Sekarang ini mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Di mana, angka kelulusan lebih besar dibanding angka pertumbuhan lapangan kerja. Hal ini membuat banyak para pencari kerja bersaing ketat demi merebutkan posisi yang dicari. Lowongan pekerjaan yang banyak dicari saat ini, biasanya harus lulusan sarjana, tidak lagi lulusan SMA.

 

Namun kenyataannya, ada beberapa orang yang bisa sukses walaupun tidak lulus kuliah. Ada juga yang memang kuliah kemudian memilih keluar karena lebih ingin mengelola bisnis. Ada juga beberapa pebisnis yang hanya hanya lulusan SMP bisa sukses dengan bisnisnya. Berikut 10 pebisnis yang berhasil sukses meski tidak lulus kuliah.

 

Susi Pudjiastuti

Siapa sih yang tidak kenal dengan Menteri Kelautan dan Perikanan ini. Wanita yang hanya sempat mengenyam pendidikan hingga bangku kelas 2 SMA ini masuk dalam daftar pebisnis sukses pertama. Sosoknya yang menginspirasi banyak orang ini, juga pernah mengisi materi di Harvard University, tidak salah jika Pak Jokowi memilihnya sebagai Menteri. Sebelum menjadi Menteri, Susi Pudjiastuti mengawali bisnisnya sebagai pengepul ikan segar di Pangandaran Tahun 1983 dan akhirnya di tahun 1986 Susi Pudjiastuti mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulannya adalah lobster. Dan kini, bisnisnya sukses menembus pasar Asia dan Amerika.

 

Bob Sadino

Bambang Mustari Sadino atau terkenal dengan nama Bob Sadino adalah seorang pebisnis di bidang pangan dan peternakan. Kesuksesan Bob Sadino ini berawal dari telur, saat itu temannya menyarankan untuk berbisnis telur ayam negeri. Karena saat itu telur ayam negeri masih jarang dan telur ayam kampung masih menjadi dominasi. Kemudian Bob menjual telurnya dari pintu ke pintu, karena memang saat itu belum begitu populer telur ayam negeri. Pembelinya mayoritas saat itu adalah ekspatriat dan orang-orang mampu yang tinggal di daerah Kemang. Seiring berjalannya waktu, telur yang dijual Bob Sadino semakin dikenal, kemudian Bob menambah lini usahanya dengan menjual daging ayam, sayur, produk hasil pertanian dan peternakan lainnya. Walaupun sudah meninggal, usaha Bob Sadino masih berdiri hingga sekarang yaitu jaringan usaha Kemchick dan Kemfood.

 

Andy F. Noya

Pria kelahiran Surabaya, 6 November 1960 ini terkenal lewat acara TV yang dibawakannya yaitu ‘Kick Andy’. Riwayat pendidikan Andy hanyalah tamatan STM di salah satu sekolah di Jakarta. Bakat jurnalistiknya sudah terlihat sejak kecil, terbukti dengan suka tulis-menulis dan menggambar karikatur-karikatur, padahal jurusan STM yang diambil berbeda dengan bakat yang Andy miliki. Berkat bakat tulis-menulis itulah yang membuat Andy sukses berbisnis di bidang media sampai saat ini.

M. H. Ainun Najib

M. H. Ainun Najib atau biasa dipanggil Cak Nun ini adalah salah satu tokoh intelektual islam yang lahir di Jombang, 27 Mei 1953. Walaupun termasuk tokoh intelektual, ternyata pendidikan formal terakhir yang pernah dijalaninya hanya sampai semester 1 Fakultas Ekonomi UGM. Saat itu Cak Nun lebih memilih untuk belajar di luar, banyak guru-guru yang ditemuinya, hingga akhirnya Cak Nun bertemu dengan Umbu Landu Paranggi, yaitu seorang sufi yang kehidupannya misterius, berkat guru itulah kehidupan Cak Nun berubah drastis. Cak Nun sekarang ini lebih banyak mengisi kajian-kajian islami di berbagai kota di Indonesia dengan memadukan kesenian, agama, politik, pendidikan, dan ekonomi. Selain itu Cak Nun juga sukses sebagai pengarang buku, seni teater, puisi, dan berbagai kegiatan seni lainnya.

 

Ajip Rosidi

Ajip Rosidi mampu membuktikan perkataannya, ‘walaupun tanpa ijazah dia tetap bias sukses berbisnis’. Ajip Rosidi dulunya sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SMA, tetapi karena beredar isu bahwa soal ujian sudah bocor, Ajip enggan untuk mengikuti ujian, dia lebih memilih untuk keluar dari sekolah. Setelah keluar dari sekolah, Ajip tetap belajar dengan terus membaca, menulis, dan mengoleksi buku yang dimilikinya hingga ribuan jumlahnya. Berkat kegigihan dan ilmu yang dimiliki tersebut, Ajip Rosidi dipercaya menjadi dosen di perguruan tinggi Indonesia dan juga menjadi guru besar di Jepang. Selain sukses berkarir di dunia pendidikan, Ajip Rosidi juga memiliki bisnis percetakan yang dibuat bersama teman-temannya.

 

Andrie Wongso

Siapa yang tidak kenal dengan Andrie Wongso, dia adalah The Best Motivator Indonesia versi Kompas. Karir kesuksesannya di bidang motivator tidak usah diragukan lagi, walaupun dulunya hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 6 SD. Tetapi berkat kemauan, kegigihan, dan kerja kerasnya, kini bisa mengantarkannya menuju kesuksesan. Anak ke-2 dari 3 bersaudara yang lahir di Malang, 6 Desember 1954 ini dulunya berasal dari keluarga miskin. Masa kecilnya dilalui dengan membantu orang tuanya jualan kue di pasar dan toko-toko sekitar Malang. Masa remaja Andrie dilalui dengan banyak sekali lika-liku, mulai dari menjadi salesman hingga menjadi pemain film pernah dilakuinya. Untuk menandai peristiwa yang dilalui sehari-hari, Andrie selalu menulisnya dalam bentuk kata-kata mutiara di buku catatannya, mulai dari situlah bakat motivator Andrie terlihat, buktinya kini sudah sukses menjadi salah satu motivator terbaik di Indonesia.

 

Hendy Setiono

Hendy Setiono lahir di kota Surabaya, 30 Maret 1983 dari orang tua yang bekerja di perusahaan minyak yang berada di Qatar. Hendy secara akademik termasuk siswa yang cerdas, terbukti dia bisa masuk ITS Surabaya, tetapi hanya sampai semester 4 saja, kemudian ia memilih untuk memulai bisnis. Bisnis yang Hendy geluti terinspirasi saat perjalanannya ke tempat ayahnya bekerja yaitu di Qatar, Hendy penasaran dengan penjual kebab yang saat itu sangat ramai pembelinya hingga panjang antriannya. Kemudian dia terbesit keinginan untuk menjual kebab di Indonesia, karena memang saat itu di Tahun 2003 belum ada yang menjualnya. Dengan bermodal 10 juta, Hendy kemudian memulai bisnis kebabnya dengan nama ‘Kebab Baba Rafi’ yang berlokasi di Surabaya dibantu oleh seorang karyawan. Berkat kerja kerasnya, pada tahun 2005 ia sukses menjadikan sebuah perusahaan kebab dan berhasil membuat bisnis waralaba di bawah nama PT Baba Rafi Indonesia. Kini, bisnisnya telah tersebar di seluruh Indonesia dan berhasil memiliki gerai hingga ribuan.

 

Basrizal Koto

Basrizal Koto atau biasa dipanggil Basko ini merupakan salah satu konglomerat di Indonesia. Banyak bidang bisnis yang dia geluti mulai dari percetakan, media, peternakan, pertambangan, properti, dan perhotelan. Siapa sangka jika semua kesuksesannya itu berawal dari berjualan pete ke restoran Padang. Selain itu, Basko juga pernah menjadi sopir, kernet, tukang jahit, dan pemborong. Keahlian Basko yang paling menonjol adalah kepandaian dalam berkomunikasi, tepat janji, jujur, dan banyak relasi yang mengantarkannya menjadi pebisnis sukses di Indonesia saat ini.

 

Sujiwo Tejo

Agus Hadi Sudjiwo atau akrab dipanggil Sujiwo Tejo adalah seorang budayawan yang sukses di Indonesia. Pria kelahiran Jember, 31 Agustus 1962 ini dulunya pernah kuliah di ITB, tetapi lebih memilih untuk mengundurkan diri menekuni dunia seni. Sempat juga sebelumnya menjadi wartawan Kompas selama 8 tahun kemudian berubah haluan menjadi seorang penulis, pemusik, pelukis, dan dalang wayang. Selain itu, Sujiwo Tejo juga pernah bermain film dan juga pernah menjadi sutradara film. Hingga saat ini, Sujiwo Tejo termasuk sukses dalam dunia seni dan kepenulisan.

 

Itulah beberapa kisah pebisnis sukses di Indonesia yang bisa Anda jadikan teladan. Meski tidak lulus kuliah, mereka bisa membuktikan kepada dunia bahwa mereka bisa sukses. Untuk menjadi sukses dibutuhkan keinginan, harapan, dan juga semangat yang besar. Setelah bisnis berjalan dengan baik, jangan pernah puas, karena bisnis yang sukses biasanya adalah bisnis yang dapat mengelola keuangannya dengan baik.

Mulailah mengelola keuangan dengan membuat pembukuan simpel. Di Jurnal, Anda bisa membuat pembukuan dengan mudah hingga membuat laporan keuangan secara instan. Jurnal adalah software akuntansi online yang memiliki berbagai fitur yang memudahkan dalam pengelolaan keuangan dan bisnis. Dengan Jurnal, Anda juga dapat mengelola stok barang, mengelola aset perusahaan, hingga membuat invoice dengan mudah, cepat, dan aman. Untuk info lebih lanjut tentang Jurnal silakan lihat di sini.

Author