Sistem perekonomian yang dianut oleh tiap-tiap negara jelas sangat bervariasi tergantung kebutuhan dan kebijakan pemerintah dan badan terkait. Salah satu sistem perekonomian yang akan dikupas berikut ini adalah Sistem Ekonomi Campuran.

 

Definisi & Komponen dari Sistem Ekonomi Campuran

Dalam suatu badan perekonomian, terdapat sistem pasar dari alokasi sumber daya dan perdagangan di mana kebijakan pasar bebas jalan berdampingan dengan intervensi dari pemerintah. Implikasinya, Sistem Ekonomi Campuran dapat muncul ketika pemerintah mengintervensi mekanisme pasar bebas dengan membuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), peraturan-peraturan, subsidi, tarif, dan kebijakan pajak.

 

Definisi lainnya, Sistem Ekonomi Campuran adalah sistem yang menggabungkan karakteristik pasar, kebijakan, dan ekonomi tradisional. Sistem Ekonomi Campuran juga memiliki beberapa karakteristik kebijakan ekonomi di bidang strategis. Hal Ini dimaksudkan agar pemerintah bisa melindungi rakyat dan mekanisme pasarnya.

 

Ditarik dari sejarahnya, Sistem Ekonomi Campuran memiliki komponen-komponen yang teralokasi di dalam lembaga publik, lembaga swasta, eksekutif, legislatif, yudikatif, dan kebijakan-kebijakan. Tidak ada seperangkat komponen ekonomi yang ideal, standar, atau khas. Baurannya dapat bervariasi dari satu negara ke negara lain. Komponen-komponen yang teralokasi tersebut bisa termasuk subsidi pemerintah, biaya, pajak, program dan peraturan, BUMN, jaminan sosial, atau program kesehatan nasional.

 

Keuntungan dari Penerapan Sistem Ekonomi Campuran

Berikut beberapa keuntungan yang dimiliki oleh Sistem Ekonomi Campuran:

a. Pendistribusian barang dan jasa ke tempat yang paling dibutuhkan. Hal Ini juga membuat harga memengaruhi tingkat penawaran dan permintaan.

b. Memberikan keuntungan kepada produsen yang berhasil menciptakan efisiensi dalam bisnisnya. Hal ini juga berarti pelanggan mendapatkan nilai atau pelayanan terbaik untuk setiap harga yang mereka bayar.

c. Mendorong inovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih kreatif, murah, dan efisien.

d. Mengalokasikan modal kepada produsen yang paling inovatif dan efisien secara otomatis.

e. Sistem Perekonomian Campuran juga meminimalisir kerugian dari mekanisme ekonomi pasar. Ekonomi pasar dapat mengabaikan bidang-bidang seperti pertahanan, teknologi, dan kedirgantaraan. Peran pemerintah yang lebih besar memungkinkan mobilisasi cepat ke daerah-daerah prioritas ini.

 

Kerugian dari Penerapan Sistem Ekonomi Campuran

Sistem Ekonomi Campuran juga memiliki beberapa kerugian. Dan kerugian tersebut tergantung dari penekanan beberapa karakteristik oleh Sistem Ekonomi Campuran yang berlaku. Sebagai contoh, jika proporsi “kebebasan” dalam mekanisme pasar terlalu besar, itu dapat membuat produsen yang kurang kompetitif semakin tertinggal tanpa dukungan pemerintah.

 

Perencanaan industri yang terpusat oleh pemerintah juga bisa menciptakan masalah. Sebagai contoh, Industri pertahanan bisa menjadi bersifat monopolistik atau oligarki dan disubsidi pemerintah. Itu bisa membuat negara mempunyai banyak utang dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

 

Kesimpulan

Pembuatan kebijakan publik dalam Sistem Ekonomi Campuran harus bisa menyeimbangkan perhatian kepada kebebasan individu dalam berbisnis dengan kebutuhan akan masyarakat secara adil. Menyeimbangkan perhatian tersebut dengan integritas dan hukum prosedural membutuhkan partisipasi dari berbagai segmen sosial khususnya dari para pemangku kepentingan (stakeholders) secara aktif dan dinamis demi terciptanya sistem ekonomi yang adil dan sesuai.

 

Oleh karena itu, keberhasilan Sistem Ekonomi Campuran bergantung pada integritas dukungan pemerintah dan segmen sosial tersebut terkait prinsip-prinsip etika belas kasih, empati, dan penghormatan terhadap hak individu dan minoritas. Tanpa dukungan semacam itu, Sistem Ekonomi Campuran dapat berubah menjadi sistem pemerintahan koersif yang dimanipulasi oleh para pemangku kepentingan yang mendominasi.

 

Sebagai akuntan yang juga termasuk pelaku ekonomi, Anda harus “melek” dan paham mengenai jenis-jenis sistem ekonomi yang diterapkan di negara-negara yang berbeda sebagai faktor eksternal. Karena dengan memahaminya, Anda bisa memutuskan kebijakan terkait jalannya perusahaan Anda dengan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal tersebut. Selain faktor eksternal, tentunya Anda harus memikirkan faktor internal yang salah satunya adalah persiapan laporan keuangan.

Dengan Jurnal, Anda bisa mengatur pelaporan keuangan perusahaan Anda dengan mudah. Jurnal adalah software akuntansi online yang menyediakan berbagai fitur-fitur terkait pencatatan sampai pelaporan keuangan. Dengan Jurnal, Anda bisa melihat rasio keuangan sebagai bahan evaluasi manajemen bagi kelangsungan hidup perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Jurnal, silahkan klik di sini.

Author