Sudah pernah mendengar analisis rasio keuangan? Analisis rasio keuangan merupakan hal yang penting dalam dunia bisnis, terutama untuk manajemen, investor dan calon investor. Melalui analisis rasio keuangan, investor dapat menentukan besarnya investasi yang akan ditanamkan. Selain investor, analisis rasio keuangan juga bermanfaat untuk pihak manajemen sendiri, karena analisis rasio keuangan dapat digunakan untuk menilai perkembangan bisnis. Sebenarnya apa itu rasio keuangan? dan bagaimana cara melakukannya? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut.

Pengertian Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio keuangan ialah suatu alat analisa yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan keuangan pada suatu periode. Adapun data keuangan yang digunakan meliputi tiga laporan keuangan perusahaan, yaitu laporan keuangan laba-rugi, laporan arus kas, dan neraca. Laporan keuangan ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan dan kinerja perusahaan untuk mengambil keputusan.

Tujuan Analisis Keuangan

Sebelum membahas prosedur atau cara melakukan analisis, ada baiknya Anda mengerti tujuan dari analisis laporan keuangan. Beberapa tujuan analisis rasio keuangan yakni:

  1. Untuk menilai kinerja keuangan perusahaan sehingga membantu membuat keputusan investasi.
  2. Menggali informasi dibalik laporan keuangan suatu perusahaan.
  3. Mengetahui kesalahan yang ada pada laporan keuangan.
  4. Membandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau antar waktu.
  5. Memprediksi potensi yang mungkin dialami perusahaan di masa yang akan datang.
  6. Memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan, dan sebagainya.

Prosedur Melakukan Analisis Rasio Keuangan

Untuk melakukan analisis rasio keuangan, ada beberapa langkah yang harus Anda tempuh. Adapun prosedur atau langkah untuk melakukan analisis sebagai berikut:

  1. Pilih & Pahami Latar Belakang Perusahaan

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk melakukan analisis rasio keuangan yakni memiliki perusahaan. Jika Anda sudah memilih perusahaan yang akan Anda analisis, selanjutnya pahami latar belakang perusahaan tersebut. Minimal Anda memiliki pemahaman terkait bidang usaha yang ditekuni perusahaan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang diterapkan perusahaan.

  1. Perhatikan Faktor-faktor yang Berpengaruh

Langkah kedua yakni perhatikan faktor atau kondisi yang berpengaruh terhadap perusahaan. Faktor-faktor atau kondisi yang perlu Anda perhatikan dan pahami yaitu berkaitan dengan informasi trend dan kemajuan industri. Contohnya seperti pendapatan per kapita, tingkat bunga, tingkat inflasi dan pajak, tingkat bunga, manajemen, dan lainnya. Hal ini karena faktor eksternal juga berpengaruh terhadap kondisi keuangan perusahaan pada tahun berjalan. Sehingga untuk menganalisis keuangan perusahaan, Anda juga harus memperhatikan kondisi-kondisi yang terjadi.

  1. Review Laporan Keuangan

Untuk menganalisis rasio keuangan, pastikan bahwa laporan keuangan perusahaan yang dipilih jelas. Maksudnya laporan keuangannya menggambarkan informasi keuangan yang benar. Selain itu pastikan juga laporan keuangan dibuat sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku. Anda juga dapat melakukan review laporan keuangan secara sederhana terlebih dahulu. Hal tersebut akan memudahkan Anda untuk melakukan langkah selanjutnya.

  1. Analisis Rasio Keuangan

Setelah melakukan 3 langkah sebelumnya, selanjutnya pada langkah ke empat ini dapat melakukan analisis rasio keuangan. Anda dapat melakukan analisis rasio keuangan dengan menggunakan berbagai metode atau teknik analisis yang ada.

  • Metode Analisis Rasio Keuangan

Berdasarkan tujuannya, rasio keuangan dibagi menjadi empat yaitu.

1.) Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas menunjukan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan (laba). Dengan menggunakan rasio ini Anda dapat mengetahui kelangsungan hidup perusahaan (going concern). Terdapat lima ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur rasio profitabilitas.

  • Gross Profit Margin, merupakan perbandingan laba kotor dan penjualan pada periode yang sama.
  • Operating Profit Margin, profit margin menggambarkan laba bersih sebelum bunga dan pajak yang didapat dari penjualan perusahaan. Rasio ini dapat dilihat pada laporan laba rugi pada bagian analisis common size.
  • Net Profit Margin, rasio ini mengukur jumlah rupiah laba bersih yang dihasilkan oleh setiap satu penjualan rupiah.
  • Return On Assets (ROA), menunjukan kemampuan perusahaan menghasilkan after tax operating profit dari total aset yang dimiliki perusahaan. Laba yang dihitung adalah laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT (Earning Before Interest and Tax).
  • Return On Investment (ROI), analisis ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang akan digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Laba yang digunakan untuk menghitung rasio ini adalah laba setelah pajak / Earning After tax (EAT).

2.) Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas menunjukan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya. Rasio yang sering digunakan untuk menghitung ini yaitu.

  • Current Ratio, rasio ini menunjukan perbandingan aset lancar dengan kewajiban lancar.
  • Quick Ratio, menunjukkan perbandingan antara (kas + sekuritas jangka pendek + piutang) dengan kewajiban lancar. Dengan kata lain merupakan jumlah perimbangan antara aktiva lancar dikurangi persediaan dengan hutang lancar.

3.) Rasio Solvabilitas

Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya baik jangka panjang maupun jangka pendek jika perusahaan di likuidasi.. Terdapat 2 rasio yang digunakan untuk menghitungnya.

  • Total Debt to Total Assets Ratio: Rasio ini dikenal dengan debt ratio yaitu mengukur besarnya dana yang berasal dari utang.
  • Debt to Equity Ratio: Rasio ini digunakan untuk mengukur utang yang dimiliki dengan modal sendiri. Sebaiknya utang perusahaan tidak melebihi modal perusahaan sendiri.

4.) Rasio Aktivitas

Cara menghitung rasio aktivitas  adalah dengan melihat beberapa aset, kemudian Anda menentukan berapa tingkat aktivitas pada aktiva-aktiva pada kegiatan tertentu. Setelah itu, Anda akan mengetahui aktiva mana yang produktif dan aktiva mana yang kurang produktif.

  • Rasio Perputaran Piutang: Rasio ini mengukur efektivitas pengelolaan piutang. Melalui  rasio ini Anda dapat melihat pengelolaan piutang dan kebijakan kredit nya.
  • Rasio Perputaran Persediaan: Rasio ini menunjukan likuiditas perusahaan dalam pengelolaan persediaan nya. Semakin tinggi perputaran nya maka semakin baik. Jika rendah berarti efektivitas pengendalian persediaan kurang baik.
  • Rasio Perputaran Aktiva Tetap: Rasio ini mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan dengan aktiva tetap yang dimilikinya. Semakin besar perputaran rasio nya, maka semakin baik untuk perusahaan.
  • Rasio Perputaran Total Aktiva: Rasio ini digunakan untuk menghitung efektivitas penggunaan total aktiva.
  1. Membuat Kesimpulan

Setelah menghitung dan melakukan analisis rasio keuangan, langkah terakhir yakni membuat kesimpulan. Buatlah kesimpulan sesuai dengan hasil analisis atau perhitungan.

Demikian uraian mengenai prosedur atau cara melakukan analisis rasio keuangan. Dengan analisis rasio keuangan, Anda dapat menilai kesehatan keuangan usaha Anda semakin mudah. Untuk melakukan analisis rasio, Anda harus memiliki laporan keuangan yang lengkap dan akurat. Agar mudah dalam membuat laporan keuangan Anda dapat menggunakan bantuan software akuntansi online seperti Jurnal.

Jurnal dapat membantu Anda membuat laporan keuangan dengan cepat, mudah, dan akurat. Anda hanya perlu menginput semua transaksi, Jurnal secara otomatis akan mengolahnya menjadi laporan keuangan. Dan masih banyak fitur-fitur lain yang akan memudahkan pekerjaan dan kesuksesan bisnis Anda. Selain itu dengan menggunakan Jurnal, Anda juga dapat melihat dan mengedit laporan keuangan secara realtime di mana pun dan kapan pun. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga di sini.