Pengambilan keputusan merupakan kunci kesuksesan sebuah perusahaan, baik yang berskala besar maupun kecil. Pengambilan keputusan, khususnya disaat kritis akan sulit dilakukan dan biasanya berujung kepada kesalahan yang fatal. Berikut adalah 4 kesalahan yang sering dilakukan dalam mengambilan keputusan yang perlu Anda perlu ketahui:

1. Keputusan yang Kurang Terdefinisi

Keputusan yang baik adalah keputusan yang terdefinisi dengan jelas. Seringkali Anda mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan alasan yang jelas karena dikejar oleh waktu. Keputusan yang tidak jelas seringkali berujung kepada hal buruk. “Apa yang ingin Anda putuskan?” dan “Mengapa Anda mengambil keputusan itu?” adalah pertanyaan yang dapat membantu Anda memahami keputusan yang akan diambil.

Apa tujuan akhir Anda?

Tentukan tujuan utama yang ingin dicapai dengan keputusan tersebut. Melalui pertanyaan yang bersifat introspeksi diri ini, Anda akan menentukan tujuan yang mempengaruhi proses bisnis Anda secara keseluruhan. Pertanyaan ini juga dapat diaplikasikan dalam penentuan visi organisasi atau perusahaan Anda.

Apa tantangan utama Anda?

Teliti masalah internal dan eksternal perusahaan yang mencegah Anda dalam mencapai tujuan dan mengambil keputusan tersebut. Masalah tersebut haruslah berkaitan dengan tujuan utama Anda atau perusahaan agar terdengar masuk akal.

Fokus dan ringkas sangat diperlukan dalam mengambil keputusan. Sebaiknya keputusan yang diambil hanya berdasarkan informasi yang mendeskripsikan tujuan utama dan tantangan yang Anda hadapi. Jika Anda kesulitan untuk menemukan hubungan antara masalah dengan tujuan utama yang ditentukan, Anda dapat menyimpulkan bahwa keputusan tersebut salah.

2. Memutuskan Sendiri

Dalam keadaan terdesak, Anda seringkali memutuskan berdasarkan pertimbangan diri sendiri. Padahal, sebuah penelitian menunjukkan bahwa saran dari orang lain akan secara signifikan meningkatkan akurasi dan kualitas dari keputusan tersebut. Pembuat keputusan yang cerdas biasanya akan berdiskusi dengan ahli atau penasihat yang dipercaya. Hal ini tentu akan membantu Anda dalam mengambil keputusan yang tepat.

3. Mengabaikan Fakta

Fakta adalah alat terkuat bagi seseorang dalam menentukan keputusan yang tepat. Keputusan yang berdasar pada informasi yang kurang lengkap, tidak akurat dan tidak disatukan dengan baik akan membawa Anda kepada kegagalan. Keputusan yang baik, di sisi lain, adalah keputusan yang terus “lapar” akan data. Terus olah data agar Anda mendapatkan kepercayaan diri, alternatif-alternatif yang efektif, dan hasil yang diinginkan dari keputusan Anda. Pastikan informasi yang digunakan lengkap, relevan, dan objektif. Anda tidak mau membuat keputusan berdasarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan bukan?

4. Mengabaikan Intuisi

Belajar untuk percaya diri dan membangun intuisi Anda. Intuisi yang dikembangkan dengan baik akan membantu Anda menjembatani jurang antara respon sebuah naluri dengan alasan. Intuisi yang baik juga akan sangat membantu dalam mengambil keputusan secara teknis.

Setelah mengevaluasi dan menganalisa keputusan yang diambil, dengarkan insting Anda dan tanyakan apakah pilihan tersebut sudah benar. Jangan terburu-buru mengganti keputusan bahkan jika merasa keputusan tersebut salah. Memilih sebuah pilihan berdasarkan insting, saat data objektif dan analisis rasional menunjukkan sebaliknya, akan menuntun pada hasil yang tragis.

Cobalah istirahat sejenak untuk memastikan keputusan dan respon insting Anda. Apakah Anda masih merasakan hal yang sama mengenai keputusan Anda kemudian? Nasihat lama ini bekerja sangat baik dalam membantu Anda mendapatkan perspektif baru yang tidak ternilai. Jika Anda masih merasa keputusan tersebut salah, tanyakan pada diri sendiri apakah Anda sudah memiliki informasi yang tepat untuk membuat sebuah keputusan rasional.

Anda sudah mengetahui beberapa kesalahan yang sering terjadi saat sebuah kuputusan diambil. Sekarang apakah Anda sudah introspeksi diri terkait hal diatas?

Sumber:

Medium