Segmentasi pasar adalah proses membagi-bagi pasar yang semula berperilaku heterogen menjadi beberapa kelompok pasar yang sekarang berperilaku lebih seragam. Secara umum, tujuan segmentasi pasar adalah untuk memperoleh bagian pasar yang mempunyai karakter dan perilaku yang lebih seragam.

 

Variabel Segmentasi Pasar

Menurut Longenecker, Moore, dan Petty (2001), terdapat dua variabel segmentasi secara garis besar yang bisa dijelaskan sebagai berikut

a. Variabel Keuntungan

Definisi pasar menjelaskan mengenai kebutuhan konsumen yang tidak dapat dipuaskan. Variabel keuntungan berkaitan dengan kebutuhan konsumen karena hal tersebut digunakan untuk menandai segmen pasar berdasarkan keuntungan yang dicari oleh konsumen. Secara prinsip bahwa keuntungan yang ditawarkan kepada konsumen sangat berbeda-beda melihat dari segmen yang ditargetkan.

b. Variabel Demografi

Keuntungan pada variabel ini sendiri tidak akan cukup untuk analisis segmentasi dalam bentuk pasar. Variabel demografi adalah segmentasi dengan karakteristik khusus yang menggambarkan profil konsumen dan daya beli mereka. Melalui beberapa pendekatan pengelompokan variabel seperti pengelompokan atas usia, jenis kelamin, pendapatan dan lokasi tempat tinggal menjadi pertimbangan dalam melakukan penentuan target pasar.

 

Faktor yang Mempengaruhi Dasar Penilaian Segmentasi Pasar

Sasaran pasar adalah pasar yang nantinya akan dilayani perusahaan. Sasaran pasar perlu ditetapkan terlebih dahulu agar strategi dan program pemasaran dapat lebih terarah pada sasarannya. Untuk menetapkan sasaran pasarnya, perusahaan perlu terlebih dahulu melakukan penilaian masing-masing kelompok pasar. Segmentasi pasar memberikan peluang bagi perusahaan untuk menentukan kelompok-kelompok pasar yang akan dipilih sebagai sasarannya. Adapun beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebagai dasar penilaian masing-masing segmen pasar.

a. Luas dan pertumbuhan segmen pasar

Perusahaan perlu melihat perkiraan luas pasar, pertumbuhan, dan keuntungan pasar, serta proyeksinya di masa depan untuk masing-masing segmen. Luas pertumbuhan pasar yang tinggi memang menarik, tetapi memerlukan usaha dan sumber daya yang tinggi pula. Seringkali perusahaan memilih segmen pasar yang potensial memberikan keuntungan di masa depan.

b. Struktur pasar

Potensial pasar menunjukan kemampuan pasar memberikan hasilnya bagi perusahaan. Akan tetapi struktur pasarlah yang menentukan kemampuan potensi pasar tersebut untuk jangka panjang. Komponen struktur pasar meliputi situasi persaingan, pengaruh pemasok, kekuatan pembeli, dan barang-barang pengganti maupun komplementernya. Kekuatan komponen struktur pasar ini merupakan kekuatan lingkungan eksternal yang dapat mempengaruhi kedudukan pasar dalam jangka panjang.

c. Tujuan dan kapasitas perusahaan

Meskipun luas, pertumbuhan, dan struktur pasar cukup menarik, tetapi yang paling menentukan adalah tujuan serta kemampuan perusahaan untuk menguasai sasaran pasarnya. Oleh karena itu, tidak hanya analisis eksternal yang diperlukan, tetapi juga diperlukan analisis internal perusahaan.

 

Hubungan Penetapan Sasaran dengan Segmentasi Pasar

Istilah segmentasi pasar dan penetapan  sasaran pasar (target market) sebenarnya merupakan dua hal yang berbeda. Di atas telah diuraikan bahwa segmentasi pasar itu merupakan kegiatan yang membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen. Dalam hal ini, market targeting merupakan keputusan perusahaan mengenai pasar manakah yang akan dilayani.

 

Sebagai gambaran, misalnya berdasarkan analisis dan perkiraan permintaan, perusahaan dapat mengetahui adanya pasar tertentu yang dianggap menarik, yang membuat perusahaan memperluas pangsa pasar. Perusahaan tersebut mensurvei sejumlah konsumen sebagai sampel dari keseluruhan. Dalam survey ini ditanyakan mengenai atribut produk yang ditawarkan, tentang kualitas, harga, kemasan, servis, dan sejenisnya. Dari adanya survei tersebut akan diperoleh informasi tentang pola segmentasi pasar berupa  preferensi atau tingkat kesukaan konsumen yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu:

a. Preferensi yang homogen

Ini menunjukan suatu pasar di mana semua konsumen dapat dikatakan mempunyai kesukaan yang sama, baik mengenai harga maupun kualitas. Dengan demikian diperkirakan para konsumen mempunyai kesukaan yang sama terhadap merek yang ada.

b. Preferensi yang menyebar

Ini menggambarkan bahwa konsumen mempunyai kesukaan yang berbeda-beda tentang apa yang mereka inginkan dari sebuah produk. Preferensi ini juga menandakan bahwa masyarakat tidak hanya bergantung pada satu brand saja.

c. Preferensi yang mengelompok

Selain preferensi yang homogen dan preferensi yang menyebar juga terdapat preferensi yang mengelompok. Di mana konsumen yang berada dalam satu kelompok cenderung memiliki kesukaan yang sama.

 

Dengan adanya preferensi ini, maka akan lebih mudah bagi perusahaan untuk menentukan segmentasi pasar bagi produk yang telah diluncurkan. Dengan menggunakan preferensi konsumen sebagai salah satu cara untuk menentukan segmentasi pasar yang baik, maka sebuah produk diharapkan akan mampu terjual tepat sasaran sehingga dapat menambah nilai penjualan.

Untuk mendukung kegiatan survei yang dilakukan perusahaan dalam mengetahui penentuan target dan segmentasi pasar, maka Jurnal software akuntansi online akan menjadi mitra tepercaya yang dapat membantu menghitung faktor pembiayaan dari pengadaan survei tersebut. Pembiayaan dan pengelolaan keuangan akan menjadi hal termudah yang bisa Anda dapatkan dengan menggunakan akuntansi online Jurnal. Untuk informasi lengkap tentang Jurnal, bisa Anda dapatkan di sini.

Author