Rekonsiliasi bank adalah proses penyesuaian informasi catatan kas menurut sebuah perusahaan dan juga menurut bank. Rekonsiliasi bank  dapat diartikan juga sebagai kegiatan merinci adanya perbedaan terhadap catatan transaksi milik bank sebagai pengelola transaksi serta catatan yang dimiliki oleh perusahaan dengan pihak bank berupa rekening koran atau biasa disebut bank statement.

 

Dalam proses rekonsiliasi bank akan memperlihatkan seluruh transaksi yang telah Anda lakukan selama periode yang ditentukan. Jika ditemukan perbedaan, akuntan akan melakukan jurnal penyesuaian dengan menggunakan bukti yang dianggap sah dan juga valid.

 

Penyebab Terjadinya Rekonsiliasi Bank

Kredit bank

Penagihan atau deposito oleh bank untuk kepentingan nasabah yang tidak diketahui oleh nasabah sampai penerimaan rekening Koran.

Setoran dalam perjalanan

Setoran kas akhir bulan yang dicatat pada buku penyetor dalam satu bulan, diterima dan dicatat oleh bank dalam bulan berikutnya.

Beban bank

Beban yang dicatat oleh bank terhadap saldo nasabah untuk pos-pos seperti biaya pelayanan, penulisan cek, dan lain-lain yang mungkin tidak disadari nasabah.

Kesalahan bank atau nasabah

Kesalahan pencatatan antara 2 (dua) pihak yang mengakibatkan saldo bank tidak sama dengan saldo buku nasabah.

Cek yang masih beredar

Merupakan cek yang ditulis oleh penyetor, dicatat ketika dituliskan tetapi belum dicatat atau belum di jelaskan oleh bank sampai pada bulan berikutnya.

 

Contoh Pembuatan Rekonsiliasi & Jurnal Penyesuaian

PT. Lestari Abadi telah menerima rekening koran dari Bank Debit per 31 Juli 2016 yang menunjukkan jumlah saldo sebesar Rp1.220.000.

Pada tanggal 1 Juli 2016 perkiraan bank di buku besar PT. Lestari Abadi  menunjukkan saldo sebesar Rp2.303.000. Pada bulan Juli 2016, buku penerimaan kas menunjukkan jumlah sebesar R4.730.000, sedangkan buku pengeluaran kas menunjukkan jumlah sebesar Rp6.572.725. Data yang berhubungan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut:

1. Cek-cek yang beredar :

2. Telah dikredit oleh bank, jasa giro bulan Juli 2016 sebesar Rp7.425

3. Cek Nomor 10203 sebesar Rp157.000 dicatat dalam laporan buku pengeluaran sebesar Rp175.000.

4. Sedangkan cek nomor 10217 sebesar Rp240.000 dibukukan sebesar Rp24.000. Seluruhnya untuk pembelian barang dagangan.

5. Setoran kas sebesar Rp925.000 pada tanggal 31 Juli 2016 belum dicatat dalam rekening koran bank karena kas bank sudah tutup.

6. Bank telah membebankan biaya administrasi bulan Juli 2016 sebesar Rp1.000 dan ongkos buku cek sebesar Rp650. Jumlah tersebut belum dibukukan oleh PT. Lestari Abadi.

7. Bank telah mengkredit rekening PT. Lestari Abadiatas kiriman uang sebesar Rp199.950 yang diterima dari pelanggan untuk melunasi utangnya.

8. Setoran cek yang diterima dari PT. Lestari Abadi sebesar Rp120.000 pada tanggal 28 Juli 2016 telah ditolak karena saldo tidak mencukupi.

 

Berikut laporan rekonsiliasi nya

Berikut ini adalah Jurnal Penyesuaiannya

 

Dengan menggunakan Jurnal sebagai software akuntansi online, Anda tidak perlu repot-repot melakukan rekonsiliasi bank satu per satu. Cash Link adalah fitur Jurnal yang dapat digunakan dalam melakukan rekonsiliasi per transaksi yang telah tercatat pada Jurnal seperti pembayaran terhadap penjualan dan pembelian. Dan Cash Mapping dapat digunakan untuk melakukan rekonsiliasi pada semua transakis biaya dalam mutasi Bank yang belum tercatat pada Bank.

Dengan fitur Cash Link dan Cash Mapping, Anda dapat melakukan rekonsiliasi bank dengan mudah dan cepat. Jadi tunggu apalagi? Yuk daftarkan bisnis Anda segera dengan Jurnal sekarang juga dan dapatkan free trial hingga 14 hari.

Author