Dalam kegiatan bisnis, pasti Anda akan menemukan berbagai transaksi keuangan. Di mana, dalam kegiatan ini terdapat perpindahan kas berupa penjualan, pembelian, pembayaran biaya operasional dan non operasional. Pada kegiatan ini, ada baiknya Anda memiliki bukti transaksi sebagai bukti sah bahwa telah terjadi sebuah transaksi perusahaan. Bukan hanya itu, bukti transaksi juga dapat membantu Anda memperkuat setiap laporan keuangan perusahaan.

 

Jenis-Jenis Bukti Transaksi

 

Ada beberapa jenis bukti transaksi yang biasanya dikeluarkan atau diterima suatu bisnis. Di mana bukti transaksi ini dapat menjadi dokumen sah sebagai lampiran laporan keuangan perusahaan.

Kuitansi

Kuitansi adalah alat bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh penerima atau penjual, lalu diserahkan kepada yang membayar atau konsumen. Kuitansi biasanya dilengkapi dengan keterangan tempat, tanggal, dan alasan penyerahan sejumlah uang tersebut. Untuk lebih memperkuat tanda bukti transaksi, biasanya di sisi dekat tanda tangan penerima akan ditambahkan materai yang nilainya sudah ditentukan oleh peraturan di bidang perpajakan.

Faktur

Faktur adalah dokumen yang digunakan sebagai pencatatan bukti pembayaran kredit. Faktur dibedakan menjadi dua yaitu faktur pembelian dan faktur penjualan. Biasanya, faktur dibuat rangkap tiga oleh penjual untuk pembeli. Di mana, salinan pertama diberikan kepada pembeli, salinan kedua disimpan penjual untuk lampiran saat penagihan, dan lamporan ketiga disimpan di dalam buku faktur. Pada faktur, biasanya terdapat beberapa informasi seperti info penjual, rincian daftar barang, tanggal pesanan, harga, jumlah yang harus dibayar, syarat pembayaran, dan lain sebagainya.

Nota Kredit

Nota kredit adalah bukti penerimaan kembali barang yang telah dijual dan dikeluarkan oleh pihak penjual. Bukti transaksi ini digunakan sebagai alat persetujuan dari pihak penjual atas permohonan pengurangan harga dari pihak pembeli. Hal ini terjadi karena barang yang diterima pembeli mengalami kerusakan ataupun tidak sesuai dengan pesanan.

Nota Debet

Nota Debit adalah bukti transaksi sebagai permintaan pengurangan harga kepada penjual yang berisi informasi yang menyatakan tentang pengiriman barang tidak sesuai pesanan atau rusak. Bukti ini juga sebagai pemberitahuan yang dikirimkan perusahaan kepada konsumennya untuk menginformasikan bahwa akunnya telah di debit dengan jumlah dan nominal tertentu.

Nota Kontan

Nota kontan adalah bukti transaksi yang diberikan penjual pada pembeli yang melakukan pembayaran secara tunai. Biasanya, perusahaan akan membuat nota kontan rangkap dua, di mana yang asli diberikan kepada pembeli, dan rangkap kedua dipegang pihak penjual atau perusahaan.

 

Fungsi Bukti Transaksi

 

Setiap transaksi yang terjadi pada perusahaan pasti membutuhkan pencatatan keuangan. Dalam proses pencatatan ini lah, bukti transaksi dibutuhkan. Lalu apa saja fungsi bukti transaksi dalam akuntansi dan bisnis?

a. Menghindari kesalahan dan penyelewengan atas kekayaan perusahaan.

b. Mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya transaksi.

c. Media yang berisi tentang informasi keuangan.

d. Dasar dan acuan pencatatan akuntansi.

e. Mengurangi kemungkinan terjadi kesalahan dalam pencatatan transaksi.

f. Menghindari duplikasi pada pengumpulan data keuangan.

g. Memastikan keabsahan dan keaslian transaksi

h. Dokumen atas peninjauan kembali transaksi jika terjadi permasalahan di kemudian hari.

 

Simpan Transaksi dengan Mudah di Jurnal Snap

Apa itu Jurnal Snap

Jurnal Snap adalah aplikasi berbasis Android yang berfungsi untuk menyimpan semua bukti transaksi seperti tanda terima, faktur, bukti bayar, nota, kuitansi, dan lampiran lainnya. Dengan menggunakan Jurnal Snap, semua bukti transaksi yang Anda simpan atau upload, akan secara otomatis tersimpan pada akun Jurnal dan dapat diakses secara realtime pada laporan keuangan Anda.

 

Bagaimana Cara Menggunakan Jurnal Snap?

Melalui Jurnal Snap, Anda tidak perlu lagi khawatir akan kehilangan bukti transaksi. Hanya dengan mengupload bukti transaksi dengan Jurnal Snap, Anda dapat membantu akuntan dalam melakukan proses audit dan validasi keuangan perusahaan lebih mudah. Lalu bagaimana cara menggunakan Jurnal Snap?

1. Download dan install aplikasi Jurnal Snap melalui Google Play Store di sini.

2. Buka aplikasi Jurnal Snap pada smartphone Anda.

3. Login dengan memasukkan alamat email dan password akun Jurnal Anda.

4. Untuk mengambil foto bukti transaksi, arahkan kamera pada bukti transaksi dan tekan icon kamera pada bagian bawah layar smartphone Anda.

Jurnal_Blog_Snap_Capture.png

5. Anda bisa mengambil foto berikutnya dengan menekan tanda (+) atau pilih ‘Multi Page’ di bagian kiri atas layar.

Jurnal_Blog_Snap_View.png

6. Setelah selesai mengambil semua foto bukti transaksi, Anda dapat menyimpan dan mengganti nama dokumen dengan pilih ‘Save’ pada kanan atas layar.

7. Anda dapat menyimpan bukti transaksi tersebut dengan memilih format PDF (beberapa bukti transaksi digabung dalam 1 file) atau dalam format JPG (beberapa bukti transaksi dipisah per dokumen).

Jurnal_Blog_Snap_Save as.png

8. Setelah berhasil, Anda akan melihat semua bukti-bukti transaksi yang telah Anda ambil.

Jurnal_Blog_Snap_Dashboard.png

Dengan menggunakan Jurnal Snap, Anda tetap bisa melakukan pengambilan foto meskipun tidak ada jaringan Internet atau saat mode offline. Namun, hasil dari pengambilan foto bukti transaksi tersebut, tidak akan ter-upload secara otomatis ke akun Jurnal, dan akan segera terupload ketika Anda telah terhubung dengan Internet.

9. Jika status upload telah sukses, Anda dapat melihat seluruh bukti transaksi tersebut melalui aplikasi Jurnal pada menu Daftar Lainnya > Daftar Lampiran.

10. Untuk menghubungkan lampiran dengan transaksi di Jurnal, klik Hubungkan dan pilih nomor transaksi yang ingin dihubungkan. Kemudian, klik "Simpan".

11. Jika telah selesai, Anda akan melihat lampiran tersebut telah berhasil dihubungkan dengan transaksi yang dipilih.