penjualan jasa, barang, atau kredit.

Komponen ini menjadi elemen utama dengan penilaian tertinggi ketika manajer atau pemilik ingin menganalisis kas masuk dari operasional inti.

Salah satu aspek yang paling vital adalah penerimaan kas dari pelanggan yang mencerminkan pembayaran aktual yang diterima atas penjualan inti, termasuk penagihan piutang dari pembelian kredit pada periode sebelumnya.

Selain itu, terdapat juga kas yang berasal dari penerimaan royalti, komisi, dan pendapatan lain yang terkait dengan kegiatan usaha utama.

2. Arus Kas Keluar Operasional

Komponen ini berkaitan dengan pengeluaran biaya kas untuk mendukung keberlangsungan operasional harian.

Setiap jenis industri memiliki beban arus kas keluar terbesar yang berbeda-beda, misalkan industri manufaktur dan ritel yang pengeluaran terbesarnya terletak pada pembelian persediaan atau bahan baku.

Beberapa komponen arus kas keluar lainnya, adalah:

  • Pembelian bahan baku dan barang dagangan (secara tunai atau pelunasan utang usaha)
  • Pembayaran gaji, upah, dan tunjangan karyawan
  • Pembayaran kepada kontraktor dan vendor jasa
  • Biaya sewa bangunan, seperti kantor, pabrik, atau gudang
  • Tagihan utilitas
  • Beban administrasi umum
  • Biaya pemasaran dan iklan

Baca Juga: Komponen Laporan Keuangan, Simak Penjelasan Lengkapnya!

3. Penyesuaian Transaksi Non-Kas

Penyesuaian transaksi non-kas menjadi elemen yang membutuhkan pemahaman tingkat lanjut.

Hal ini dikarenakan berkaitan dengan beban penyusutan seperti depresiasi dan amortisasi yang membutuhkan perhitungan yang akurat.

Kedua beban penyusutan ini adalah biaya yang diakui dalam laporan laba rugi tetapi tidak melibatkan pengeluaran uang tunai sama sekali pada periode berjalan.

Oleh karena itu, angka-angka ini harus ditambahkan kembali ke laba bersih saat menghitung arus kas operasi menggunakan metode tidak langsung agar mencerminkan kondisi kas yang sebenarnya.

Cara Menghitung Cash Flow Operating Activities Beserta Contohnya

Arus kas operasi merupakan jumlah kas yang dihasilkan dari aktivitas operasional dalam periode waktu tertentu.

Mengutip Corporate Finance Institute, untuk menganalisis arus kas operasi bisa menggunakan rumus sederhana berikut:

Cash Flow Operating Activities = Laba Bersih + Komponen Non-Kas – Modal Kerja Bersih

Namun, terdapat dua metode lain yang bisa digunakan untuk menyajikan cash flow operating activities sesuai kebutuhan dan karakteristik industri bisnis yang menerapkannya.

1. Metode Tidak Langsung (Indirect Method)

Metode tidak langsung merupakan cara menghitung cash flow operating activities yang paling umum digunakan di banyak perusahaan.

Metode ini dimulai dengan menjumlahkan laba bersih, menyesuaikannya dengan transaksi non-kas serta perubahan akun modal kerja seperti piutang, persediaan, dan utang usaha.

Untuk rumusnya sendiri akan tersaji sebagai berikut:

Arus Kas Operasi = Laba Bersih + Beban Non-Kas − Kenaikan Modal Kerja

Untuk contoh menghitungnya, simak contoh sebuah perusahaan berikut beserta datanya:

  • Laba bersih: Rp100.000.000
  • Penyusutan aset: Rp10.000.000
  • Kenaikan piutang usaha: Rp5.000.000

Maka perhitungannya:

Arus Kas Operasi = 100.000.000 + 10.000.000 − 5.000.000 = Rp105.000.000

Artinya, perusahaan menghasilkan kas dari operasional sebesar Rp105 juta pada periode tersebut.

2. Metode Langsung (Direct Method)

Selanjutnya, perusahaan juga bisa menggunakan arus kas metode langsung dalam menghitung arus kas operasi.

Tahapannya dilakukan dengan menjumlahkan seluruh kas yang diterima dari pelanggan, lalu menguranginya dengan berbagai pengeluaran kas operasional seperti gaji, pembayaran pemasok, dan pajak.

Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

Arus Kas Operasi = Total  Kas Masuk – Total Kas Keluar

Gambaran mengaplikasikan perhitungan arus kas operasi metode langsung adalah sebagai berikut:

Data arus kas operasi yang digunakan:

  • Kas dari pelanggan: Rp350.000.000
  • Gaji karyawan: Rp60.000.000
  • Pembayaran ke pemasok: Rp75.000.000
  • Pajak: Rp30.000.000

Mekanisme perhitungannya:

Arus Kas Operasi = 350.000.000 − 60.000.000 − 75.000.000 − 30.000.000 = Rp185.000.000

Ini berarti perusahaan memperoleh kas bersih dari operasional sebesar Rp185 juta.

Catatan Penting:
Jika arus kas operasi bernilai positif, perusahaan mampu menghasilkan kas dari aktivitas bisnisnya. Sebaliknya, jika bernilai negatif, perusahaan mungkin perlu pendanaan tambahan untuk menjalankan operasionalnya“.

Baca Juga: Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung & Tidak Langsung

Mengapa Arus Kas Operasi Penting?

Alasan utama mengapa menghitung dan menganalisis arus kas operasi adalah untuk mendapatkan perspektif yang akurat tentang kondisi keuangan bisnis yang sebenarnya.

Hal ini penting agar perusahaan mampu menyimpulkan berbagai kebutuhan dan perencanaan strategis, seperti:

1. Mengukur Kemampuan Bisnis Menghasilkan Kas Sendiri

Masih banyak bisnis yang menilai kemampuan bisnis hanya dari angka laba bersih, padahal laba bersih seringkali direkayasa agar mendapatkan hasil yang positif.

Oleh karena itu, arus kas operasi jauh lebih baik untuk dijadikan indikator penilaian kemampuan bisnis karena mekanisme perhitungannya yang sulit untuk direkayasa atau dimanipulasi.

Analisis kesehatan jangka panjang yang kuat bisa dilihat dengan bagaimana bisnis secara konsisten menghasilkan arus kas operasi positif yang benar-benar mampu membiayai dirinya sendiri dari aktivitas intinya.

Baca Juga: Cara Membaca Laporan Keuangan yang Benar untuk Kesuksesan Bisnis

2. Menilai Likuiditas Jangka Pendek

Arus kas yang positif mengindikasikan bahwa bisnis mampu membayar beban operasional, melunasi kewajiban jangka pendek, dan mempertahankan operasi tanpa harus mengandalkan pinjaman eksternal atau penjualan aset.

Hal ini erat kaitannya dengan rasio likuiditas yang seringkali menjadi perhatian utama pihak kreditur dan investor.

3. Dasar Pengambilan Keputusan Manajemen

Manajemen atau pemilik bisnis bisa memanfaatkan data yang berlandaskan arus kas riil dalam membuat keputusan investasi, ekspansi, atau efisiensi yang efektif dan tepat sasaran.

4. Sinyal Kualitas Laba bagi Investor dan Kreditur

Terdapat sebuah rasio keuangan yang disebut dengan Cash Flow to Net Income Ratio yang sering digunakan oleh banyak analis dalam menilai kualitas laba suatu perusahaan.

Jika nilai rasio mendekati 1  atau lebih dari 1 menandakan bahwa laba yang dilaporkan didukung oleh kas yang nyata, sedangkan rasio jauh di bawah 1 bisa menjadi tanda peringatan.

Kesimpulan

Cash flow operating activities menjadi cerminan yang paling riil ketika sebuah manajemen, analis keuangan, atau pemilik bisis dalam menilai kesehatan keuangan sebuah entitas bisnis.

Selain sulit untuk direkayasa atau dimanipulasi dengan kebijakan akuntansi, komponen yang termuat di dalamnya bervariatif dan menyeluruh.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda agar lebih memahami komponen, cara menghitung, dan memantau arus kas operasi dalam laporan arus kas.

Untuk mengelola laporan arus kas yang lebih efektif dan efisien, Anda bisa menggunakan sistem akuntansi modern untuk operasional bisnis.

Mekari Jurnal adalah software akuntansi bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari yang menyediakan pencatatan dan pembukuan otomatis, serta terhubung dengan penyusunan laporan keuangan real-time.

Anda juga bisa menganalis laporan arus kas dan laba rugi dengan fitur Airene yang mendukung analisis berbasis AI untuk mendapatkan insight bisnis lebih efektif dan instan.

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

CFI, “Operating Cash Flow”.

Investopedia, “Cash Flow From Operating Activities (CFO): Definition and Formulas”.

Pilot, “What is cash flow from operating activities?”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami