Marketing merupakan salah satu kegiatan penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Proses marketing inilah yang memastikan bahwa produk yang dibuat oleh perusahaan sampai kepada konsumen. Oleh karena itu, diperlukan strategi-strategi khusus untuk menjalankan kegiatan marketing dan memastikan bahwa perusahaan mendapatkan laba sesuai dengan yang diharapkan.

 

Menentukan strategi pemasaran sebenarnya mudah. Namun, Anda tidak boleh menggampangkan begitu saja. Ingat, dalam dunia bisnis juga terdapat persaingan. Jika Anda tidak jitu dalam menentukan strategi marketing, pesaing Anda mungkin akan diuntungkan oleh keputusan Anda. Sehingga diperlukan pertimbangan yang matang saat membuat strategi marketing. Salah satu  strategi marketing yang banyak digunakan adalah strategi marketing mix. Strategi marketing mix dinilai membantu perusahaan memperoleh keuntungan yang maksimal. Jadi, artikel kali ini akan membahas mengenai hal tersebut.

 

Menurut Kotler dan Amstrong, marketing mix adalah sekumpulan variabel pemasaran yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan mereka. Dengan kata lain, marketing mix merupakan strategi pemasaran yang menggabungkan elemen-elemen di dalam mix marketing itu sendiri dan dijalankan secara terpadu.

 

Marketing mix memiliki beberapa elemen, yang dikenal dengan sebutan 4P. Bagi Anda yang bergerak di bidang pemasaran pasti tidak asing bukan? Ya, 4P adalah Product, Price, Promotion, Place. Namun, seiring dengan perkembangan zaman strategi mix marketing 4P ini sudah bertambah menjadi 7P.

 

Apa Itu Unsur 7P?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, 7P merupakan tambahan dari 4P. Adapun elemen nya yaitu:

1. Product (produk)

2. Price (harga)

3. Promotion (promosi)

4. Place (tempat)

5. Participant (partisipan)

6. Process (proses)

7. Physical Evidence (bukti)

 

Agar lebih jelas, di bawah ini akan kami jelaskan ketujuh unsur marketing mix tersebut:

 

Product  (Produk)

Elemen pertama dari mix marketing adalah produk. Anda harus menentukan produk/jasa apa yang akan ditawarkan kepada konsumen di pasar. Produk memiliki dua unsur yang perlu diperhatikan, yaitu kualitas dan visual. Anda harus memastikan kualitas dari produk Anda dengan baik, selain itu konsumen juga harus merasa membutuhkan untuk membeli produk/jasa Anda tidak hanya sekedar tertarik.

 

Cara mudah yang dapat Anda lakukan yaitu dengan melakukan riset kecil ke target pasar. Riset yang dilakukan dapat mencakup informasi respon pasar, keinginan konsumen, dan lain sebagainya. Melalui informasi yang kita dapat dari riset, kita dapat membandingkan produk/jasa Anda dengan kompetitor, mengetahui kelebihan dan kekurangan produk Anda. Setelah itu, Anda dapat melakukan evaluasi untuk meningkatkan mutu produk dan jasa Anda, mencocokan produk dengan keinginan dan kebutuhan konsumen, dan memberikan gambaran prospek produk dimasa yang akan datang.

 

Price (Harga)

Terkait dengan harga, Anda perlu mempertimbangkan jumlah biaya yang telah dikeluarkan untuk mendapatkan kombinasi antara barang dan pelayanan yang akan diberikan kepada konsumen. Jika produk sudah siap untuk dipasarkan, maka Anda harus menentukan harga dari produk/jasa tersebut. Namun, untuk menentukan harga Anda juga tidak bisa sembarangan. Karena jika salah menentukan harga, bukannya konsumen akan membeli produk Anda malah akan membeli produk dari kompetitor. Rugi bukan?

 

Harga jual harus sesuai dengan harga pasar, tidak terlalu tinggi dan tidak juga terlalu rendah. Hal ini untuk mencegah terjadinya kebangkrutan tentunya. Jika Anda ingin menjual dengan harga yang lebih tinggi, berikan perbedaan yang mencolok dibandingkan kompetitor Anda, seperti kualitas, varian. Sehingga konsumen merasa “worth it” dengan harga dari produk.

 

Promotion (Promosi)

Bagaimana agar produk atau jasa dikenal di pasaran dan mempunyai banyak konsumen? Ya, Anda harus melakukan promosi. Pada dasarnya, promosi merupakan aktivitas penyebaran informasi yang bersifat membujuk, memengaruhi dan mengingatkankan pasar bahwa produk Anda sudah siap dijual dan dibeli oleh mereka. Salah satu yang dapat Anda lakukan adalah dengan memasang iklan. Iklan dapat dilakukan melalui media-media seperti surat kabar, elektronik, brosur, spanduk, social media. Pada zaman digital seperti sekarang, melakukan promosi menjadi sangatlah mudah karena banyak media sosial yang akan sangat membantu Anda.

 

Jika Anda baru memulai bisnis, biaya promosi yang dilakukan sebaiknya tidak terlalu besar, bahkan jika perlu memanfaatkan media-media gratis. Anda harus memperhatikan efisiensi dan efektivitas. Promosi yang dilakukan sebaiknya Anda sesuaikan dengan target pasar. Selain itu, melalui promosi  Anda juga dapat menciptakan brand awareness.

 

Place (Tempat)

Tempat atau lokasi merupakan salah satu penentu omzet penjualan. Tentu saja Anda ingin produk atau jasa Anda laku keras bukan? Oleh karena itu, tempat atau lokasi penjualan juga sangat penting untuk dipertimbangkan. Bagaimana cara menentukan lokasi yang tepat?

 

Hal yang dapat Anda lakukan adalah mencari dan menentukan lokasi penjualan yang sesuai dengan target pasar Anda, apakah itu untuk kalangan bottom, middle, atau up. Produk yang dijual sebaiknya sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat sekitar. Jangan sampai Anda menjual produk ditempat yang salah, misalnya menjual es di kutub, kan tidak match.

 

Participant (partisipan)

Partisipan merupakan salah satu elemen tambahan dari strategi marketing mix. Partisipan yang dimaksud adalah setiap orang yang masuk dan berpartisipasi dalam memasarkan produk atau jasa. Sebagai contoh, dalam bisnis  kuliner partisipan nya dapat berupa rumah makan, restoran, cafe. Secara umum, pelayan, petugas,reseller juga termasuk menjadi partisipan. Oleh karena itu, jangan menganggap remeh mereka, karena mereka mempunyai andil yang cukup besar dalam menentukan strategi marketing.

 

Process (Proses)

Proses yang dimaksud dalam unsur marketing di sini yaitu proses manajemen. Strategi manajemen sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini karena keputusannya menentukan keberhasilan dari marketing. Manajer harus memperhatikan secara detail elemen-elemen agar bekerja sesuai dengan tugasnya.  Selain itu, Anda juga harus memperhatikan proses pelayanan terhadap konsumen. Pelayanan yang baik kepada konsumen memiliki pengaruh yang besar terhadap hasil pemasaran.

 

Physical Evidence (bukti / lingkungan fisik)

Physical evidence ini berupa bukti atau lingkungan fisik. Lingkungan fisik yang dimaksud yaitu berkaitan dengan kondisi atau suasana. Sebagai contoh agar tidak bingung, physical evidence ini seperti fasilitas, visi misi perusahaan, simbol perusahaan, brand, kekayaan perusahaan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kegiatan memasarkan produk.

Jadi seperti itulah marketing mix yang harus Anda pahami jika ingin mengembangkan bisnis dan memenangkan persaingan pasar. Untuk mendukung konsep marketing mix, Anda juga perlu melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan dengan baik dan benar. Jurnal merupakan software akuntansi yang dapat membantu Anda melakukan perencanaan, perhitungan, dan pengelolaan keuangan dengan cepat, mudah, dan aman. Dapatkan informasi lebih banyak di sini.