Guide Book

Cara Membuat Bukti Potong PPh Pasal 23 pada Klikpajak

Updated at: March 16, 2021
Last updated by: Annisa Nadhila

e-Bupot 23/26 adalah aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat bukti pemotongan sekaligus melaporkan SPT Masa PPh 23/26 melalui satu fitur dan secara online. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020 bahwa Wajib Pajak yang berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di seluruh Indonesia sebagai Pemotong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 dan/atau Pasal 26 yang diharuskan membuat Bukti Pemotongan dan diwajibkan menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23 dan/atau Pasal 26.
 

Saat ini, Klikpajak dapat membantu Anda untuk membuat Bukti Potong PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT Masa PPh 23/26 secara online.

Penting!

1. Pastikan Anda telah melakukan registrasi fitur e-Bupot;

2. Apabila fitur e-Faktur telah digunakan, Anda hanya perlu untuk mendaftar ulang registrasi e-Bupot tanpa input sertifikat elektronik kembali.

 

Ikuti langkah berikut untuk membuat Bukti Potong PPh Pasal 23 pada Klikpajak:

  1. Pada menu Home, klik “E-Bupot”;
  2. Pilih PPh Pasal 23;
  3. Klik “Buat sekarang”;
  4. Masukkan informasi Bukti Potong yang ingin dibuat;
  5. Anda dapat mencentang persetujuan pembuatan Bukti Potong apabila data yang diinput adalah benar;
  6. Klik “Buat bukti potong” untuk membuat Bukti Potong PPh Pasal 23;
  7. Bukti Potong akan diproses oleh Klikpajak dan mendapat persetujuan dari DJP terlebih dahulu hingga Anda mendapat Nomor Bukti Potong dengan status Bukti Potong Normal;
  8. Anda dapat mengunduh Bukti Potong tersebut dengan klik “Nomor Bukti Potong”;
  9. Klik “Tindakan”;
  10. Klik “Unduh bukti potong”;
  11. Berikut adalah tampilan dari Bukti Potong PPh Pasal 23.

Back to Top