Harga pokok penjualan (HPP) bukanlah istilah yang asing untuk Anda dengar bukan? Terlebih untuk orang yang bekerja dalam bidang akuntansi, istilah ini akan sangat familiar. Namun, bagi sebagian orang juga masih ada yang bingung mengenai harga pokok penjualan. Beberapa orang akan menganggap harga pokok penjualan merupakan harga jual, apakah demikian? Harga pokok penjualan bukanlah harga jual. Harga jual dan harga pokok penjualan memiliki arti dan cara penghitungan yang berbeda. Di bawah ini, Jurnal akan memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai Harga Pokok Penjualan dan Harga Jual.

 

Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan (HPP) atau yang biasa disebut dengan cost of good sold (COGS) merupakan seluruh biaya langsung yang dikeluarkan untuk memperoleh barang atau jasa yang dijual. Dalam menghitung HPP, biaya yang diperhitungkan mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead.

 

Tujuan menghitung HPP adalah mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dalam produksi barang dan jasa. HPP merupakan salah satu komponen dalam laporan laba rugi. Untuk menghitung HPP, Anda dapat menggunakan rumus berikut ini:

 

HPP = Persediaan Awal + Pembelian – Persedian Akhir

 

Sementara

 

Pembelian Bersih = (Pembelian + Biaya Angkut) – (Retur Pembelian + Potongan Pembelian)

 

Agar lebih jelas, Anda dapat memperhatikan ilustrasi berikut:

PT Maju Bersama pada Tanggal 24 Maret 2017 memiliki:

a. Persediaan barang dagangan (awal) sebanyak Rp20 juta.

b. Pembelian sebesar Rp50 juta.

c. Beban angkut pembelian Rp1 juta.

d. Retur pembelian sebesar Rp5 juta.

e. Potongan pembelian Rp2 juta.

f. Persediaan barang dagangan akhir sebesar Rp10 juta.

 

Untuk menghitung HPPnya adalah sebagai berikut;

 

Pembelian Bersih = (Pembelian + Biaya Angkut) – (Retur Pembelian + Potongan Pembelian)

 

Pembelian Bersih = (50.000.000 + 1.000.000) – (5.000.000 + 2.000.000)

Pembelian Bersih = 51.000.000 – 7.000.000

Pembelian Bersih = 44.000.000

 

Barang Tersedia Dijual = Persediaan Awal + Pembelian Bersih

 

Barang Tersedia Dijual = 20.000.000 + 44.000.000

Barang Tersedia Dijual = 64.000.000

 

HPP = Barang Tersedia Dijual – Persediaan Akhir

 

HPP = 64.000.000 – 10.000.000

HPP = 54.000.000

 

Dari contoh di atas, maka dapat diketahui jumlah HPP adalah sebesar Rp54 juta.

 

Harga Jual

Harga jual merupakan besarnya harga yang dibebankan kepada konsumen. Untuk menghitung harga jual, Anda dapat menghitungnya dengan cara :

 

Harga Jual = Biaya Produksi + Biaya Non Produksi + Laba yang Diharapkan

 

Dalam menentukan harga jual, ada dua metode yang bisa digunakan, yakni penetapan harga biaya plus dan penetapan harga mark up. Penetapan harga biaya plus (cost plus pricing method) merupakan salah satu metode menghitung harga jual dengan cara menjumlahkan semua biaya dengan margin yang diharapkan. Sementara penetapan harga mark up caranya lebih sederhana, yakni dengan menambahkan jumlah keuntungan yang Anda harapkan dengan harga beli dari barang yang akan dijual.

 

Kesimpulan:

Harga pokok penjualan dan harga jual merupakan hal yang berbeda. Namun, dengan menggunakan HPP, Anda dapat menentukan harga jual yang sesuai untuk dibebankan kepada konsumen. Agar perusahaan mendapatkan laba, maka harga jual yang Anda tetapkan harus lebih besar dari HPP.

Ingin lebih praktis dan mudah dalam menentukan HPP dan mengelola keuangan perusahaan? Anda dapat menggunakan bantuan software akuntansi online. Jurnal merupakan software akuntansi berbasis cloud yang memudahkan Anda karena sistem secara otomatis akan mengintegrasikan data-data yang telah di input ke laporan keuangan. Anda dapat melakukannya dengan cepat, tepat, dan mudah. Selain itu, Anda dapat mengaksesnya di mana saja dan kapan saja. Info lebih lanjut mengenai Jurnal dan berbagai fiturnya, klik di sini.