Pada tahap awal pendirian perusahaan terdapat dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu menentukan besarnya kebutuhan modal kuantitatif dan menentukan besarnya sumber modal kualitatif (struktur modal). Sebelum Anda menentukan kebutuhan dan besarnya sumber struktur modal, Anda harus mengetahui terlebih dulu mengenai apa itu konsep biaya modal?

 

Konsep Biaya Modal

Konsep biaya modal penting bagi perusahaan yang akan melakukan investasi dengan mendirikan bisnis baru, karena dapat dipakai untuk menentukan besarnya biaya yang secara riil harus ditanggung oleh perusahaan untuk memperoleh modal. Biaya modal dapat digunakan sebagai ukuran diterima atau ditolaknya suatu usulan investasi. Biaya modal yang tepat untuk semua keputusan adalah rata-rata tertimbang dari seluruh komponen modal (Weighted Average Cost of Capital atau WACC). Komponen modal yang sering dipakai pada perhitungan ini adalah saham biasa, saham preferen, utang dan laba ditahan. Namun, biaya modal ini dihitung berdasarkan nilai setelah pajak. Hal ini dikarenakan arus kas setelah pajak merupakan arus kas yang paling relevan untuk keputusan investasi.  

Rumus untuk menghitung biaya modal:

WACC = [Wd x Kd (1-tax)] + [Wp x Kp] + [Wr x Kr] + [We x Ke]

Keterangan:

WACC = biaya modal rata-rata tertimbang

Wd = proporsi utang dari modal

Wp = proporsi saham preferen dari modal

Wr = proporsi saham laba ditahan dari modal

We = proporsi saham biasa baru

Kd = biaya utang

Kp = biaya saham preferen

Kr = biaya laba ditahan

Ke = biaya saham biasa baru

WACC ini juga banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kondisi pasar, struktur modal perusahaan dan kebijakan dividen, kebijakan investasi.

 

Struktur Modal

Salah satu tugas penting manajer keuangan adalah mencari keseimbangan finansial pada laporan keuangan perusahaan. Keseimbangan finansial ini sangat mudah dilihat pada laporan Neraca. Pada Neraca terdapat dua sisi yaitu sisi aktiva dan pasiva. Sisi aktiva terdiri dari akun aset. Aset menunjukkan struktur kekayaan perusahaan. Sementara sisi pasiva terdiri dari akun utang dan modal. Dengan melihat sisi pasiva kita dapat mengetahui struktur keuangan dan struktur modal perusahaan.

Struktur modal yang optimal dapat meminimalkan biaya penggunaan modal keseluruhan atau biaya modal rata-rata, sehingga nilai perusahaan menjadi maksimal. Oleh karena itu menentukan struktur modal menjadi sangat penting. Tentu saja Anda sebagai manajer keuangan tidak boleh salah dalam menentukan struktur modal.

Besar kecilnya struktur modal dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi struktur modal:

– Tingkat bunga

– Stabilitas earning

– Susunan aktiva

– Kadar resiko aktiva

– Besarnya jumlah modal dibutuhkan

– Keadaan pasar modal

– Sifat manajemen

– Besarnya perusahaan

 

Teori Struktur Modal

Teori pada struktur modal berhubungan erat dengan teori perusahaan untuk memaksimalkan nilai pemegang saham. Karena teori-teori ini menjelaskan bagaimana struktur modal dapat memaksimumkan nilai perusahaan. Berikut ini akan dibahas tiga teori struktur modal yang harus Anda ketahui.

a. Teori Pendekatan Tradisional

Pendekatan tradisional berpendapat tentang struktur modal yang optimal. Struktur modal mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan, dimana struktur modal dapat berubah-ubah agar bisa diperoleh nilai perusahaan yang optimal.

b. Teori Pendekatan Modigliani dan Miller (MM)

Teori ini berpendapat bahwa struktur modal tidak memengaruhi perusahaan. Faktor pajak juga termasuk didalamnya. Sehingga nilai perusahaan dengan utang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai perusahaan tanpa utang, kenaikan tersebut dikarenakan adanya penghematan pajak.

c. Teori Trade Off Dalam Struktur Modal

Dalam kenyataan, ada hal-hal yang membuat perusahaan tidak bisa menggunakan utang sebanyak-banyaknya. Suatu hal yang terpenting adalah dengan semakin tinggi hutang, akan semakin tinggi kemungkinan kebangkrutan. Biaya kebangkrutan tersebut bisa cukup signifikan. Biaya tersebut terdiri dari dua hal, yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung.

Jurnal sebagai software akuntansi online merupakan salah satu solusi akuntansi tepercaya untuk bisnis. Dengan Jurnal, Anda bisa mendapatkan kemudahan pencatatan untuk keperluan akuntansi biaya kapan pun dan di mana pun. Tidak hanya pencatatan transaksi, Jurnal juga menyediakan fitur pembuatan faktur secara otomatis, pelacakan ketersediaan barang, dan manajemen aset yang akan membantu mengembangakan nilai aset bianis Anda di masa depan. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang Jurnal, bisa Anda dapatkan di sini.