Biaya tetap merupakan jenis biaya yang bersifat statis (tidak berubah) dalam ukuran tertentu. Biaya ini akan tetap kita keluarkan meskipun kita tidak melakukan aktivitas apapun atau bahkan ketika kita melakukan aktivitas yang sangat banyak sekalipun. Dalam proses produksi, biaya tetap akan selalu kita bayarkan atau keluarkan tanpa menghitung berapa banyak produksi yang kita lakukan, baik ketika tidak berproduksi atau sebaliknya saat produksi dilakukan dalam kapasitas maksimal.

 

Jadi, dengan kata lain, secara total biaya ini akan selalu sama, tidak terpengaruh oleh jumlah unit yang diproduksi atau jumlah aktivitas yang dilakukan. Bagaimana jika dihitung per unit produk yang dihasilkan atau per aktivitas yang kita lakukan? Biaya tetap dan unit yang diproduksi atau aktivitas yang dilakukan memiliki hubungan yang terbalik. Hubungan terbalik ini maksudnya adalah semakin banyak unit yang kita produksi atau semakin banyak aktivitas yang kita lakukan maka biaya tetap per unit atau per aktivitas yang kita lakukan akan semakin kecil jumlahnya.

 

Jenis-Jenis Biaya Tetap

a. Biaya tetap yang telah ditentukan

Biaya tetap yang telah ditentukan adalah biaya tetap yang telah ditentukan berkaitan dengan investasi fasilitas, peralatan, dan struktur organisasi pokok dalam suatu perusahaan. Contoh biaya ini meliputi penyusutan gedung dan peralatan, pajak bangunan, asuransi, gaji manajemen puncak dan karyawan operasi. Ciri-ciri biaya tetap yang telah ditentukan adalah bersifat jangka panjang dan tidak dapat dikurangi secara mendadak dalam jangka pendek tanpa memengaruhi secara serius kegiatan perusahaan.

 

Biaya tetap yang telah ditentukan adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjaga agar perusahaan tetap mampu menjalankan kegiatannya dalam kapasitas minimal. Biaya ini tetap dikeluarkan seandainya perusahaan berhenti beroperasi karena bangkrut. Oleh karena biaya tetap ini bersifat jangka panjang dan tidak dapat diubah seketika maka perencanaan yang hati-hati terhadap biaya ini perlu dilakukan.

 

Pengeluaran biaya ini harus mempertimbangkan rencana kapasitas produksi dan penjualan perusahaan untuk beberapa tahun ke depan karena setelah biaya ini diputuskan maka manajemen sulit untuk mengubahnya dan tindakan manajemen berikutnya adalah bagaimana melakukan kegiatan operasional yang efisien dengan pola yang sudah terbentuk ini.

 

b. Biaya tetap kebijakan

Biaya tetap kebijakan adalah biaya yang disebabkan oleh keputusan tahunan yang dibuat oleh manajemen untuk membelanjakan biaya tetap tertentu. Contoh biaya tetap kebijakan termasuk iklan, riset, hubungan masyarakat, program pengembangan manajemen dalam magang untuk para mahasiswa. Ciri-ciri biaya tetap kebijakan adalah bersifat jangka pendek dan dapat diubah atau diperkecil seketika jika ada perubahan situasi mendadak di luar perhitungan manajemen. Pemotongan mendadak anggaran biaya tetap ini diharapkan tidak sampai mengurangi kualitas tujuan yang ingin dicapai perusahaan.

Contoh Biaya Tetap

Jika dihubungkan dengan aktivitas produksi, kita bisa mengambil contoh sebuah gudang yang disewa untuk lokasi pabrik dengan biaya sewa Rp100.000.000 per tahun. Pada tahun awal, ketika produksi belum dimulai, kita mengeluarkan biaya sewa sejumlah Rp100 juta per tahun. Ketika mulai berproduksi, kita tetap membayar jumlah yang sama. Bahkan ketika jumlah produksi semakin banyak, jumlah sewa pabrik yang kita bayarkan masih sama. Skema biaya tetap dalam produksi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Contoh Perhitungan Biaya Tetap

Biaya Sewa per Tahun

Jumlah Unit yang Diproduksi

Biaya sewa gudang per unit

Rp100.000.000

200

Rp500.000

Rp100.000.000

500

Rp200.000

Rp100.000.000

2500

Rp40.000

 

Biaya Tetap VS Biaya Variabel

Biaya tetap ini berbanding terbalik dengan perhitungan biaya variabel. Biaya variabel bersifat dinamis. Ia mengikuti banyaknya jumlah unit yang diproduksi ataupun banyaknya aktivitas yang dilakukan. Sangat penting untuk mengetahui biaya tetap dan biaya variabel yang terjadi dalam proses usaha dan melakukan pemisahan terhadap keduanya. Dengan mengetahui biaya tetap dan memisahkannya dengan biaya variabel, maka perusahaan akan mengetahui:

a. Perhitungan tarif biaya overhead predeterminasi dan analisis varian.

b. Penyusunan anggaran fleksibel dan analisis varian.

c. Perhitungan biaya langsung dan margin kontribusi.

d. Analisis titik impas dan analisis biaya-volume-laba.

e. Analisis biaya diferensial dan biaya komparatif.

f. Analisis maksimalisasi laba dan minimalisasi biaya dalam jangka pendek.

g. Analisis anggaran modal.

h. Analisis profitabilitas pemasaran berdasarkan daerah, produk dan pelanggan.

Agar proses penghitungan baik biaya tetap maupun biaya variabel menjadi mudah, tentunya perusahaan membutuhkan dukungan software akuntansi andal dan tepercaya seperti Jurnal. Dengan berbagai fitur pengolah laporan keuangan dan pencatatannya, Jurnal dapat menjadi solusi tepat bagi bisnis Anda untuk memperoleh penghitungan biaya yang diinginkan secara otomatis. Dapatkan informasi menarik tentang Jurnal, di sini.

Author