Bisnis kue kering di Bulan Ramadan dan saat menjelang lebaran menjadi salah satu peluang besar untuk meraup keuntungan 2-3 kali lipat dari biasanya. Di mana, saat lebaran pasti kebanyakan orang akan menyediakan kue kering sebagai sajian untuk menerima tamu. Namun, di saat lebaran selesai, bisnis kue kering akan langsung hilang, sehingga terkesan hanya menjadi bisnis musiman dan tidak memiliki potensi besar di luar Bulan Ramadan dan saat lebaran datang. Padahal, kue kering bisa jadi bisnis yang tidak mengenal musiman, jika Anda dapat melihat potensi yang ada, misalnya menjual kue kering sebagai hantaran pengantin, sebagai bingkisan saat ada pertemuan, dan sebagainya. Di bawah ini adalah beberapa tips menjaga omzet penjualan bisnis kue kering tetap stabil meski di luar Hari Raya atau Bulan Ramadan.

 

Jalin Kerja Sama

Pasar terbaik yang bisa Anda targetkan adalah pasar hantaran. Di mana, acara pernikahan tidak mengenal momentum, dan hampir tiap minggu pasti ada orang yang akan menikah. Untuk itu, cobalah untuk bekerja sama dengan wedding organizer atau bisnis yang menjual jasa pembuat hantaran. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan banyak konsumen yang berasal dari partner atau rekan bisnis. Anda juga bisa mulai berinovasi dengan menyediakan kue dengan bentuk unik dan rasa yang berbeda-beda.

 

Produksi Kue Khusus

Saat ini banyak orang yang tertarik dengan makanan sehat, seperti makanan bebas gula. Untuk menjaga omzet bisnis kue kering tetap stabil, Anda dapat membuat kue kering dengan terobosan terbaru, misalnya kue kering tanpa telur, tanpa gula, atau tanpa bahan yang mengandung gluten. Selain sehat, bisnis kue kering Anda juga bisa menarik pasar pelaku diet khusus seperti penderita diabetes. Dengan terobosan terbaru seperti ini, mereka dapat mengonsumsi kue kering Anda tanpa rasa khawatir akan kesehatannya.

 

Inovasi Produk

Bisnis kue kering yang itu-itu saja hanya akan membuat konsumen dan pelanggan bosan. Jangan hanya terpaku dengan kue nastar, kastangel, atau putri salju saja. Cobalah cari ide resep kue kering lainnya untuk memberikan inovasi dalam produk kue kering Anda. Ada banyak resep kue kering unik dari berbagai dunia, Anda bisa saja mengadaptasi resep tersebut dengan memberikan unsur lokal dan selera masyarakat Indonesia. Anda bisa pelajari berbagai resep kue kering dunia hanya bermodalkan handphone dan Internet.

 

Buka Reseller Eceran

Untuk menargetkan pada target pasar kecil, seperti pelajar, mahasiswa, dan sebagainya, Anda bisa membuat kue kering dengan kemasan kecil dan praktis yang dapat dibawa ke mana saja dan hanya berisi kue kering paling banyak 10 buah. Lalu buka kesempatan bagi reseller untuk memasarkan produk Anda. Dengan begitu, Anda dapat menjemput bola dengan mendatangi langsung pasar Anda. Hal ini juga menjadi sangat menarik, di mana konsumen bisa mengonsumsi kue kering Anda sekali makan dengan harga yang lebih terjangkau.

 

Jual Secara Online

Saat ini, banyak bisnis yang beralih dari offline ke online. Dengan melebarkan sayap dengan menjual kue kering melalui online, target pasar Anda semakin luas. Untuk menarik konsumen membeli kue kering, Anda dapat memberikan nama unik, menarik, dan mudah diingat oleh target pasar. Anda juga dapat menghias kue secantik dan semenarik mungkin untuk dijadikan foto produk melalui online. Tambahakan keterangan lengkap mengenai kue kering Anda, mulai dari keunggulan dan bahan yang digunakan. Dengan begitu, target pasar Anda akan semakin tertarik dan ingin mencoba membelinya.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjual dan mempromosikan bisnis kue kering di luar Bulan Ramadan atau Hari Raya. Dengan mengikuti tips di atas, Anda juga tidak perlu khawatir omzet penjualan kue kering menurun setelah lebaran selesai. Untuk melihat omzet penjualan dengan akurat, Anda bisa menggunakan software akuntansi. Jurnal merupakan software akuntasi online yang dapat memberikan Anda kemudahan dalam melihat seluruh data keuangan Anda kapan dan di mana saja. Di mana, data yang tersaji dalam Jurnal merupakan data secara realtime. Hal ini tentu memudahkan Anda dalam melihat seluruh laporan keuangan dengan angka yang lebih akurat. Baca info lebih lanjut mengenai Jurnal di sini.

Author