Siapa yang tidak kenal dengan Mohammad Hatta? Seorang tokoh nasional yang dikenal sebagai pahlawan sekaligus proklamator kemerdekaan Indonesia. Lelaki yang lahir di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus ini juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

 

Bapak Koperasi Indonesia

Dengan rasa kepeduliannya terhadap rakyat dan perekonomian di Indonesia, Hatta membuat gerakan ekonomi kerakyatan lewat koperasi. Menurut Hatta, tujuan Negara adalah memakmurkan rakyat dengan berlandaskan atas asas kekeluargaan dan bentuk perekonomian yang paling cocok bagi Indonesia adalah ‘usaha bersama’ secara kekeluargaan. Di mana usaha bersama menurut Hatta adalah koperasi. Atas kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia, Hatta diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada tahun 1953 saat kongres II di Bandung.

 

Tujuan Koperasi

Memajukan kesejahteraan anggota dan masyarakat, serta membangun ekonomi nasional adalah tujuan dibangunnya sebuah koperasi. Dengan adanya koperasi, kebutuhan anggotanya dapat diperoleh dengan mudah sehingga membuat kesejahtraan anggota meningkat yang secara langsung dapat memajukan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian Indonesia.

 

Membangun Koperasi & Koperasi Membangun

Pada tahun 1971, Hatta membuat buku yang berjudul ‘Membangun Koperasi & Koperasi Membangun’, dalam bukunya Hatta mengkategorikan social capital ke dalam 7 nilai semangat koperasi. Pertama kebenaran untuk menggerakan kepercayaan, kedua keadilan dalam usaha bersama, ketiga kebaikan dan kejujuran mencapai perbaikan, keempat tanggung jawab dalam individualitas dan solidarotas, kelima paham yang sehat, cerdas, dan tegas, keenamkemauan menolong diri sendiri serta menggerakan keswasembadaan dan otoaktiva, dan terakhir yaitu kesetiaan dalam kekeluargaan.

 

Prinsip Koperasi Hatta

Dalam mengembangkan koperasi Indonesia, Hatta membuat tujuh prinsip operasional secara internal dan eksternal seperti keanggotaan sukarela dan terbuka, pengendalian oleh anggota secara demokratis, partisipasi ekonomis anggota, otonomi kebebasan, pendidikan, pelatihan, dan informasi, kerjasama antar operasi, serta kepedulian terhadap komunitas. Prinsip inilah yang membuat Bung Hatta mendirikan koperasi di Indonesia.

 

Akuntansi dan Koperasi

Akuntansi koperasi adalah pencatatan, pengklasifikasian, pelaporan, dan penafsiran laporan keuangan koperasi dalam satu periode tertentu. Dalam koperasi juga dibutuhkan laporan keuangan sebagai bagian dari akuntansi untuk memberikan informasi keuangan koperasi pada pihak-pihak tertentu, baik internal maupun eksternal.

 

Manfaat Laporan Keuangan Koperasi

Dengan adanya laporan keuangan koperasi, Anda dapat mengetahui kondisi keuangan koperasi, jumlah SHU yang diperoleh, jumlah harta, kewajiban dan kekeayaan koperasi selama periode tertentu. Tak hanya itu, dengan laporan keuangan koperasi, Anda dapat mengantisipasi penyelewengan yang dilakukan oleh pengelola koperasi dan memudahkan pihak yang berkepentingan untuk menganalisa keuangan koperasi sebagai bahan pengambilan keputusan.

 

Jurnal, software akuntansi online yang membantu membuat laporan keuangan secara instan dan real-time. Dengan laporan keuangan dari Jurnal, Anda dapat lebih bebas mengelola koperasi di mana pun dan kapan pun. Untuk info lebih lanjut mengenai Jurnal dapat Anda temukan di www.jurnal.id.