Forecasting atau perkiraan adalah kegiatan yang bertujuan untuk meramalkan atau memprediksi segala hal yang terkait dengan produksi, penawaran, permintaan ,dan penggunaan teknologi dalam sebuah industri atau usaha. Perkiraan ini pada akhirnya akan digunakan oleh perusahaan maupun pihak manajemen operasional untuk membuat perencanaan terkait kegiatan usaha dalam beberapa periode tertentu.

 

Untuk menjamin sebuah tingkat perkiraan yang akurat dan bisa digunakan sebagai dasar perhitungan sebuah proses bisnis kedepannya, tentu butuh sebuah alat ukur yang akurat dan teruji berdasarkan jenis perkiraan itu sendiri. Untuk mengetahui apa saja alat ukur yang dapat digunakan, jenis perkiraan beserta tujuan dan fungsinya, mari kita baca artikel di bawah ini.

 

Tujuan & Fungsi Perkiraan (Forecasting)

Fungsi perkiraan atau forecasting terlihat pada saat pengambilan keputusan. Keputusan yang baik adalah keputusan yang didasarkan atas pertimbangan apa yang akan terjadi pada waktu keputusan itu dilaksanakan (Ginting, 2007). Menurut Heizer dan Render (2009:47), perkiraan atau forecasting memiliki tujuan sebagai berikut:

a. Mengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini dan di masa lalu, serta melihat sejauh mana pengaruh di masa datang.

b. Perkiraan diperlukan karena adanya time lag atau delay antara saat suatu kebijakan perusahaan ditetapkan dengan saat implementasi.

c. Perkiraan merupakan dasar penyusunan bisnis pada suatu perusahaan sehingga dapat meningkatkan efektivitas suatu rencana bisnis.

 

Jenis-jenis Perkiraan (Forecasting)

a. Perkiraan Berdasarkan Waktu

Berdasarkan waktu, perkiraan atau forecasting dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu (Herjanto, 2008:78):

– Perkiraan jangka panjang, mencakup waktu lebih dari 18 Bulan. Misalnya, perkiraan yang diperlukan dalam kaitannya dengan penanaman modal, perencanaan fasilitas, dan perencanaan untuk kegiatan litbang (penelitaian dan pengembangan).

– Perkiraan jangka menengah, mencakup waktu antara 3-18 Bulan. Misalnya, perkiraan perencanaan penjualan, perencanaan produksi, dan perencanaan tenaga kerja tidak tetap.

– Perkiraan jangka pendek

Mencakup jangka waktu kurang dari 3 Bulan. Misalnya, perkiraan yang berhubungan dengan perencanaan pembelian material, penjadwalan kerja, dan penugasan karyawan.

 

b. Perkiraan Berdasarkan Fungsi & Perencanaan Operasi Masa Depan

Berdasarkan fungsi dan perencanaan operasi di masa depan, perkiraan atau forecasting dibagi menjadi tiga jenis, yaitu (Heizer dan Render, 2009:47).

– Perkiraan ekonomi (economic forecast), menjelaskan siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi, ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun perumahan dan indikator perencanaan lainnya.

Perkiraan teknologi (technological forecast), memperhatikan tingkat kemajuan teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik, yang membutuhkan pabrik dan peralatan yang baru.

Perkiraan permintaan (demand forecast), proyeksi permintaan untuk produk atau layanan suatu perusahaan. Perkiraan ini juga disebut perkiraan penjualan yang mengendalikan produksi, kapasitas, serta sistem penjadwalan dan menjadi input bagi perencanaan keuangan, pemasaran, serta sumber daya manusia.

 

c. Perkiraan Berdasarkan Jenis Data yang Disusun

Berdasarkan jenis data perkiraan yang disusun, perkiraan dibagi menjadi dua jenis, yaitu (Saputro dan Asri, 2000:148).

– Perakiraan kualitatif, yang didasarkan atas data kualitatif pada masa lalu. Hasil prediksi yang dibuat sangat tergantung pada orang yang menyusunnya. Biasanya perkiraan ini didasarkan atas hasil penyelidikan, seperti pendapat salesman, pendapat sales manajer pendapat para ahli, dan survey konsumen.

Perkiraan kuantitatif, yaitu perkiraan yang didasarkan atas data penjualan pada masa lalu. Hasil perkiraan yang dibuat sangat tergantung pada metode yang digunakan dalam perkiraan tersebut. Penggunaan metode yang berbeda akan diperoleh hasil yang berbeda pula.

 

d. Berdasarkan Sifat Penyusunannya

Berdasarkan sifat penyusunannya, perkiraan dibagi menjadi dua jenis, yaitu (Ginting, 2007)

– Perkiraan subjektif, yang didasarkan atas perasaan atau intuisi dari orang yang menyusunnya.

Perkiraan objektif, didasarkan atas data yang relevan pada masa lalu, dengan menggunakan teknik-teknik dan metode-metode dalam penganalisaan data tersebut.

Untuk mensuksesakan sebuah proses forecasting atau perkiraan yang dibutuhkan sebuah bisnis, pastinya dibutuhkan perencanaan keuangan yang baik dan matang. Jurnal, software akuntansi online dengan sistem pelaporan keuangan berbentuk angka dan grafik, serta dukungan beberapa fitur dan layanan terintegrasi, akan membuat perencanaan anggaran proses perkiraan bisnis Anda tidak lagi menjadi rumit. Dapatkan semua informasi produk layanan handal Jurnal di sini, dan bersiaplah selangkah lebih maju dengan inovasi forecasting usaha Anda.

Author