Memulai bisnis bukanlah hal yang mudah. Proses ini melibatkan banyak perencanaan dan persiapan untuk mengantisipasi masalah yang mungkin menghadang di depan. Salah satu persiapan yang sejak jauh-jauh hari telah dipikirkan adalah modal. Bagi yang mempunyai tabungan usaha, permodalan bukan menjadi masalah utama yang dihadapi. Namun berbeda halnya dengan orang-orang yang memulai bisnis dengan  dana terbatas. Untuk itu pinjaman modal usaha merupakan salah satu jalan keluar.

Baik pemerintah serta perusahaan swasta telah banyak yang memberikan dukungan kepada pengembangan bisnis di Indonesia. Yaitu dengan memberi pinjaman modal usaha. Pinjaman modal usaha yang mereka berikan pun terdiri dari berbagai jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan peminjam. Berikut beberapa jenis pinjaman modal usaha yang dapat dijadikan referensi sebelum Anda memutuskan untuk melakukan pinjaman.

Baca Juga: 4 Tips Mudah Mendapat Pinjaman Modal untuk UKM

 

Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah salah satu pinjaman modal usaha yang memberikan kredit tanpa membebankan jaminan berupa aset seperti kendaraan, rumah, tanah, surat berharga dan sebagainya. Pinjaman tanpa jaminan ini membuat KTA menjadi jenis pinjaman modal usaha yang cukup populer di kalangan pemilik bisnis. Alasan lain yang membuat pemilik bisnis lebih memilih KTA adalah karena bunga yang ditawarkan kurang dari satu persen.

Untuk KTA, secara umum kreditur akan memberikan pinjaman dana maksimal sebesar IDR 200 – 300 juta sesuai dengan ketentuan dan persyaratan masing-masing bank tersebut. Jangka waktu pinjaman yang diberikan hingga 60 bulan atau 5 tahun. KTA bisa diajukan dengan membawa dokumen persyaratan seperti KTP, NPWP, SIUP, rekening koran, dan kartu kredit. Walaupun persyaratan dan prosesnya cukup gampang, namun peluang mendapatkan KTA sedikit sulit. Peminjam masih harus memenuhi syarat BI checking untuk memastikan tidak ada riwayat tunggakan dari  kredit sebelumnya.

 

Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Seperti namanya, Kredit Usaha Rakyat atau KUR memang dicanangkan pemerintah untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah milik rakyat. KUR memberikan pinjaman modal terutama bagi  usaha yang bergerak di sektor pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, dan jasa keuangan simpan pinjam.

Untuk menyukseskan program ini, pemerintah bekerja sama dengan beberapa bank BUMN seperti Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri dan Bank BNI Syariah. Pinjaman yang ditawarkan program KUR mencapai angka IDR 500 juta dengan bunga yang juga cukup rendah, yakni 7% pertahunnya atau hanya sekitar 0,58% perbulan. Jangka waktu peminjaman yang diberikan selama 6 tahun atau 72 bulan.

Dokumen yang dibutuhkan untuk mendapatkan KUR berupa kartu identitas, akte pendirian usaha, SIUP/TDP, laporan keuangan, proposal usaha dan persyaratan lain yang mungkin diminta oleh pihak bank. Persyaratannya memang lebih banyak dibanding KTA. Sebab, pemerintah hanya memberi pinjaman bagi usaha yang memiliki kelayakan, potensi, prospek bisnis yang baik, dan mempunyai kemampuan untuk mengembalikan pinjaman.

 

Kredit Investasi

Kredit investasi merupakan pinjaman yang memang difokuskan untuk berbagai keperluan usaha. Pinjaman ini biasanya digunakan untuk perluasan atau penambahan usaha seperti membeli dan membuka pabrik baru, membangun proyek baru, pengadaan mesin dan bahan baku, membeli tanah dan juga bangunan untuk usaha baru, dan lain sebagainya. Pelunasan kredit investasi ini menggunakan uang hasil usaha yang baru saja dibiayai dengan modal tersebut.

Jumlah dana tunai yang dikeluarkan oleh bank berbeda-beda tergantung kebijakan setiap bank. Namun untuk angka yang paling besar, bank bisa memberikan hingga IDR 40 milyar dengan jangka waktu sampai 15 tahun. Rata-rata bunga yang dikenakan di bawah 10% pertahunnya. Adapun dokumen yang disyaratkan untuk mendapatkan kredit investasi berupa kartu identitas, NPWP, SIUP, akta pendirian usaha, dan rekening tabungan.

 

Kredit Modal Kerja (KMK)

Kredit Modal Kerja atau KMK diberikan untuk tujuan pengembangan usaha menjadi lebih besar. Oleh karena itu dalam pinjaman ini ada syarat yang harus dipenuhi, yakni usaha telah memiliki izin dan berjalan selama kurang lebih 1 tahun. KMK merupakan pinjaman jangka pendek yakni hanya satu tahun saja.

Dalam satu tahun tersebut nilai pencairan kredit maksimal 70% dari total kebutuhan akan modal kerja, dengan jaminan usaha itu sendiri. Pinjaman bisa ditarik berulang kali kapan saja selama tidak melebihi batas jumlah dana yang telah ditentukan. Dokumen yang harus disiapkan ketika melakukan pinjaman jenis ini berupa KTP, KK, buku tabungan, keterangan penghasilan dan bukti memiliki tanggungan dan cicilan.

 

Modal Ventura

Modal ventura adalah pinjaman dalam bentuk investasi dimana kreditur memberikan pembiayaan berupa penyertaan modal dengan adanya perjanjian kerja sama dalam jangka waktu tertentu. Konsep dasar yang dipegang oleh modal ventura sama halnya dengan saham. Hanya saja, modal yang diberikan ini berasal dari perusahaan ventura.

Modal ventura termasuk investasi dengan risiko tinggi, namun dengan imbalan yang tinggi pula. Mengapa demikian? Karena investor di sini memberikan pinjaman pada bisnis dengan risiko tinggi dan tidak memenuhi syarat standar perusahaan terbuka untuk mendapatkan modal pinjaman dari perbankan.

Ada empat jenis modal ventura yang bisa dipilih, yakni equality financing yang memberikan pembiayaan langsung, semi equality financing yang memberikan pinjaman sebagian dalam bentuk saham dan obligasi, mendirikan usaha baru dan jenis bagi hasil yang pembagiannya telah disepakati sejak awal. Untuk mengajukan modal ventura perlu menyiapkan dokumen seperti akte pendirian usaha, SIUP, NPWP, profil usaha, laporan keuangan, rekening koran dan dokumen pendukung lainnya.

Baca juga: 11 Kesalahan Dalam Investasi Saham yang Harus Anda Hindari

 

Kredit Multiguna (KMG)

Kredit Multiguna atau KMG adalah salah satu produk perbankan yang memberikan fasilitas pinjaman di mana peminjam  diharuskan untuk memberikan agunan atau jaminan. Berbeda dengan jenis pinjaman sebelumnya, kredit multiguna mengharuskan peminjamnya memberikan sejumlah aset sebagai jaminan kepada kreditur. Bahkan jaminan inilah yang menentukan seberapa besar dana tunai yang akan dipinjamkan. Semakin besar jaminan yang diberikan maka semakin besar pula pinjaman yang bisa diterima.

Bank berani mengucurkan dana hingga sebesar IDR 5 Milyar dengan jangka waktu yang juga lama hingga lebih dari 10 tahun. Namun suku bunga yang ditawarkan masih cukup tinggi dan menyesuaikan kondisi pasar. Apabila kondisi pasar baik maka bunga bisa dibawah 10%, namun apabila kondisi pasar sedang tidak stabil maka bisa melebihi 15%. Selain jaminan aset, peminjam juga perlu menyiapkan beberapa dokumen seperti  formulir aplikasi pinjaman, KTP, KK, NPWP, rekening tabungan, rekap penghasilan, SIUP, foto usaha dan rekening listrik atau PBB.

 

Kredit Online

Salah satu yang sedang marak di dunia perkreditan saat ini adalah pinjaman online. Pinjaman jenis ini adalah fasilitas pinjaman uang yang diberikan oleh penyedia jasa keuangan yang beroperasi secara online. Penyedia pinjaman online ini biasa dikenal dengan sebutan fintech. Berdasarkan data OJK, jumlah penyedia pinjaman atau kredit online pada tahun 2017 telah mencapai 100.940 dengan dana pinjaman senilai 2,56 triliun.

Peluang mendapatkan pinjaman dari kredit online cukup besar, fleksibel serta memiliki syarat yang simpel. Jika ingin mengajukan kredit secara online umumnya cukup menyiapkan KTP, NPWP, slip gaji dan KK. Jenis produk pinjamannya beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Baca juga: Peran Teknologi Finansial Serta Regulasinya di Indonesia

 

Pinjaman dari Kerabat

Pinjaman modal usaha lainnya adalah pinjaman dari kerabat atau orang terdekat. Walaupun kredit ini tidak seresmi pinjaman dari perusahaan penyedia pinjaman yang telah terdaftar, peminjam sebaiknya tetap membuat proposal yang rinci mengenai usaha yang dijalankan. Ini untuk kenyamanan bersama dan mencegah adanya permasalahan kedepannya karena tidak adanya batasan dan aturan yang jelas.

 

Setelah mendapatkan pinjaman, hal yang tidak boleh dilupakan adalah melakukan pengelolaan terhadap uang tersebut untuk memudahkan dalam penggunaan dan pengembalian. Dengan Jurnal, seluruh transaksi pinjaman modal akan tercatat dengan rapi dan terperinci sehingga memudahkan Anda mendapatkan data-datanya ketika dibutuhkan. Jurnal dilengkapi fitur monitor utang-piutang yang dapat mengatur batas pembayaran utang. Sehingga Anda terbebas dari utang dan juga piutang yang tidak terbayarkan. Untuk informasi selengkapnya dapat diakses di sini.

 

Author