Banyak para pelaku bisnis yang masih memilih menggunakan strategi telemarketing sebagai media untuk mengenalkan atau mempromosikan produk atau jasanya. Dengan strategi telemarketing ini, para pengusaha dapat menjangkau prospek atau calon konsumen dengan lebih luas. Jangkauan yang lebih luas tentunya memberikan peluang yang lebih besar untuk terjadinya transaksi penjualan.

 

Strategi pemasaran ini jika dijalankan dengan efektif akan cukup membantu pengusaha dalam mengenalkan produk atau jasanya pada calon konsumen yang dibidik. Namun, jika dalam pelaksanaannya tidak dilakukan dengan perencanaan yang matang, maka akan menurunkan kredibilitas serta citra perusahaan di mata konsumen. Untuk mengantisipasi terjadinya kegagalan tersebut, di bawah ini akan kita bahas tentang 7 kesalahan telemarketing yang harus dihindari.

 

Menghubungi di Waktu yang Salah

Kesalahan telemarketing yang sering dilakukan oleh para telemarketer adalah menghubungi prospek di waktu yang tidak tepat. Konsumen memiliki aktivitas dan kesibukan yang berbeda-beda, memahami latar belakang prospek perlu dilakukan agar dapat menghubungi mereka di saat yang tepat. Menghubungi mereka di saat jam-jam sibuk membuat mereka tidak ingin dan malas menerima telepon karena merasa terganggu.

 

Database yang tidak Up-to-Date

Setiap perusahaan biasanya memiliki database prospek yang mereka bidik sebagai potential buyer. Namun, seringkali database tersebut tidak di update secara periodik. Akibatnya, pada saat telemarketer menjalankan tugasnya, mereka justru salah sasaran dan hanya menyebabkan pemborosan biaya telepon tanpa hasil yang optimal. Agar hal tersebut tidak terjadi, maka cobalah update database secara periodik agar validitasnya tetap terjaga.

 

Komunikasi Satu Arah

Bukan rahasia lagi jika sebagian besar konsumen menghindari penawaran via telepon atau telemarketing. Hal ini dikarenakan si telemarketer adalah orang yang menguasai percakapan dalam menyampaikan informasi produknya dan tidak memberikan kesempatan bertanya pada konsumen. Agar konsumen merasa dihargai, ciptakan komunikasi dua arah yang memberikan kesempatan pada prospek untuk merespon penjelasan Anda. Komunikasi dua arah ini bermanfaat untuk membangun kedekatan konsumen dengan produsen.

 

Memberi Harga Terlalu Cepat

Kebiasaan yang sering dilakukan oleh calon konsumen adalah menanyakan harga sebelum mereka mendapat kejelasan dari keunggulan-keunggulan produk yang Anda tawarkan. Bila Anda langsung memberikan harga terlalu cepat, Anda akan kehilangan penjualan dengan seketika (kecuali harga Anda jauh lebih murah dari harga yang mereka telah dapatkan dari perusahaan sebelumnya). Jika calon konsumen Anda menanyakan harga, jangan katakan berapa harga yang harus dibayarkan sebelum Anda mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan bagaimana produk atau jasa Anda dapat membantu mereka. Anda hanya boleh memberitahu berapa harga yang harus dibayarkan ketika Anda tahu persis calon konsumen tersebut membutuhkan produk atau jasa Anda, dan akan membeli dari Anda.

 

Mengabaikan Privacy Calon Konsumen

Karena sebuah startegi telemarketing sangat bersifat individual, maka ada baiknya seorang telemarketer tidak melangkah terlalu jauh dan mengganggu privacy para calon konsumennya. Anda bisa meninggalkan pesan jika calon konsumen tidak berada di tempat saat Anda menghubunginya. Hindari untuk meminta nomor telepon pribadi, jika Anda belum pernah melakukan sebuah dialog secara langsung dengan calon konsumen.

 

Target Market Tidak Tepat

Target market yang tidak tepat, sudah pasti menimbulkan hal yang sis-sia dalam strategi telemarketing. Kesalahan yang seringkali terjadi ini seharusnya bisa dihindari jika Anda telah memiliki data mengenai siapa yang menjadi target pasar Anda sebelum menghubungi prospek atau calon konsumen. Memiliki data konsumen yang lengkap dan valid akan sangat membantu untuk tidak salah sasaran.

 

Tidak Melakukan Follow Up

Saat Anda menawarkan atau mempresentasikan produk atau jasa Anda melalui sistem telemarketing, itu bukanlah akhir dari sebuah proses penjualan, walau calon konsumen Anda berkata akan menghubungi Anda. Anda harus proaktif mem-follow up apa yang telah Anda tawarkan kepada mereka. Cobalah lakukan follow up melalui telepon, cari tahu bagaimana produk atau jasa Anda dapat berguna dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang dapat Anda penuhi dari calon konsumen Anda. Perlu diingat, presentasi barulah seperempat jalan dari sebuah proses penjulan, sebelum sampai ke penutupan penjualan.

 

Disadari atau tidak, sebuah strategi pemasaran melalui telemarketing masihlah  sangat potensial dan bisa diharapkan jika dapat dilakukan secara tepat dan sesuai sasaran, sehingga terhindar dari kesalahan pemasaran yang menghabiskan banyak biaya. Untuk mendukung sebuah strategi telemarketing yang baik, perusahaan tentunya perlu memiliki anggaran keuangan untuk melakukan riset terlebih dahulu, mengumpulkan data dan mengolahnya sehingga siap dijadikan sebagai sumber data yang valid. Jurnal merupakan software akuntansi online dengan fitur pembiayaan, akan membantu bisnis Anda untuk mengetahui analisis biaya yang dibutuhkan bagi keperluan strategi telemarketing bisnis. Anda juga bisa melakukan konsultasi dan mendapat masukan terkait kondisi keuangan perusahaan yang Anda kelola untuk mendukung strategi program pemasaran telemerketing perusahaan. Dapatkan semua informasi menarik tentang Jurnal di sini.

Author