Siapa yang tidak mengenal Ciputra? Ciputra adalah seorang yang sukses memulai karir dari bawah dengan bisnis tanpa modal di bidang properti. Berlatar belakang dari keluarga yang sederhana dari daerah Parigi, Sulawesi Tengah, Ciputra dilahirkan pada tanggal 24 Agustus tahun 1931 dengan nama lahir Tjie Tjin Hoan.

 

Masa Kecil Ciputra

Sejak kecil Ciputra sudah merasakan perjuangan yang berat, Ayah dari Ciputra ditangkap oleh pasukan bersenjata tidak dikenal karena dituduh sebagai mata-mata Belanda dan tidak pernah ada kabar lagi setelah itu. Sejak saat itu, Ciputra kecil harus membantu ibunya untuk berjualan kue dan membantu mengurus sapi peliharaannya untuk menambah penghasilan keluarga. Walaupun saat itu Ciputra termasuk anak kecil yang nakal, tetapi ia tetap mau bekerja keras membantu ibunya untuk mencari uang.

 

Memulai Bisnis di Bangku Kuliah

Ciputra termasuk anak yang terlambat masuk Sekolah Dasar, ia baru masuk SD saat usianya 10 tahun. Meski begitu, ia tetap semangat bersekolah dengan berjalan kaki sejauh 7 KM tanpa menggunakan alas kaki setiap hari hanya demi bisa sekolah. Ketika lulus SD di usia 16 tahun, Ciputra melanjutkan sekolahnya di SMP dan SMA Frater Don Bosco di Kota Manado. Setelah lulus SMA, ia bertekad memiliki masa depan yang lebih baik dan memutuskan untuk pindah ke Jawa dan diterima sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Arsitektur. Dengan semangat belajarnya yang tinggi, pada semester empat, Ciputra sudah mulai mendirikan bisnisnya yang pertama dengan mengajak temannya yang bernama Ismail Sofyan dan Budi Brasali untuk mendirikan jasa konsultan arsitektur bangunan yang bernama PT Daya Cipta yang memiliki kantor di sebuah garasi.

 

Mendapatkan Gelar Insinyur

Sebelum lulus dari ITB, Ciputra sudah mendapatkan kontrak pekerjaan yang lumayan dari jasa konsultan yang dibuat bersama temannya. Pada tahun 1960, Ciputra menyelesaikan pendidikan arsitekturnya dengan mendapatkan gelar Insinyur. Sejak saat itulah Ciputra pindah ke kota Jakarta, karena di Jakaryalah ia merasa lebih cocok untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. Ketika di Jakarta, Ciputra menikah dengan perempuan yang bernama Dian Sumeler dan tinggal di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

 

Modal Utamanya adalah Konsep Bagus

Ciputra pernah memberikan petuah bahwa “Modal bukan menjadi kendala yang menjadi alasan untuk tidak maju. Jika tidak mempunyai modal tetapi memiliki konsep yang bagus, Anda bisa bekerja sama dengan orang lain yang memiliki modal”. Dengan bermodal konsep yang bagus, Ciputra akhirnya bekerja di PT Pembangunan Jaya yaitu perusahaan daerah milik Pemda DKI. Karir yang cemerlang mengantarkannya menjadi direksi dan penasihat di Jaya Group. Saat bergabung di sana, Ciputra diberi kebebasan untuk membangun proyek taman hiburan Taman Impian Jaya Ancol.

 

Jangan Mudah Berpuas Diri

Bersama dengan temannya Sudono Salim, Budi Brasali, Ibrahim Rasyid, dan Sudwikatmono, Ciputra mendirikan perusahaan Metropolitan Group untuk membangun perumahan mewah di Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai atau lebih dikenal dengan BSD Serpong. Jabatan Ciputra saat itu adalah Presiden Komisaris di Metropolitan Group, sekaligus Direksi dan Penasihat di Jaya Group. Setelah sukses di kedua perusahaan properti besar tersebut, Ciputra tidak berpuas diri, hingga akhirnya ia mendirikan perusahaan keluarga yang diberi nama Ciputra Group.

 

Tidak Mudah Putus Asa

Pada saat terjadi krisis ekonomi besar di Indonesia tahun 1998, ketiga perusahaan yang dipimpin Ciputra mengalami imbasnya, mulai dari Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Walaupun ketiga perusahaan tersebut sudah melakukan penghematan besar-besaran, Ciputra Group terpaksa melakukan PHK kepada tujuh ribu karyawannya, sehingga hanya tersisa sekitar 35% dari total karyawan, dan karyawan yang bertahanpun harus menerima potong gaji 40% untuk kelangsungan perusahaan agar tetap berjalan. Dua perusahaan di Ciputra Group yang tidak bisa diselamatkan yaitu Bank Ciputra yang ditutup pemerintah karena dianggap tidak layak dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintis sebelum krisis ekonomi di Indonesia juga ikut tutup.

 

Gigih, Ulet & Pantang Menyerah

Namun dengan kegigihan, keuletan, dan sifat pantang menyerah yang di miliki Ciputra, masa krisis ekonimi tersebut bisa mengantarkannya menjadi orang terkaya di Indonesia ke-11 pada tahun 2017 versi majalah Forbes dengan harta kekayaan yang dimiliki mencapai 20,8 triliun. Bahkan, saat ini bisnis Ciputra Group sudah berekspansi ke luar negeri. Tidak sampai di situ saja, saat usia 75 tahun Ciputra ingin memajukan pendidikan Indonesia dengan mendirikan Universitas Ciputra yang menitik beratkan pada dunia wirausaha. Melalui kampus ini, Ciputra ingin mencetak pengusaha Indonesia lebih banyak. Ciputra juga dikenal sebagai penyebar kewirausahaan di Indonesia saat ini dan mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai wirausahawan peraih penghargaan terbanyak di Indonesia. Penghargaan lain yang didapatkan oleh Ciputra adalah ”Entrepreneur of The Year” oleh Ernst & Young di tahun 2007.

 

Bisa dikatakan Ciputra sudah melewati berbagai zaman di Indonesia mulai dari orde lama, orde baru, orde reformasi, dan yang paling berat saat menemui krisis keuangan tahun 1998 di Indonesia. Ciputra memang bukan orang yang terkaya di Indonesia, tetapi Ciputra adalah seorang yang fokus pada bidang sesuai dengan background yang dimilikinya yaitu bidang properti.

Demikianlah pembahasan mengenai rahasia kisah sukses Ciputra saat memulai bisnis tanpa modal yang bisa Anda teladani, banyak sekali sifat dan karakter seorang pengusaha sukses yang bisa Anda ambil. Di balik kesuksesan seseorang pasti ada manajemen keuangan yang baik. Jurnal adalah software akuntansi online yang memudahkan Anda dalam mengelola keuangan dengan mudah, cepat, aman, dan simpel. Banyak fitur menarik lainnya yang bisa Anda temukan di Jurnal. Daftar sekarang juga dan dapatkan free trial 14 hari untuk pengguna baru. Untuk info selengkapnya silahkan Anda klik di sini.