Bagi Anda seorang pengusaha yang memiliki bisnis dengan sistem penjualan kredit pasti sangat akrab dengan istilah piutang. Piutang adalah kegiatan yang timbul karena perusahaan menjual barang dagangannya atau memberikan jasanya kepada pelanggan dengan cara kredit. Artinya pelanggan dapat melakukan pembayaran atas transaksinya di masa yang akan datang.

 

Bagi perusahaan, piutang memiliki dua efek yaitu positif dan negatif. Dampak positif perusahaan yang memiliki piutang yaitu perusahaan memiliki aset berupa penambahan harta. Hal ini karena perusahaan yang memiliki piutang menunjukan bahwa perusahaan memiliki klaim terhadap uang pelanggannya. Namun, disisi lain jika perusahaan tidak dapat menagih piutang atau piutang mengalami kemacetan akan menghambat bisnis Anda. Seperti yang kita tahu jika piutang mengalami masalah, maka kas atau uang masuk juga menjadi tersendat, dan jika ini terjadi cash flow atau arus kas perusahaan akan terganggu. Terlebih untuk piutang jangka panjang dan jumlah yang besar dapat mengakibatkan kebangkrutan.

 

Untuk mencegah dampak negatif yang tidak diinginkan, perusahaan hendaknya lebih selektif untuk memberikan piutang kepada pelanggannya. Selain itu, Anda juga dapat menerapkan cara-cara di bawah ini untuk mencegah piutang tak tertagih.

 

Buat Kebijakan Jatuh Tempo dan Limit Kredit

Jatuh tempo merupakan batas waktu yang diberikan kepada pihak yang memiliki utang untuk melunasi atau melakukan pembayaran utangnya. Jangka waktu yang biasanya diberikan yaitu 30 hari atau jika lebih pendek berarti lebih bagus. Limit kredit merupakan jumlah batas rupiah yang diberikan jika pelanggan melakukan pembayaran dengan cara kredit. Jika pembeli tidak mau menerima/mematuhi kebijakan jatuh tempo dan limit kredit, maka sebaiknya Anda hanya menerima penjualan secara tunai saja. Pemberian jatuh tempo dan limit kredit merupakan kegiatan yang sangat penting jika perusahaan menerapkan sistem penjualan kredit. Ini dikarenakan dua kebijakan tersebut dapat digunakan menjadi dasar untuk dilakukan tindakan-tindakan selanjutnya untuk mencegah piutang tak tertagih.

 

Berikan Denda Keterlambatan

Memberikan denda atau biaya keterlambatan akan membuat pelanggan Anda berpikir dua kali untuk melakukan pembayaran kredit. Denda yang diberikan ini dapat menjadi bahan pertimbangan jika mereka telat membayar utangnya. Karena semakin terlambat membayar maka semakin bertambah banyak pula utang mereka. Informasikan tentang denda keterlambatan di awal, ini akan membantu menekan transaksi yang dilakukan secara kredit.

 

Lakukan Follow Up

Ada kemungkinan pihak pelanggan lupa bila mereka masih memiliki utang yang masih harus dibayar. Oleh karena itu follow up menjadi penting untuk mengingatkan utang mereka. Anda dapat mengingatkan dengan cara sering menelepon atau mengirimkan email kepada mereka. Jika Anda sering melakukan follow up atas piutang kepada mereka yang belum membayarkan, maka kemungkinan piutang untuk dibayar akan menjadi lebih besar. Selanjutnya, Anda dapat memberikan berupa surat teguran jika follow up yang dilakukan dengan baik-baik tidak berhasil. Selain surat teguran, Anda juga dapat menyuruh orang atau pegawai Anda untuk mendatangi pihak mereka yang memiliki utang kepada bisnis Anda.

 

Buat Daftar Hitam Pelanggan yang Telat Bayar

Apakah Anda sudah menerapkan 3 langkah di atas? Bila hasilnya tidak bagus Anda dapat mem-blacklist pelanggan yang telat ataupun tidak melakukan pembayaran. Mungkin terdengar kejam, tetapi ini tindakan terakhir yang harus dilakukan untuk mencegah piutang tak tertagih di periode-periode berikutnya. Jika pelanggan sudah dimasukan di daftar hitam, maka periode pada berikutnya Anda tidak boleh memberikan piutang kepada mereka.

Di era digitalisasi seperti sekarang, 4 langkah di atas menjadi mudah jika dilakukan oleh sistem yang terotomatisasi. Untuk memudahkan, Anda dapat menggunakan bantuan software akuntansi. Jurnal merupakan software akuntansi online yang memiliki fitur invoice reminder. Di mana, dengan fitur ini, Anda dapat mengirimkan invoice secara otomatis sebelum atau saat tanggal jatuh tempo. Jurnal juga dapat membantu Anda mengelola piutang dengan memberikan batas maksimal piutang dan syarat piutang untuk masing-masing pelanggan. Dapatkan informasi lengkap mengenai Jurnal dan berbagai fitur lainnya di sini.