Istilah akuntansi memang cukup familiar di telinga, baik yang masih mengenyam bangku pendidikan hingga yang telah menjadi ahli di bidangnya masing-masing. Akuntansi adalah suatu bidang yang berhubungan dengan proses data keuangan dan pendukungnya seperti mencari, mengumpulkan, mencatat, menganalisa, menafsirkan, membuat laporan dan bahkan membuat kebijaksanaan terkait data keuangan dari pihak yang membutuhkannya.

Bisnis yang bergerak di bidang apapun pasti memerlukan yang namanya akuntansi. Karena pentingnya bidang ini sehingga setiap pemilik bisnis dituntut untuk menguasai. Setidaknya seorang pemilik bisnis harus mempunyai pengetahuan mengenai akuntansi dasar. Karena akuntansi dasar yang menjadi acuan untuk mempermudah mempelajari akuntansi secara lebih jauh. Selain pengertian, prinsip dan konsep, hal-hal mengenai akuntansi dasar lainnya yang perlu diketahui lainnya adalah metode pencatatan transaksi keuangan. Setidaknya ada dua metode yang kerap digunakan yakni single entry dan double entry. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca di penjelasan berikut ini.

Baca juga: Akuntansi Dasar: Mengenal Neraca Percobaan dan Tata Cara Penulisannya

Bedanya Single Entry dan Double Entry

Baik single entry maupun double entry merupakan dua cara dasar yang digunakan dalam mencatat transaksi keuangan di dalam akuntansi. Masing-masingnya memiliki pengertian sebagai berikut.

  1. Single Entry atau dapat diartikan sebagai Pencatatan Tunggal merupakan metode pencatatan transaksi keuangan yang hanya dilakukan satu kali. Yang dicatat dalam metode single entry hanyalah daftar transaksi yang mempengaruhi akun kas. Artinya penerimaan kas dicatat sebagai kas masuk, sedangkan pembayaran kas dicatat sebagai kas keluar. Metode single entry biasanya digunakan oleh bisnis kecil dimana neraca tidak diperukan untuk kontrol keuangan dan keperluan pajak.
  2. Double Entry atau Pencatatan Ganda adalah metode pencatatan transaksi keuangan yang dilakukan dua kali yakni pada sisi debit maupun kredit. Metode double entry diperlukan untuk semua bisnis yang harus menghasilkan akun laba rugi dan neraca.

 

Kriteria Penggunaan

Bagi sebuah bisnis memutuskan apakah akan menggunakan metode single entry atau double entry tergantung dengan jenis bisnis yang dijalankan. Pada awalnya, single entry digunakan pemerintah Indonesia sebagai dasar pembukuan/pencatatan. Hal ini cukup beralasan karena penggunaan single entry jauh lebih mudah dan praktis. Namun, karena tingginya tuntutan adanya good public governance, perubahan sistem pencatatan ke double entry perlu diterapkan karena dengan sistem pencatatan ini dapat dihasilkan laporan keuangan yang lengkap dan auditable.

Di luar pemerintahan, bisnis kecil dengan kepemilikan tunggal atau bisnis berbasis rumahan mungkin tidak memerlukan metode double entry untuk mencatat transaksi keuangannya. Dan biasanya pemilik bisnis kecil tidak memulai usahanya dengan metode ini. Lebih mudah bagi mereka untuk menggunakan metode single entry dengan cukup menambahkan kas yang masuk dan mengurangi kas keluar.

Sementara itu apabila bisnis yang dijalankan memiliki beberapa piutang atau hutang, perlu dipertimbangkan untuk menggunakan sistem double entry. Dalam metode double entry, tiap transaksi dicatat ke dalam dua akun, debit dan kredit. Setiap transaksi harus saling menyeimbangkan.

Sebagai contoh ketika bisnis sedang melakukan pembelian komputer. Dalam metode single entry, cukup mengurangi harga pembelian dari total pendapatan. Sementara dalam metode double entry, aset bertambah berupa komputer akan dimasukkan ke kolom debit dan biaya pembelian dimasukkan ke dalam kolom kredit karena mengurangi kas bisnis. Mengenai dua akun iini, perlu diperhatikan bahwa debit tidak selalu bertambah, dan kredit pun tidak selalu berarti berkurang.

 

Keuntungan dan Kerugian Single Entry

Yang menjadi poin utama dari keunggulan penggunaan single entry adalah sederhana sehingga penggunaannya lebih mudah dan praktis. Metode ini hanya memiliki dua daftar, yakni penghasilan dan pengeluaran. Namun format sederhana ini yang membuat hasil laporannya kurang lengkap. Sehingga sulit untuk mengontrol setiap transaksi yang terjadi. Selain itu, apabila terjadi kesalahan akan sulit untuk mencari letak dan asal muasal kesalahan tersebut.

 

Keuntungan dan Kerugian Double Entry

Sebagian besar bisnis menengah dan besar menggunakan metode double entry yang melacak pendapatan, pengeluaran serta aset dan liabilitas. Metode double entry diperlukan untuk semua bisnis yang diharuskan menghasilkan laporan aset dan liabilitasnya (neraca). Dengan sistem pencatatan seperti membuat perhitungan yang dilakukan lebih akurat karena menunjukkan semua saldo akun. Dengan kejelasan informasi ini maka kesalahan yang terjadi dapat dilacak jejaknya. Namun jika sudah menggunakan metode double entry maka kesalahan yang terjadi sangatlah kecil. Kesalahan yang mungkin terjadi adalah human error.

Data yang tercatat dengan jelas tentu saja menyimpan kerumitan di baliknya. Proses pembukuannya memang cukup rumit karena harus menyeimbangkan antara debit dan kredit. Tentu saja tidak semua orang dapat melakukan ini sehingga dibutuhkan sumber daya manusia tambahan serta biaya tambahan untuk melakukannya. Waktu yang dibutuhkan pun akan lebih banyak karena perlu verifikasi berulang kali apalagi jika terdapat human error yang sangat membingungkan.

Berbagai kerumitan tersebut kini bisa diatasi dengan software akuntansi online #1 di Indonesia, Jurnal. Jurnal memberikan kemudahan dalam pembukuan dan pembuatan laporan keuangan secara instan mulai dari nerca, laba rugi, perubahan modal, arus kas dan masih banyak lagi. Dengan Jurnal Anda bisa memonitor kondisi bisnis secara realtime. Tunggu apalagi? Segera daftarkan bisnis Anda dan dapatkan percobaan gratis selama 14 hari.

Author