Faktur adalah perhitungan penjualan dengan perhitungan pembayaran kemudian. Biasanya pembuatan faktur dilakukan rangkap 3 (tiga). Salinan pertama berwarna putih dan diserahkan kepada pembeli. Salinan kedua disimpan penjual setelah ditandatangani pembeli dan akan dijadikan lampiran saat penagihan dikemudian hari. Sedangkan salinan ketiga disimpan di dalam buku faktur.

Pengertian e-Faktur

 

E-faktur adalah faktur yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik. Penggunaan e-faktur ini saat ini terasa semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi yang menuntut efisiensi.

Pada tahun 2014, Dirjen Jendral Pajak mensyaratkan keharusan membuat e-faktur bagi tiap perusahaan wajib pajak untuk menghindari penyalahgunaan laporan pajak, di mana dengan adanya peraturan tersebut, mau tidak mau setiap perusahaan harus mulai familiar dengan teknologi e-faktur.

 

Jenis Faktur

Faktur Biasa

Faktur biasa  yaitu faktur yang umum digunakan dalam transaksi yang bersifat sederhana dalam kehidupan sehari-hari atau dalam traksaksi jual beli. Di mana faktur ini biasanya diberikan pada transaksi secara umum dan memiliki sistem yang sederhana.

 

Faktur Proforma

Jenis faktur yang bersifat sementara yang diberikan sebelum penyerahan barang secara keseluruhan. Artinya, faktur ini digunakan sebagai faktur pengganti sementara dikarenakan barang yang diterima oleh konsumen dikirimkan dengan cara bertahap atau terpisah.

Faktur ini diberikan karena pembeli membeli barang, tetapi barang belum diterima secara utuh atau keseluruhan. Apabila seluruh barang yang dipesan telah diterima secara utuh, maka faktur proforma ini akan diganti dengan faktur utuh atau faktur biasa.

 

Faktur Konsuler

Faktur Konsuler adalah faktur yang dibuat khusus untuk melakukan perdagangan luar negeri atau ekspor impor. Jenis Faktur ini, harus mendapatkan legalisasi oleh perwakilan negara tujuan pengimpor, yaitu atase perdagangan, kantor konsuler, dan kedutaan besar negara pengimpor yang berkududukan di negara pengekspor.