Aktiva tetap dalam akuntansi akan mengalami penyusutan karena nilainya berkurang dari satu waktu ke waktu. Semakin lama waktu atau periode berjalan, maka nilai aktiva tersebut akan terus menerus berkurang. Untuk menjaga kontinuitas kegiatan usaha dari proyek yang direncanakan perlu dihitung besarnya biaya penyusutan pada setiap tahun. Setiap perusahaan yang sehat pada umumnya memiliki cadangan penyusutan atau depresiasi untuk menjaga kontinuitas dari kegiatan usaha, di samping menjaga kualitas produk dan memudahkan dalam mengikuti perubahan aset dengan adanya perubahan teknologi.

 

Dana penyusutan adalah biaya yang dibebankan pada konsumen melalui perhitungan harga pokok produksi. Dengan demikian, layaknya dari sebuah studi kelayakan bisnis, sebenarnya telah diperhitungkan dana penyusutan sebagai dana pengganti dari aset yang tidak ekonomis lagi. Besar kecilnya biaya penyusutan yang dilakukan pada setiap aset tergantung pada harga aset, umur ekonomis, serta metode yang digunakan dalam penyusutan.

 

Metode Penyusutan Aktiva

Dalam aktiva tetap dikenal beberapa metode penyusutan aktiva yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa metode penyusutan aktiva tersebut antara lain metode penyusutan garis lurus, metode penyusutan saldo menurun, dan metode penyusutan jumlah angka tahun. Berikut ini adalah pengertian dari masing-masing metode beserta dengan kelebihan serta kekurangannya masing-masing menurut Dian (2018).

 

Kelemahan & Kelebihan Masing-Masing Metode Penyusutan

a. Metode penyusutan garis lurus

Dalam metode penyusutan garis lurus, beban penyusutan untuk tiap tahun nilainya sama besar dan masing-masing tidak dipengaruhi dengan hasil atau output yang diproduksi. Metode ini lebih menekankan pada aspek waktu daripada aspek kegunaan. Metode penyusutan garis lurus banyak digunakan dalam perusahaan-perusahaan karena pengaplikasiannya lebih mudah. Perhitungan tarif dalam metode ini adalah:

Tarif penyusutan = Harga Perolehan Nilai Sisa : Estimasi Umur Kegunaan

 

Kelebihan dari metode garis lurus adalah lebih mudah digunakan dan diaplikasikan dalam akuntansi serta lebih mudah dalam menentukan tarif penyusutannya. Meskipun memiliki kelebihan, namun metode ini juga memiliki kekurangan antara lain beban pemeliharaan dan perbaikan dianggap sama untuk setiap periodenya, manfaat ekonomis aktiva setiap tahunnya sama, beban penyusutan yang diakui tidak mencerminkan upaya yang digunakan dalam menghasilkan pendapatan, laba yang dihasilkan setiap tahun tidak menggambarkan tingkat pengembalian yang sesungguhnya dari umur kegunaan aktiva.

b. Metode penyusutan saldo menurun

Metode penyusutan saldo menurun adalah metode penyusutan aktiva tetap yang ditentukan berdasarkan persentase tertentu dan dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan. Besarnya persentase penyusutan adalah dua kali persentase atau tarif penyusutan metode garis lurus.

 

Untuk penghitungannya, metode ini dilakukan dengan cara mengalikan persentase atau tarif tertentu dengan nilai buku suatu aktiva. Nilai buku pada setiap akhir tahun grafiknya menurun sehingga menimbulkan beban penurunan pada beban penyusutan. Kelebihan dari metode ini adalah lebih hemat dari segi biaya bila dibandingkan dengan metode penyusutan garis lurus, namun kekurangannya adalah lebih rumit dan sulit diaplikasikan dalam akuntansi karena banyaknya variabel perhitungan yang harus dilibatkan.

c. Metode penyusutan jumlah angka tahun

Dalam metode penyusutan ini, besarnya penyusutan aktiva tetap semakin menurun tiap tahunnya, dan hampir sama dengan metode penyusutan saldo menurun. Tetapi dalam metode ini, penyusutannya dipercepat berdasarkan pertimbangan biaya maintenance atau perawatan, serta perbaikan aktiva tetap yang semakin lama cenderung bertambah seiring pertambahan usia aktiva tetap itu sendiri.

 

Kelebihan dari metode ini adalah lebih hemat dari segi biaya, namun sayangnya ada aturan pajak yang membatasi penggunaan metode penyusutan jumlah angka tahun. Dalam pelaporan pajak, metode ini tidak bisa digunakan, sehingga jarang sekali ada perusahaan yang menggunakan metode penyusutan jumlah angka tahun dalam aplikasinya.

 

Apa Metode Penyusutan yang Paling Sesuai?

Metode penyusutan apapun bisa digunakan dan diterapkan pada usaha Anda sesuai kebutuhan, dan kemudahan yang ingin Anda peroleh dari perhitungan nilai penyusutan tersebut. Namun sebagai catatan penting, dari setiap penggunaan perhitungan metode penyusutan hendaknya memperhatikan dua kondisi berikut:

– Harus diterapkan secara konsisten.

– Jika perusahaan menganggap perlu melakukan perubahan atas metode penyusutan yang diterapkan, hendaknya dicantumkan dalam penjelasan atas sistem akuntansi yang dipergunakan pada laporan keuangan, disertai dengan alasannya.

 

Untuk lebih memudahkan Anda memiliki perhitungan biaya penyusutan aktiva, Anda bisa menggunakan software akuntansi online seperti Jurnal. Jurnal memiliki fitur manajemen aset yang akan membantu Anda menjaga nilai aset dan menghitung manajemen risiko yang bisa Anda kelola dengan mudah untuk mengantisipasi penyusutan aktiva perusahaan. Dengan Jurnal, Anda juga dapat menghitung nilai penyusutan aset secara otomatis dengan 2 metode bisa dipilih, yaitu metode garis lurus (straight line) dan metode saldo menurun (reducing balance). Untuk info lebih lanjut mengenai Jurnal dan berbagai informasi lainnya, silakan klik di sini.