Tips Membuat Iklan Advertorial untuk Strategi Pemasaran

Konsep iklan advertorial sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu sebagai salah satu bentuk kreatif dari iklan pemasaran yang menawarkan suatu produk maupun jasa dengan cara yang lebih halus. Jika selama ini iklan lebih banyak dikenal dalam bentuk display secara langsung pada sejumlah media informasi seperti koran, radio, dan televisi, maka dengan adanya iklan advertorial ini, pembaca tidak hanya mendapatkan penawaran produk namun juga informasi yang bisa bersifat edukasi. Untuk mengetahui lebih dalam tentang apa itu iklan advertorial, tujuan, dan tips membuatnya, mari kita lihat ulasannya di bawah ini.



Apa Itu Iklan Advertorial

Iklan advertorial adalah bentuk kreatif dari strategi pemasaran dalam mengiklankan suatu produk atau jasa dengan cara yang lebih halus sebagai suatu berita di surat kabar atau majalah umumnya. Tulisan seperti berita ini memang mengakomodasi kemauan pemasang iklan, sembari memberi tulisan informatif kepada pembaca. Informasi yang diberikan yaitu mengenai suatu aktivitas perusahaan atau ulasan mengenai kelebihan suatu produk yang kadang disertai fakta-fakta empiris dan informasi yang memang bermanfaat.



Tujuan Iklan Advertorial

Tujuan dari iklan advertorial adalah mencoba membangun kesadaran dan citra brand dan perusahaan, serta menyajikan informasi agar pembaca lebih mengenal produk atau jasa yang mereka tawarkan. Berbeda dengan iklan display yang tujuannya hanya untuk membangkitkan ketertarikan dan minat konsumen untuk membeli.



Tips Penulisan Iklan Advertorial

Tantangan membuat iklan advertorial adalah bagaimana mengemas tulisan agar pembaca tertarik dan tidak sepenuhnya merasa artikel tersebut hanya sebagai iklan saja, namun mendapatkan manfaat informasi juga. Untuk memenuhi hal tersebut, maka ada beberapa tips penulisan iklan advertorial yang harus dipenuhi, antara lain:

a. Paragraf, kalimat dan kata-kata yang digunakan harus sesingkat dan sepadat mungkin. Sebagai contoh tulislah “rumah”, bukan “kediaman”, tulisan kata “jika” digunakan untuk menghemat kata “apabila”.

b. Usahakan agar setiap posting-an iklan tidak lebih dari satu halaman atau selembar kertas saja.

c. Hindari gaya bahasa superlatif atau gaya bahasa yang berlebihan. Jauhi juga kata-kata yang terlampau memuji-muji diri sendiri. Hindari ekspresi yang serba hebat, seperti “terbesar di dunia”, “termegah di abad ini”, dan lain sebagainya.

d. Hindari bahasa pemasaran secara langsung, namun gunakan bahasa yang mencuri perhatian pembaca yang menunjukkan bahwa artikel tersebut berisi informasi yang berguna.

e. Perhatikan proporsi yang tepat antara iklan dan editorial dalam sebuah iklan advertorial. Unsur editorial dalam iklan advertorial harus lebih kuat ketimbang muatan iklannya.

 

Jika ke 5 tips penulisan iklan advertorial di atas dapat dijalankan dengan baik, maka bukan tidak mungkin, strategi pemasaran melalui konten informasi advertorial dapat menjadi proses edukasi sekaligus mengenalkan produk kepada pembaca tanpa mereka sadari. Untuk mendukung strategi pemasaran secara advertorial, pastinya sebuah perusahaan membutuhkan sarana pendukung untuk  pemasangan iklan semacam blog atau website, jasa penulis, jasa SEO, dan pemeliharaan yang tentunya membutuhkan anggaran pembiayaan yang harus direncanakan.

Jurnal merupakan software akuntansi online sebagai alat pengelola keuangan yang praktis dan efisien akan membantu bisnis Anda untuk memiliki anggaran biaya dan pencatatan keuangan yang baik terkait kebutuhan advertorial bisnis. Dapatkan semua informasi tentang Jurnal di sini dan mulailah membuat iklan advertorial Anda dengan baik.


PUBLISHED07 Jun 2018
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami

SHARE THIS ARTICLE: