Foresthree Kelola Omzet dari Berbagai Cabang dengan Aplikasi Keuangan
Food & Beverage

Foresthree Kelola Omzet dari Berbagai Cabang dengan Aplikasi Keuangan

Situasi: 

PT Foresthree Waralaba Indonesia awal mula terbentuk pada 2016 dengan debut pertama membuka Foresthree Kitchen di Bogor, Jawa Barat. Seiring berjalannya waktu, manajemen memutuskan untuk membuka outlet kedua di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan. 

Sampai saat ini, Foresthree telah berkembang menjadi 91 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Outlet terbanyak berada di kawasan Sumatera dan Jawa. Sisanya berada di Bali, dan Kalimantan.

Dalam perjalanannya, Izza Pradana Putra, Finance Accounting Manager PT Foresthree Waralaba Indonesia mengungkapkan perusahaan memutuskan untuk membagi usaha menjadi dua divisi bisnis, yakni divisi Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C). 

Divisi bisnis B2B dijalankan dengan tiga model, yakni penjualan bahan baku saja, penerapan royalti fee, dan penawaran model bisnis waralaba (franchise). Sampai saat ini, terdapat 84 outlet yang dijalankan dengan model bisnis franchise. Sementara itu, divisi B2C dijalankan dalam bentuk mengelola tujuh kedai kopi secara mandiri oleh perusahaan.

Perusahaan berpendapat, penerapan strategi branding dan manajemen stok bahan baku yang optimal serta inovasi pada menu makanan dan minuman merupakan cara efektif untuk memenangkan persaingan yang ketat di industri F&B. 

Tantangan:

Bisnis Foresthree semakin lama semakin berkembang, kapasitas bisnis perusahaan juga semakin besar, dengan komponen modal, biaya, dan sumber pendapatan yang bervariasi di setiap divisi bisnisnya. Dengan kondisi tersebut, manajemen kesulitan mengatur dan mengelola keuangan yang kompleks karena varian sumber dana.

Pada divisi B2C di outlet-outlet mandiri, perusahaan mengalokasikan anggaran cukup besar untuk tim marketing and branding, terutama untuk promosi produk, baik berupa diskon maupun gratis. Alokasi dana yang besar dianggap cukup berisiko. Izza mengaku kesulitan menerapkan strategi promosi yang tepat dalam waktu cepat di tengah persaingan yang ketat, serta kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Di divisi B2B, Foresthree menghadapi kesulitan dalam mengelola penjualan bahan baku dengan harga beragam sesuai pelanggan. Hal itu terjadi karena perusahaan membedakan harga jual antara koordinator wilayah yang menjadi distributor kedai kopi di daerah, dan kepada kedai franchise. 

Tak hanya soal pengaturan harga, tantangan juga hadir dalam proses penagihan penjualan. Selama ini perusahaan harus mengirimkan faktur (invoice) kepada pelanggan secara manual dengan mengunggah dalam format PDF, kemudian mengirimkan via email satu per satu. Hal ini menghabiskan waktu dan tenaga cukup banyak.

Dari sisi pembelian, perusahaan melakukan transaksi pembelian bahan baku dalam jumlah besar dan bervariasi. Bukti pembayaran menjadi terpisah-pisah dan membutuhkan waktu untuk direkap. 

Selain itu, perusahaan juga menghadapi tantangan dalam mengelola jumlah stok barang dan mengklasifikasikan antara kebutuhan bahan baku untuk kedai yang dikelola sendiri dan untuk kebutuhan kedai franchise. Bukan rahasia umum, industri F&B juga sering menghadapi fenomena perubahan harga bahan baku yang sangat dinamis.

Solusi:

Guna menjawab berbagai tantangan bisnis, Foresthree memilih Paket Enterprise+ Jurnal by Mekari sebagai aplikasi akuntansi yang dapat membantu perusahaan mengelola keuangan dan operasional secara lebih mudah dan praktis. 

Melalui fitur Laporan Keuangan dan Bisnis, perusahaan dapat mengelola sekaligus memantau laporan keuangan meski komponen modal, biaya, dan pendapatan kini menjadi lebih kompleks. 

Foresthree dapat mengakses ringkasan bisnis pada performance dashboard secara real time. Dengan fitur terbaru dari Jurnal, manajemen bahkan dapat mengatur dan membatasi akses tiap user untuk menjamin keamanan data transaksi biaya dan pemasukan.

Dengan aplikasi Jurnal, tim marketing bisa mengetahui penggunaan budget marketing yang digunakan dari waktu ke waktu, terutama seberapa besar budget efektif digunakan dan berdampak pada pertumbuhan penjualan. Misalnya, ketika budget yang dikeluarkan tak sebanding dengan hasil penjualan, manajemen bisa segera mengevaluasi dan mengubah strategi promosi. 

Fitur Akuntansi di Jurnal membuat perusahaan bisa mencocokkan aktivitas transaksi penjualan dan pembelian makanan dan minuman, serta pengeluaran bahan baku secara otomatis dengan catatan bank. Foresthree juga dapat memeriksa aktivitas keuangan dengan mutasi yang otomatis diimpor setiap hari ke software Jurnal.

Pada Paket Enterprise+ Jurnal, perusahaan difasilitasi Fitur Pengaturan Harga Multi produk yang dapat mengatur variasi harga pada satu produk sesuai kebutuhan promosi atau jenis pembeli. Dengan begitu, Foresthree dapat memantau penjualan makanan dan minuman, serta penjualan bahan baku ke distributor dan pemilik kedai franchise mereka.

Paket Enterprise+ juga menyediakan Fitur Penggabungan Faktur atau Join Invoice. Melalui fitur ini, Foresthree menggabungkan beberapa tagihan bahan baku ke dalam satu faktur sekaligus serta mengatur ketentuan pembayaran sesuai kebutuhan. Foresthree juga dapat mengirim invoice secara otomatis langsung ke email para pelanggan, cukup dengan mengisi alamat email pada software Jurnal. 

Melalui Fitur Produk dan Inventory, Foresthree dapat memantau jumlah stok barang secara real time dan melakukan stock opname. Bahkan perubahan harga yang dinamis juga dapat diketahui dengan mudah.

Hasil: 

Aplikasi dengan fitur lengkap seperti Jurnal by Mekari membuat Foresthree dapat mengelola dan memantau laporan keuangan secara praktis dan akurat. Manajemen juga melakukan efisiensi, baik dari sisi energi, waktu, maupun biaya. 

Karyawan yang seharusnya mengelola keuangan, mengatur stok barang, maupun memantau transaksi kini bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan lebih mudah dan cepat. Pada akhirnya, karyawan memiliki fleksibilitas untuk menyelesaikan pekerjaan lain yang tak kalah penting. 

Pada dasarnya, menurut Izza, Jurnal sangat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis. Dia berpendapat, sistem atau infrastruktur yang digunakan perusahaan harus melampaui zaman, sehingga mampu mengikuti bisnis perusahaan yang bergerak cepat.

Di tengah kondisi pandemi Covid, Foresthree mengaku tak ingin hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang menjadi perusahaan bidang F&B yang lebih besar lagi. Maka itu, ke depan perusahaan akan berfokus menjalankan berbagai strategi bisnis untuk menggaet mitra franchise dan menambah jumlah outlet yang dikelola sendiri. 

Guna menunjang pertumbuhan bisnis dan mencapai kesuksesan, Foresthree mengaku membutuhkan aplikasi keuangan yang mumpuni seperti Jurnal. Jika Anda bisnis terus berkembang seperti Foresthree, Anda dapat mencoba aplikasi Jurnal secara gratis selama 14 hari di sini. Anda juga dapat menjadwalkan diri mengikuti live demo atau berkonsultasi langsung dengan pihak Jurnal.

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda  langsung dengan sales kami

Jadwalkan demo